Kategori: Kotawaringin Barat

  • Karhutla Terus Ancam Kobar, Bupati Tegas: Jangan Bakar Lahan, Lihat Api Langsung Lapor!

    Karhutla Terus Ancam Kobar, Bupati Tegas: Jangan Bakar Lahan, Lihat Api Langsung Lapor!

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Api karhutla masih mengancam wilayah Kotawaringin Barat. Kondisi lahan yang kering di tengah kemarau membuat kobaran api berisiko cepat menjalar, sehingga Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar.

    Nurhidayah turun langsung meninjau kondisi karhutla di Kilometer 24. Di lokasi, Satgas Karhutla masih melakukan penanganan untuk mengendalikan api dan mencegah kobaran merembet ke area lain.

    Bupati menegaskan, situasi lahan yang kering membuat percikan kecil sekalipun dapat berubah menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran dengan alasan apa pun untuk membuka lahan.

    “Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kalau mengetahui ada titik api atau indikasi karhutla, segera laporkan,” tegas Nurhidayah.

    Menurutnya, kecepatan laporan masyarakat sangat menentukan penanganan karhutla. Warga diminta tidak menunggu api membesar atau meluas sebelum melapor kepada petugas.

    Nurhidayah juga meminta masyarakat di sekitar wilayah rawan melakukan pencegahan dengan membasahi lahan kering. Cara tersebut dapat membantu mengurangi risiko percikan api menjalar ke area yang lebih luas.

    “Halau api dengan cara membasahi lahan yang kering. Paling tidak basahi dulu lahan yang berpotensi terkena percikan api supaya letikan api tidak menjalar ke mana-mana,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

    Untuk memperkuat penanganan, Satgas Karhutla terus bergerak di lapangan. Pembangunan posko dilakukan untuk memperkuat koordinasi, pemantauan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran.

    Nurhidayah juga memerintahkan Camat Kotawaringin Lama mempersiapkan ketersediaan air portable. Ketersediaan air diperlukan untuk mendukung pemadaman sekaligus pembasahan lahan yang rawan terbakar.

    Bupati kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi sumber munculnya api. “Jangan bakar lahan. Kalau melihat api, sekecil apa pun, langsung laporkan agar bisa segera ditangani,” pungkasnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • September jadi Puncak Kemarau Kobar, Hujan Baru Diprediksi Menguat di November

    September jadi Puncak Kemarau Kobar, Hujan Baru Diprediksi Menguat di November

    INTIMNEWS,COM, PANGKALAN BUN – September menjadi puncak musim kemarau 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Curah hujan diprediksi masih sangat rendah pada bulan ini dan baru meningkat lebih signifikan pada November.

    Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Barat, Ni Kadek Trisna Dewi, S.Tr mengatakan musim kemarau tahun ini diprakirakan berlangsung selama 16-18 dasarian. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada September.

    “September diprediksi menjadi puncak musim kemarau,” kata Ni Kadek Trisna Dewi, Selasa (15/9/2026).

    Berdasarkan pembaruan prediksi curah hujan per 1 September 2026, curah hujan di wilayah Kotawaringin Barat pada September diperkirakan hanya berada pada kisaran 0-20 milimeter.

    Kondisi tersebut menunjukkan September menjadi periode dengan curah hujan paling rendah dalam prakiraan beberapa bulan ke depan. Masyarakat pun masih perlu mewaspadai dampak kekeringan selama periode puncak kemarau.

    Memasuki Oktober, kondisi diprediksi mulai mengalami perubahan. Curah hujan bulanan diprakirakan meningkat menjadi 20-100 milimeter.

    Namun, peningkatan curah hujan pada Oktober belum sebesar yang diprediksi terjadi pada bulan berikutnya. Karena itu, kondisi kering masih perlu diantisipasi selama masa peralihan tersebut.

    BMKG memprakirakan peningkatan intensitas hujan yang lebih signifikan baru terjadi pada November 2026. Curah hujan pada bulan itu diprediksi mencapai 100-300 milimeter.

    ” Berdasarkan peta prediksi tersebut, wilayah Kotawaringin Barat diprediksi akan mengalami peningkatan intensitas curah hujan pada bulan November 2026,” ujar Ni Kadek.

    Dengan pola tersebut, September hingga Oktober menjadi periode yang masih perlu mendapat perhatian. Kondisi kemarau dapat meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan apabila tidak diantisipasi.

    BMKG meminta masyarakat tetap mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan musim. Prediksi tersebut dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer, sehingga informasi terbaru perlu menjadi acuan dalam menghadapi sisa musim kemarau 2026.

  • BJAP Turunkan Alat Berat Bantu Tangani Karhutla, Bupati Kobar Apresiasi

    BJAP Turunkan Alat Berat Bantu Tangani Karhutla, Bupati Kobar Apresiasi

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – PT Bangun Jaya Alam Permai (BJAP), bagian dari Best Agro Plantation, turut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dengan menurunkan alat berat ke lokasi yang membutuhkan penanganan.

    Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah mengapresiasi langkah BJAP tersebut. Ia menilai dukungan dunia usaha sangat membantu pemerintah dan tim gabungan dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

    “Terima kasih kepada BJAP yang sudah ikut membantu penanganan karhutla. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kita semua,” kata Nurhidayah, Senin (14/9/2026).

    Nurhidayah mengatakan alat berat tersebut bergerak keluar-masuk lokasi untuk membantu pekerjaan tim di lapangan. Keberadaan alat berat dinilai penting, terutama untuk menjangkau kawasan yang memiliki medan sulit.

    “Alat berat ini keluar-masuk untuk membantu penanganan di lapangan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau. Ini sangat membantu teman-teman yang bekerja di lapangan,” ujarnya.

    Menurutnya, alat berat dapat digunakan untuk membuka akses menuju titik kebakaran sekaligus membantu membuat sekat agar rambatan api dapat ditekan.

    Dengan adanya akses yang lebih baik, petugas juga diharapkan lebih mudah melakukan pemantauan dan penanganan apabila masih ditemukan titik api di sekitar lokasi.

    Bupati menegaskan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA, relawan, perusahaan dan masyarakat harus bergerak secara bersama-sama.

    “Karhutla tidak mungkin kita tangani sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk perusahaan yang berada di wilayah Kobar,” tegasnya.

    Nurhidayah berharap dukungan perusahaan terhadap penanganan karhutla dapat terus dilakukan selama ancaman kebakaran masih tinggi. Bantuan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya bersama menjaga wilayah Kobar dari meluasnya kebakaran.

    Ia juga mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Setiap potensi kebakaran harus segera dilaporkan dan ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

    “Sekali lagi kami mengapresiasi dukungan BJAP. Semoga kolaborasi seperti ini terus berjalan sehingga penanganan karhutla di Kobar bisa semakin maksimal,” pungkas Nurhidayah.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Perubahan APBD 2026, Pemkab Kobar Perkuat Penanganan Karhutla dan Perlindungan Relawan

    Perubahan APBD 2026, Pemkab Kobar Perkuat Penanganan Karhutla dan Perlindungan Relawan

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menegaskan komitmen memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, termasuk kesiapan sarana pemadaman dan perlindungan bagi personel serta relawan. Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Kobar Suyanto dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 DPRD Kobar, Senin, (14/9/2026).

    Rapat tersebut membahas tanggapan pemerintah daerah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Sejumlah fraksi menyoroti persoalan karhutla, ketersediaan air bersih, infrastruktur, hingga kondisi fiskal daerah.

    Suyanto mengatakan pemerintah daerah sepakat bahwa kesiapan kendaraan pemadam menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla. Pemerintah akan memetakan kebutuhan kendaraan dan sarana pemadaman berdasarkan tingkat kerawanan, kondisi wilayah, aksesibilitas, serta kemampuan penanganan di masing-masing kecamatan.

    “Penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu dan berkelanjutan, mulai dari pencegahan, pemantauan dan deteksi dini hingga pemadaman,” kata Suyanto dalam rapat tersebut.

    Pemerintah daerah juga menyatakan akan memperkuat kesiapsiagaan hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Edukasi kepada masyarakat, patroli, pemantauan wilayah rawan, serta pelatihan bagi relawan, kelompok tani dan perusahaan akan terus dilakukan untuk menekan risiko kebakaran.

    Persoalan keselamatan personel menjadi perhatian lain. Pemkab Kobar menyatakan akan memperkuat penerapan standar operasional prosedur, penggunaan alat pelindung diri, pengendalian risiko, serta koordinasi komando di lapangan. Perlindungan sosial bagi relawan yang terlibat dalam penanggulangan bencana juga menjadi bagian dari pembahasan.

    Pemkab Kobar menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai perlindungan sosial ketenagakerjaan dan kematian bagi relawan. Usulan pemberian santunan dan penghargaan bagi relawan yang gugur dalam menjalankan tugas juga akan menjadi bahan perhatian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Pemerintah daerah turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh satgas dan relawan yang selama ini berada di lapangan. Pemkab juga menyampaikan duka atas gugurnya personel atau relawan dalam penanganan karhutla dan menegaskan pentingnya perlindungan terhadap mereka yang bekerja di wilayah berisiko.

    Selain karhutla, persoalan air bersih menjadi sorotan sejumlah fraksi. Pemerintah daerah mengakui musim kemarau berdampak terhadap pasokan air di sejumlah wilayah. Pemkab bersama PDAM dan instansi terkait akan memetakan daerah terdampak serta mengidentifikasi sumber air potensial untuk dikembangkan sebagai sumber air permanen.

    Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan sumur bor di wilayah yang membutuhkan. Pemerintah juga akan memperkuat distribusi air bersih sementara serta mengintegrasikannya dengan program penyediaan air minum berbasis masyarakat agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

    Dalam aspek fiskal, pemerintah menjelaskan penyesuaian target pendapatan pada Perubahan APBD 2026 dilakukan secara realistis dan hati-hati. Salah satu yang mengalami penyesuaian adalah penerimaan dari Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan atau MBLB karena realisasi semester pertama masih menghadapi kendala legalitas perizinan dan dinamika serapan material proyek.

    Di sisi lain, pemerintah menyebut geliat ekonomi masyarakat dan sektor riil masih menunjukkan pertumbuhan positif. Optimalisasi pendapatan asli daerah akan dilakukan melalui pemutakhiran basis data pajak, digitalisasi layanan, penguatan pembayaran non-tunai dan pengawasan transaksi tanpa menambah beban pelaku usaha mikro dan kecil.

    Suyanto menegaskan seluruh masukan fraksi DPRD menjadi bahan pemerintah dalam penyempurnaan Perubahan APBD 2026. Menurut dia, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat setiap program harus ditempatkan berdasarkan skala prioritas.

  • Kobaran Api Mengamuk di Kobar, 3 Rumah dan Warung Sembako Rusak Parah

    Kobaran Api Mengamuk di Kobar, 3 Rumah dan Warung Sembako Rusak Parah

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kobaran api mengamuk di permukiman warga Jalan A Yani, Gang Junju, RT 24, Kelurahan Baru, Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (14/9/2026) pagi. Tiga rumah dan satu warung sembako rusak parah dalam kebakaran tersebut. Kerugian material sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kotawaringin Barat Dwi Agus Suhartono mengatakan kebakaran dilaporkan sekitar pukul 10.20 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba dengan response time sekitar lima menit.

    “Response time sekitar lima menit. Saat ini anggota masih melakukan pendinginan,” ujar Dwi Agus.

    Sebanyak delapan unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Penanganan turut didukung satu unit dari Palang Merah Indonesia (PMI), sementara personel yang bertugas berasal dari Regu 3.

    Berdasarkan laporan sementara, api pertama kali muncul dari rumah milik Yuliana/Eno. Saat kebakaran terjadi, pemilik rumah diketahui sedang tidak berada di lokasi.

    Api kemudian merembet ke bangunan di sekitarnya. Tiga rumah yang terdampak masing-masing milik Yuliana/Eno, Mimin/Adi Wibowo, serta rumah almarhum Supoyo/Sumiyati.

    Satu bangunan lainnya yang ikut terdampak adalah warung sembako milik Novi/Arif Laksono. Keempat bangunan tersebut mengalami kerusakan parah akibat peristiwa itu.

    Dwi mengatakan berdasarkan laporan awal Dinas Pemadam Kebakaran Kobar, total kerugian akibat kebakaran sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Estimasi tersebut masih berupa taksiran awal berdasarkan objek bangunan dan barang yang terdampak, sehingga nilai kerugian final masih menunggu pendataan lebih lanjut.

    Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas tetap berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan api benar-benar padam sehingga tidak kembali membesar.

    Hingga siang hari, proses penanganan masih berlangsung. Selain pendinginan, petugas melakukan pengecekan terhadap titik-titik yang berpotensi menyimpan bara. Penyebab kebakaran dan nilai kerugian secara pasti masih dalam proses pendataan pihak terkait.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Daffa-Eko Harumkan Kobar, Rebut Podium Kejurnas Off-Road di Tegal

    Daffa-Eko Harumkan Kobar, Rebut Podium Kejurnas Off-Road di Tegal

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kembali mencatatkan prestasi di kancah olahraga otomotif nasional. Gusti Dzakwan Daffa bersama navigatornya, Eko Trisdianto, berhasil merebut podium pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Off-Road IMI Putaran ke-4 di Tegal, Jawa Tengah.

    Kejurnas tersebut berlangsung di sekitar kawasan Telaga Cacaban pada 12-13 September 2026 dan diikuti offroader dari berbagai daerah. Daffa-Eko yang memperkuat klub KOBAR 4×4 (Four by Four) tampil di dua kelas dan mampu bersaing hingga finis.

    Pada Kelas Usia 23 Tahun, Daffa berhasil meraih posisi ketiga. Sementara di Kelas Under/G-2, Daffa bersama Eko finis di posisi kelima. Hasil itu melanjutkan performa mereka setelah pada Kejurnas Putaran ke-3 sebelumnya juga meraih posisi kelima.

    Ketua IOF Pengcab Kotawaringin Barat, Teguh Hendrawan, mengaku sangat bersyukur atas prestasi tersebut. Menurutnya, podium yang diraih Daffa menjadi kebanggaan karena sekaligus membawa nama Kobar bersaing di level nasional.

    “Alhamdulillah, kita sangat bersyukur Daffa dan Eko bisa berprestasi di tingkat nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kotawaringin Barat dan membawa nama baik daerah,” ujar Teguh, Senin (14/9/2026).

    Teguh mengatakan capaian tersebut membuktikan Kobar memiliki potensi atlet otomotif yang mampu bersaing di luar daerah. Dia berharap hasil tersebut menjadi tambahan motivasi bagi Daffa dan Eko untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini.

    “Kami berharap mereka terus konsisten latihan dan semakin meningkatkan kemampuan. Persaingan nasional tentu tidak mudah, sehingga prestasi ini harus menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih tinggi pada kejuaraan berikutnya,” katanya.

    Pendiri Klub KOBAR 4×4, Sanov Mus, turut mengapresiasi hasil tersebut. Dia menyebut Daffa-Eko memiliki disiplin latihan, skill yang baik dan didukung kendaraan yang mumpuni di kelasnya. Sanov optimistis keduanya berpeluang menembus lima besar nasional 2026 jika mampu menjaga konsistensi hingga putaran terakhir.

    Daffa yang tahun ini mulai kuliah di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang mengaku bertekad terus mengikuti kejuaraan off-road. Dia ingin terus membawa nama Kotawaringin Barat semakin dikenal melalui prestasi olahraga otomotif.

    Dukungan juga datang dari sang ayah, Gusti Muhammad Ali Syahbana. Sejak kecil, Daffa sudah memiliki ketertarikan terhadap kendaraan dan gemar mengutak-atiknya. Bakat tersebut kini berkembang menjadi prestasi, dengan podium Kejurnas Putaran ke-4 menjadi salah satu pencapaian pentingnya di level nasional.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Tahap Pertama, Pemkab Kobar Salurkan Rp1,33 Miliar untuk Hadapi Karhutla

    Tahap Pertama, Pemkab Kobar Salurkan Rp1,33 Miliar untuk Hadapi Karhutla

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menyalurkan Rp1.333.798.000 dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dana yang ditransfer pada 9 September 2026 itu merupakan tahap pertama dukungan pembiayaan selama masa tanggap darurat.

    Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kobar Syahrudin mengatakan, dana tersebut dibagi kepada tiga perangkat daerah yang memiliki peran dalam penanganan karhutla, yakni BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.

    “Ini baru tahap I, masih ada tahap berikutnya sesuai permintaan dan kebutuhan dari BPBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial,” kata Syahrudin, Senin (14/9/2026).

    Alokasi terbesar diberikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar sebesar Rp1.110.165.000. Dana ini digunakan untuk mendukung operasional penanganan karhutla, termasuk kebutuhan di lapangan selama masa tanggap darurat.

    Sementara itu, Dinas Kesehatan Kobar mendapat Rp142.960.000. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat, terutama di tengah kondisi asap dan meningkatnya risiko gangguan kesehatan.

    Adapun Dinas Sosial Kobar memperoleh Rp80.673.000. Dana tersebut diperuntukkan bagi dukungan penanganan sosial dan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana selama masa tanggap darurat.

    Syahrudin mengatakan, penyaluran BTT tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah agar penanganan karhutla dapat berjalan sesuai tugas masing-masing instansi. Penggunaan dana juga diarahkan berdasarkan kebutuhan penanganan di lapangan.

    “Kita dapat bantuan dari pusat untuk penanganan karhutla. Insya Allah sesuai dengan kebutuhan,” ujar Syahrudin.

    Menurut dia, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan penanganan karhutla selama masa tanggap darurat. Setiap perangkat daerah juga diminta menyampaikan kebutuhan belanja yang berkaitan langsung dengan penanganan bencana.

    “Kita tunggu usulan kebutuhan anggaran belanjanya dari BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial selama masa tanggap darurat,” kata Syahrudin.

    Penyaluran BTT tahap pertama ini menjadi salah satu bentuk dukungan pembiayaan Pemkab Kobar dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi. Besaran dukungan selanjutnya akan mengikuti perkembangan penanganan dan pengajuan dari perangkat daerah terkait.

  • Api Karhutla Belum Padam, Prajurit Lanud Iskandar Tak Berhenti Bergerak

    Api Karhutla Belum Padam, Prajurit Lanud Iskandar Tak Berhenti Bergerak

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Api yang belum sepenuhnya padam membuat prajurit Lanud Iskandar terus bergerak. Dari pagi hingga malam, personel Satgas Karhutla dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

    Salah satu lokasi yang ditangani berada di RT 06/02, Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan. Sebanyak 15 personel diturunkan dengan dukungan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan titik-titik api yang masih muncul.

    Komandan Lanud (Danlanud) Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan, keterlibatan personel Lanud Iskandar merupakan bagian dari dukungan TNI dalam penanganan karhutla di wilayah Kobar. Personel terus dikerahkan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

    “Personel terus melaksanakan tugas pemadaman dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam setiap kegiatan di lapangan,” ujar Nugroho, Minggu (13/9/2026).

    Di lokasi, personel menghadapi kondisi lahan yang dipenuhi semak kering. Karakteristik lahan gambut juga membuat proses pemadaman membutuhkan perhatian lebih karena api dapat menjalar dan kembali muncul meski kobaran di permukaan telah berhasil ditekan.

    Dantim Satgas Karhutla Lanud Iskandar, Letda Lek Ferry Anshari, mengatakan personel terus memantau perkembangan api sambil melakukan pemadaman. Setiap pergerakan anggota di lapangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan.

    “Anggota terus kami ingatkan untuk mengutamakan keamanan dan keselamatan, baik personel maupun materiil selama melaksanakan tugas di lapangan,” kata Ferry.

    Tiupan angin yang cukup kencang turut menjadi tantangan. Api dapat bergerak menuju semak-semak kering di sekitarnya sehingga personel harus kembali menyisir area setelah melakukan pemadaman untuk memastikan tidak ada titik api yang terlewat.

    Asap tebal dan panas juga menyertai proses pemadaman. Dalam kondisi tersebut, personel bekerja secara bersama dan berkoordinasi untuk menekan kobaran sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.

    Pemadaman pun tidak berhenti ketika kobaran mulai mengecil. Personel tetap melakukan pemantauan dan penyisiran karena titik api di lahan gambut masih berpotensi kembali muncul.

    Selama api belum benar-benar padam, prajurit Lanud Iskandar tak berhenti bergerak. Mereka terus menjalankan tugas di lapangan untuk membantu mengendalikan karhutla dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah di sekitarnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Asap Tebal Tutupi Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, KM 15-22 Diminta Jangan Dilewati

    Asap Tebal Tutupi Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, KM 15-22 Diminta Jangan Dilewati

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kepulan asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menutup sebagian ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kondisi ini membuat jarak pandang pengendara terganggu di sepanjang KM 15 hingga KM 22.

    Situasi tersebut dinilai berbahaya bagi pengguna jalan. Selain jarak pandang terbatas, aktivitas pemadaman karhutla masih berlangsung sehingga kendaraan yang melintas berpotensi mengganggu maupun membahayakan proses penanganan di lapangan.

    Posko Induk Karhutla Kobar meminta masyarakat untuk sementara tidak melewati jalur tersebut. Perjalanan yang tidak mendesak diharapkan ditunda sampai kondisi asap berkurang dan situasi di lapangan lebih aman.

    Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel membenarkan adanya imbauan tersebut. Dia mengatakan kondisi asap menjadi pertimbangan utama karena keselamatan masyarakat harus diutamakan ketika jarak pandang mulai terganggu.

    “Benar, kami mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari atau menunda perjalanan di jalur KM 15 sampai KM 22 karena kondisi asap,” ujar Samuel, Minggu (13/9/2026).

    Samuel juga mengingatkan kelompok rentan untuk tidak berada di kawasan terdampak asap. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan riwayat asma atau gangguan pernapasan dinilai lebih berisiko mengalami dampak kesehatan akibat paparan asap.

    Danton TRC BPBD Kobar Sayed Abdul Badawi mengatakan kondisi asap di lokasi sangat pekat. Tebalnya kepulan asap bahkan membuat petugas yang sedang melakukan penanganan karhutla harus bekerja dalam kondisi yang tidak mudah.

    “Asap dari KM 15 sampai KM 22 sangat pekat, full asap. Kami petugas belum menyerah dan berusaha semampu mungkin,” kata Sayed.

    Menurut Sayed, personel masih berupaya melakukan pemadaman selama kondisi memungkinkan. Namun, kepulan asap yang terus mengepung membuat petugas harus memperhitungkan kondisi fisik agar tidak mengalami gangguan kesehatan.

    Sayed menegaskan, apabila asap semakin pekat, petugas bisa mundur sementara dari titik penanganan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stamina personel sebelum kembali melanjutkan upaya pemadaman.

    “Kami sementara masih bisa dilawan, tapi kalau asap pekat yang terus mengepung kami, lebih baik kami mundur sesaat. Bukan menyerah, ini demi menjaga keseimbangan tubuh agar kami tidak tepar,” tegasnya.

    Penanganan karhutla di kawasan tersebut hingga kini masih berlangsung. Di tengah asap yang menutup jarak pandang, petugas tetap berupaya mengendalikan kebakaran, sementara masyarakat diminta tidak melewati KM 15 hingga KM 22 sampai kondisi dinilai lebih aman.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Terobos Medan Ekstrem, IOF Kobar Kejar Titik Karhutla di Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama

    Terobos Medan Ekstrem, IOF Kobar Kejar Titik Karhutla di Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama tak hanya menghadapi api, tetapi juga medan berat yang menghambat akses menuju titik kebakaran. Kondisi ini membuat Indonesia Off-Road Federation (IOF) Kotawaringin Barat turun menerobos jalur ekstrem untuk membantu mempercepat penanganan karhutla.

    Dengan kendaraan off-road, tim IOF masuk melalui jalur berlumpur dan rawa, melewati bebatuan besar, menaklukkan tanjakan curam yang licin hingga melintasi sungai. Akses tersebut dipilih untuk mendekati titik karhutla yang sulit dijangkau kendaraan biasa.

    Pengurus IOF Pengda Kalimantan Tengah, Dr Fachruddin, mengatakan medan ekstrem menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla. Karena itu, kemampuan kendaraan off-road dapat dimanfaatkan untuk membantu tim gabungan menjangkau lokasi kebakaran.

    “Jalur dengan lumpur dalam, rawa, bebatuan besar (rock crawling), tanjakan curam yang licin, hingga melintasi sungai, kami bisa membantu melalui jalur ini,” kata Fachruddin, Minggu (13/9/2026).

    Menurut Fachruddin, keterbatasan akses dapat berdampak terhadap kecepatan penanganan karhutla. Ketika titik api berada jauh dari jalan utama dan hanya dapat dicapai melalui medan berat, proses mobilisasi personel dan perlengkapan pemadaman menjadi lebih sulit.

    Karena itu, kata dia, IOF berupaya mengambil peran dengan kemampuan yang dimiliki. Kendaraan off-road digunakan untuk membawa personel mendekati lokasi yang sulit ditembus sekaligus mendukung pergerakan tim dalam melakukan penanganan di lapangan.

    “Kalau aksesnya sulit, tentu penanganannya juga menjadi lebih berat. Kami berusaha membantu membuka akses agar personel bisa lebih dekat dengan lokasi karhutla,” ujarnya.

    Fachruddin menegaskan keterlibatan IOF bukan sekadar menaklukkan medan ekstrem. Kehadiran mereka ditujukan untuk mendukung upaya pemadaman dan mencegah api terus meluas, terutama pada titik yang terkendala akses.

    Pengurus Pusat IOF, Sanov, mengatakan keterlibatan komunitas off-road merupakan bentuk kepedulian terhadap penanganan karhutla. Menurutnya, kemampuan menghadapi medan berat dapat dimanfaatkan untuk mendukung tim di lapangan.

    Sanov menambahkan, IOF siap berkolaborasi dengan unsur terkait dalam penanganan karhutla, khususnya untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman dan mempercepat penanganan kebakaran.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!