Kategori: Kotawaringin Barat

  • Ular Sanca 1,5 Meter Masuk Mobil Warga, Damkar Kobar Turun Tangan Tengah Malam

    Ular Sanca 1,5 Meter Masuk Mobil Warga, Damkar Kobar Turun Tangan Tengah Malam

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Seekor ular sanca berukuran sekitar 1,5 meter ditemukan bersembunyi di bawah kursi pengemudi sebuah mobil milik warga di Jalan GM Arsyad, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

    Ular tersebut diketahui berada di dalam mobil setelah sebelumnya diduga masuk dari parit di sekitar lokasi. Pemilik kendaraan baru melaporkan keberadaan ular itu kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kobar pada Jumat (11/9/2026) malam.

    Laporan diterima Mako Damkar Kobar melalui WhatsApp sekitar pukul 23.47 WIB. Mendapat laporan tersebut, Regu II Bidang Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 23.51 WIB.

    Petugas tiba sekitar pukul 23.57 WIB. Setelah memastikan posisi ular, petugas melakukan evakuasi dengan menggunakan peralatan yang tersedia untuk mengeluarkan sanca dari bagian bawah kursi pengemudi.

    Proses evakuasi berlangsung sekitar 19 menit. Petugas akhirnya berhasil mengeluarkan ular sanca tersebut tanpa menimbulkan korban maupun kendala selama penanganan.

    Ular yang berhasil dievakuasi kemudian dimasukkan ke dalam karung untuk diamankan. Setelah penanganan selesai pada pukul 00.16 WIB, petugas kembali ke Mako Damkar dan tiba sekitar pukul 00.22 WIB.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar Dwi Agus Suhartono mengatakan, laporan keberadaan ular di dalam kendaraan merupakan bagian dari tugas penyelamatan nonkebakaran yang juga ditangani petugas Damkar.

    Menurut Dwi Agus, warga sebaiknya tidak mengambil risiko ketika menemukan hewan liar, khususnya ular, berada di tempat yang sulit dijangkau atau berpotensi membahayakan. Warga diminta segera melapor agar penanganan dapat dilakukan oleh petugas yang memiliki peralatan dan kemampuan evakuasi.

    “Kalau menemukan ular atau hewan yang berpotensi membahayakan, jangan mengambil tindakan sendiri. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani dengan aman,” ujar Dwi Agus.

    Dalam penanganan tersebut, Regu II menggunakan satu unit kendaraan Triton dan dua grab stick. Kegiatan berlangsung dalam kondisi cuaca cerah dan tidak terdapat korban dalam kejadian tersebut.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • TNTP Jadi Perhatian, Helikopter Water Bombing Segera Dikerahkan Hadapi Karhutla Kobar

    TNTP Jadi Perhatian, Helikopter Water Bombing Segera Dikerahkan Hadapi Karhutla Kobar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Di tengah kondisi tersebut, Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus karena penanganan kebakaran di wilayah itu tidak mudah dilakukan melalui jalur darat.

    Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan pemerintah memperkuat penanganan karhutla dengan dukungan operasi udara. Helikopter water bombing segera dikerahkan untuk membantu memadamkan titik api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau personel dan kendaraan pemadam.

    Pernyataan itu disampaikan Nurhidayah saat rapat koordinasi di Posko Induk Penanganan Karhutla di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Sabtu (12/9/2026). Menurutnya, perkembangan karhutla membutuhkan langkah cepat dan terukur agar api tidak semakin meluas.

    Dukungan helikopter tersebut mengacu pada surat Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah tertanggal 11 September 2026. Helikopter water bombing tipe Super Puma AS332L dengan registrasi C-FPUM milik PT Dominic Asasta Aviasi akan direposisi ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun paling lambat 12 September 2026.

    Nurhidayah mengatakan operasi udara akan diarahkan terutama ke lokasi yang memiliki kendala akses dari darat. Dengan kemampuan menjangkau kawasan dari udara, pemadaman diharapkan bisa dilakukan lebih cepat sekaligus menekan potensi penjalaran api.

    “Operasi udara nantinya akan diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga pemadaman dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif,” kata Nurhidayah.

    TNTP menjadi salah satu kawasan yang dinilai membutuhkan dukungan tersebut. Karakteristik medan kawasan konservasi membuat akses menuju sejumlah titik kebakaran menjadi sulit. Kondisi ini membuat pemadaman dari udara menjadi salah satu opsi penting untuk memperkuat upaya Satgas di lapangan.

    Penanganan di TNTP juga menjadi perhatian karena kawasan tersebut memiliki nilai ekologis dan menjadi habitat berbagai satwa. Karena itu, api harus dikendalikan agar tidak semakin menjalar dan menimbulkan dampak lebih luas terhadap kawasan konservasi.

    Selain TNTP, pemerintah juga memantau perkembangan karhutla di sejumlah wilayah lain. Salah satunya di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama KM 20, di mana api mulai merangsek mendekati kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Danau Masoraian.

    Nurhidayah meminta seluruh unsur Satgas, termasuk camat, lurah dan kepala desa, meningkatkan pemantauan serta mempercepat pelaporan jika ditemukan titik kebakaran. Menurutnya, penanganan sejak dini jauh lebih penting sebelum api berkembang dan semakin sulit dikendalikan.

    “Penting sekali keterlibatan seluruh unsur, termasuk camat, lurah dan kepala desa, dalam melakukan pemantauan serta pencegahan sejak dini. Setiap indikasi kebakaran harus segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar,” imbuhnya.

    Dengan segera dikerahkannya helikopter water bombing, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kobar semakin kuat. Operasi udara akan menjadi penguat pemadaman darat, terutama untuk melindungi kawasan TNTP dan titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau dari darat.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Polisi Perkuat Penegakan Hukum Karhutla Kobar, 1 Tersangka dan 8 Orang Dipanggil

    Polisi Perkuat Penegakan Hukum Karhutla Kobar, 1 Tersangka dan 8 Orang Dipanggil

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Polisi memperkuat langkah penegakan hukum terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Sejauh ini, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan delapan orang lainnya dipanggil untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman.

    Kapolres Kobar AKBP Joko Handono mengatakan, tim penegakan hukum tidak hanya melakukan penanganan di lapangan, tetapi juga mendalami lahan-lahan yang telah terbakar untuk mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi.

    “Kami dari tim penegakan hukum akan melakukan pendalaman-pendalaman terkait dengan lahan-lahan yang sudah terbakar. Kami melakukan upaya hukum terkait dengan lahan yang sudah terbakar,” kata Joko, Sabtu (12/9/2026).

    Dari proses tersebut, polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka. Penetapan itu menjadi bagian dari proses hukum yang sedang berjalan dan menunjukkan bahwa penanganan perkara mulai masuk pada tahap pertanggungjawaban hukum.

    Sementara itu, delapan orang lainnya telah dipanggil dan masih menjalani proses pemeriksaan. Joko menegaskan, kedelapan orang tersebut belum berstatus tersangka karena penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan dan keterkaitan mereka dengan perkara yang ditangani.

    “Kemudian ada delapan orang yang masih kita lakukan pendalaman,” ujarnya.

    Polisi akan menentukan langkah hukum selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan. Artinya, status hukum delapan orang tersebut masih dapat berkembang sesuai fakta dan bukti yang ditemukan penyidik.

    Joko menegaskan proses penegakan hukum akan dilakukan secara bertahap. Penyidik masih mengumpulkan informasi yang diperlukan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terhadap pihak-pihak yang diperiksa.

    “Ke depan langkah-langkah yang kami ambil,” tegasnya.

    Kapolres juga meminta masyarakat ikut mendukung upaya penanganan dan pencegahan. Warga di wilayah rawan diminta saling mengingatkan serta membantu petugas agar tidak terjadi peristiwa yang kembali menimbulkan ancaman terhadap keselamatan masyarakat maupun petugas.

    Joko mengingatkan, persoalan tersebut telah menimbulkan dampak serius. Dua anggota Satgas disebut meninggal dunia, sementara sejumlah petugas lainnya sakit dan menjalani perawatan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengutamakan kepentingan pribadi ketika melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

    “Jangan hanya mementingkan pribadi, tapi kepentingan yang lebih luas,” pungkas Joko.

  • Sumur Warga Kotawaringin Lama Mengering, KIM Property Turun Tangan Salurkan Air Bersih

    Sumur Warga Kotawaringin Lama Mengering, KIM Property Turun Tangan Salurkan Air Bersih

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kemarau panjang mulai dirasakan dampaknya oleh warga di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat. Sejumlah sumber air warga mengering sehingga kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari semakin sulit dipenuhi.

    Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Air yang biasanya diperoleh dari sumur kini tidak lagi mencukupi, terutama untuk kebutuhan memasak, minum, dan keperluan sehari-hari.

    Di tengah kondisi itu, KIM Property turun tangan dengan menyalurkan ribuan liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan armada truk tangki langsung ke permukiman warga.

    Penyaluran air bersih dilakukan di Desa Dawak, Kecamatan Kotawaringin Lama, Sabtu (12/9/2026). Warga menyambut bantuan tersebut karena pasokan air menjadi kebutuhan yang semakin mendesak selama kemarau berlangsung.

    Wakil Direktur KIM Property Muhammad Wardiman mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak krisis air bersih.

    “Kami ingin membantu masyarakat Kotawaringin Lama yang sedang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. Mudah-mudahan pendistribusian air bersih ini bisa sedikit meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” kata Wardiman.

    Menurut Wardiman, penyaluran bantuan tidak berhenti di Desa Dawak. KIM Property akan melanjutkan distribusi air bersih ke desa-desa lain di Kecamatan Kotawaringin Lama yang mengalami kondisi serupa.

    “Kami saat ini menyalurkan ribuan liter air bersih di Desa Dawak. Selanjutnya pendistribusian akan terus berlanjut ke seluruh desa di Kecamatan Kotawaringin Lama sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

    Bagi warga, bantuan tersebut sangat berarti karena mereka tidak lagi harus sepenuhnya mengandalkan sumur yang telah mengering. Salah seorang warga, Nandang, mengaku bantuan air bersih itu membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarganya.

    “Sudah beberapa minggu ini sumur kering. Mau beli air terus-terusan juga berat. Bantuan dari KIM Property ini sangat membantu kami untuk kebutuhan dapur dan minum sehari-hari,” ujar Nandang.

    KIM Property menyatakan akan terus memantau kondisi warga yang terdampak kekeringan. Bantuan air bersih juga disiapkan untuk disalurkan ke titik-titik lain di Kotawaringin Barat apabila masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Kejar Hujan di Tengah Karhutla, Satgas Udara Kalteng Sebar 56,8 Ton NaCl Lewat OMC

    Kejar Hujan di Tengah Karhutla, Satgas Udara Kalteng Sebar 56,8 Ton NaCl Lewat OMC

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Satgas Udara Posko Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengejar peluang hujan di tengah kondisi kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Hingga Kamis (10/9/2026), pelaksanaan OMC telah mencapai 69 sorti penerbangan dengan total 56.800 kilogram atau 56,8 ton Natrium Klorida (NaCl) yang disemai. Bahan tersebut disebarkan pada awan-awan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hujan.

    Operasi udara ini melibatkan pesawat Cassa NC-212 milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan pesawat Caravan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari total tersebut, Cassa TNI AU melaksanakan 17 sorti, sedangkan Caravan BNPB sebanyak 52 sorti.

    Kontribusi pesawat Cassa NC-212 TNI AU dalam operasi tersebut mencapai 7.300 kilogram NaCl. Pelaksanaan setiap sorti tetap menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

    Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan OMC sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan. Potensi awan hujan, visibilitas, kesiapan kru, hingga kondisi pesawat menjadi pertimbangan sebelum penerbangan dilakukan.

    “Pelaksanaan OMC menyesuaikan potensi awan hujan, kondisi cuaca, visibilitas, serta kesiapan kru dan pesawat,” kata Nugroho, Jumat (11/9/2026).

    Upaya mengejar hujan tersebut mulai menunjukkan hasil. Dari pelaksanaan OMC sebelumnya, hujan telah turun selama tiga hari berturut-turut di wilayah Barito, Kapuas, dan Kota Palangka Raya dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Turunnya hujan di sejumlah wilayah tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan yang terdampak kemarau. Hujan dapat membantu meningkatkan kelembapan lahan sehingga kondisi kering yang menjadi salah satu faktor pendukung karhutla dapat ditekan.

    Selain membantu mengurangi kekeringan, hujan juga diharapkan mendukung upaya pemadaman dan pengendalian karhutla. Kondisi lahan yang lebih basah dapat membantu mengurangi potensi api kembali meluas, sekaligus membantu menekan dampak kabut asap bagi masyarakat.

    Nugroho menegaskan kesiapan personel, kru, dan pesawat terus dijaga agar operasi dapat berlangsung secara aman dan berkelanjutan. “Kami terus menjaga kesiapan personel, kru, dan pesawat agar OMC berlangsung aman, efektif, dan berkelanjutan dalam mendukung masyarakat terdampak,” ujarnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Khotbah Jumat di Kobar Ingatkan Amanah Menjaga Alam: Jangan Biarkan Api Menjadi Petaka

    Khotbah Jumat di Kobar Ingatkan Amanah Menjaga Alam: Jangan Biarkan Api Menjadi Petaka

    PANGKALAN BUN – Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, turut menjadi renungan dalam khotbah Sholat Jumat, Jumat (11/9/2026). Jemaah diingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah manusia kepada Allah SWT.

    Dalam khotbah tersebut disampaikan, manusia tidak sepatutnya membuat kerusakan di muka bumi. Alam yang menjadi tempat kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan harus dijaga, bukan dirusak demi kepentingan yang hanya memberikan keuntungan sesaat.

    Karhutla menjadi salah satu gambaran nyata ketika keseimbangan lingkungan terganggu. Kebakaran yang dipicu aktivitas manusia dapat meluas dan membawa dampak jauh lebih besar dibandingkan tujuan awal pembakaran.

    Bukan hanya hutan dan lahan yang menjadi korban. Asap kebakaran dapat mengganggu kehidupan masyarakat, sementara berbagai jenis satwa kehilangan tempat berlindung dan sumber kehidupannya. Pada akhirnya, kerusakan tersebut kembali dirasakan manusia.

    Pesan khotbah juga mengingatkan agar kepentingan pribadi tidak ditempatkan di atas keselamatan orang banyak. Membakar lahan mungkin terlihat sebagai cara cepat menyelesaikan pekerjaan, tetapi akibatnya dapat menjadi panjang ketika api tidak terkendali.

    Renungan itu terasa semakin kuat jika melihat perjuangan para petugas yang setiap hari berada di garis depan penanganan karhutla. Mereka harus berhadapan dengan kobaran api dan pekatnya asap untuk melindungi masyarakat serta lingkungan.

    Anggota BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi atau yang akrab disapa Dias Dawi, menggambarkan beratnya kondisi yang dihadapi para petugas. Ia menilai karhutla yang terjadi saat ini bukan lagi persoalan biasa.

    “Ini bukan kejadian biasa, tapi ini bencana di benua kami,” ujar Dias.

    Menurut Dias, Satgas Karhutla bersama berbagai unsur telah berupaya melakukan pemadaman dan penanganan di lapangan. Namun, perjuangan tersebut memiliki risiko besar. Petugas harus bekerja dalam kondisi panas, asap, dan medan yang tidak mudah.

    Perjuangan itu bahkan telah membuat sejumlah pejuang karhutla menjadi korban. Karena itu, masyarakat diingatkan bahwa mencegah kebakaran sejak awal jauh lebih penting daripada membiarkan api membesar kemudian berharap para petugas mampu mengatasinya.

    Dari masjid, pesan menjaga alam kembali digaungkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan tidak membakar lahan sembarangan, tidak membuang puntung rokok di lahan kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

    Di tengah karhutla yang masih mengancam, doa dan ikhtiar berjalan beriringan. “Lindungi kami, ya Allah, dari ganasnya asap,” menjadi ungkapan harapan agar para pejuang karhutla diberikan keselamatan dan Kobar segera terbebas dari bencana asap.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Danlanud Iskandar: Pejuang Karhutla Berjibaku Saat Kita Terlelap, Keselamatan Harus Jadi Perhatian

    Danlanud Iskandar: Pejuang Karhutla Berjibaku Saat Kita Terlelap, Keselamatan Harus Jadi Perhatian

    PANGKALAN BUN — Saat sebagian masyarakat terlelap, para pejuang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) justru masih berjibaku melawan kobaran api. Mereka berada di garis depan, menghadapi panas dan pekatnya asap demi mencegah api meluas.

    Perjuangan itu bukan tanpa risiko. Sejumlah petugas dan relawan mengalami sesak napas hingga kelelahan ekstrem akibat beratnya kondisi di lapangan. Bahkan, kabar meninggalnya salah seorang pejuang karhutla menjadi pengingat bahwa keselamatan personel tidak boleh diabaikan.

    Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan para petugas tersebut merupakan pejuang yang bekerja ketika sebagian masyarakat sedang beristirahat.

    “Mereka pejuang karhutla. Di saat kita tertidur lelap, para pejuang ini justru berjibaku,” kata Nugroho, Jumat (11/9).

    Menurutnya, perhatian terhadap petugas tidak cukup hanya pada kebutuhan operasi pemadaman. Kesehatan fisik dan mental serta perlindungan dari paparan asap juga harus menjadi bagian penting dalam setiap penugasan karhutla.

    Untuk mengurangi paparan asap dan debu kebakaran, tim Karhutla Lanud Iskandar dibekali masker respirator oleh Komandan Lanud Iskandar. Perlengkapan tersebut juga dilengkapi kacamata safety untuk membantu melindungi mata dari debu, abu, partikulat dan iritasi akibat asap selama bertugas.

    Respirator seperti N95, KN95, P2 atau yang setara memberikan perlindungan lebih baik terhadap partikulat asap dibandingkan masker medis. Namun, respirator partikulat bukan “masker anti-asap” karena tidak otomatis melindungi dari gas beracun seperti karbon monoksida (CO) maupun seluruh gas dan uap hasil pembakaran.

    Karena itu, petugas yang berada di area dengan asap sangat pekat atau dekat sumber api tetap membutuhkan perlindungan sesuai tingkat risiko. Penggunaan alat pelindung harus disertai penilaian bahaya di lapangan agar keselamatan personel tetap menjadi prioritas.

    Selain alat pelindung diri, waktu kerja dan istirahat juga perlu diatur. Paparan panas, asap, aktivitas fisik berat dan penggunaan respirator dapat meningkatkan beban tubuh sehingga petugas perlu mendapatkan jeda istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan berlebihan dan stres panas.

    Nugroho menegaskan keselamatan dan kesehatan para pejuang karhutla harus terus dijaga. Menurutnya, meninggalnya salah seorang pejuang menjadi pengingat bahwa mereka yang berada di garis depan juga mempertaruhkan kesehatan bahkan nyawa dalam menjalankan tugas.

    “Sudah ada yang meninggal, namun ini menjadi perhatian pada asap yang setiap hari mereka hirup,” ujarnya. Saat masyarakat dapat beristirahat dengan tenang, para pejuang karhutla tetap berada di garis depan. Karena itu, memastikan mereka terlindungi dan dapat kembali dengan selamat merupakan bagian penting dari perjuangan melawan karhutla.

  • Karhutla Kobar Banyak Dipicu Ulah Manusia, Bupati: Jangan Sampai Ada Lagi Pejuang yang Gugur

    Karhutla Kobar Banyak Dipicu Ulah Manusia, Bupati: Jangan Sampai Ada Lagi Pejuang yang Gugur

    PANGKALAN BUN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, masih menjadi ancaman serius di tengah musim kemarau. Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengingatkan masyarakat agar tidak lengah karena banyak kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia.

    Nurhidayah menyebut sekitar 90 persen kejadian karhutla di Kobar berkaitan dengan ulah manusia. Mulai dari membakar sampah, membakar lahan, hingga membuang puntung rokok yang belum benar-benar padam di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering.

    “Karhutla ini kebanyakan karena ulah oknum manusia. Mulai dari membakar sampah, membakar lahan, sampai puntung rokok yang belum sepenuhnya dimatikan kemudian dibuang di lahan kering,” tegas Nurhidayah.

    Menurutnya, kondisi kemarau membuat lahan semakin mudah terbakar. Bara kecil yang dianggap sepele dapat dengan cepat berubah menjadi kobaran api dan merambat luas ketika bertemu rumput, semak, maupun vegetasi yang mengering.

    Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama ketika berada di sekitar lahan, perkebunan, maupun kawasan yang kondisi tanah dan vegetasinya sedang kering.

    “Jangan main-main dengan karhutla,” ujar Nurhidayah, Jumat (11/9/2026).

    Bupati menegaskan, karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menurunkan kualitas udara, menghambat aktivitas warga, hingga mengganggu jarak pandang.

    Di balik upaya pemadaman, terdapat para pejuang karhutla yang setiap hari mempertaruhkan tenaga dan keselamatan di lapangan. Mereka harus berhadapan dengan panas, asap, serta kondisi medan yang tidak mudah untuk memastikan api tidak semakin meluas.

    Nurhidayah pun menyoroti risiko yang harus dihadapi para petugas dan relawan. Bahkan, dalam perjuangan menangani karhutla di Kobar, sudah ada pejuang karhutla yang menghembuskan napas terakhirnya.

    “Sudah ada pejuang karhutla yang menghembuskan napasnya demi menjaga lingkungan,” kata Nurhidayah.

    Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar tidak lagi menganggap sepele persoalan api. Jangan sampai kelalaian seseorang membuat petugas dan relawan kembali mempertaruhkan nyawa untuk memadamkan kebakaran yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.

    Nurhidayah mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan atau sampah sembarangan, memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, serta tidak membuang puntung rokok di lahan kering. Jika menemukan titik api, warga diminta segera melapor agar dapat ditangani sebelum membesar.

    “Jangan sampai ada lagi pejuang yang gugur hanya karena kelalaian kita,” pesannya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Perkuat Penanganan Karhutla, Diskominfo Kobar Pasang Starlink di Posko KM 20

    Perkuat Penanganan Karhutla, Diskominfo Kobar Pasang Starlink di Posko KM 20

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperkuat dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menghadirkan akses internet satelit di Posko Karhutla KM 20, ruas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kamis (10/9/2026).

    Fasilitas tersebut dipasang melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kobar untuk mengatasi kendala komunikasi yang masih dihadapi petugas di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet konvensional.

    Perangkat internet satelit Starlink diharapkan menjadi penunjang penting bagi petugas yang bekerja di lapangan. Konektivitas diperlukan untuk memastikan komunikasi dan koordinasi tetap berlangsung, terutama ketika kondisi kebakaran membutuhkan respons cepat.

    Kepala Diskominfo, Statistik dan Persandian Kobar Eddy Kusnandar mengatakan, dukungan teknologi komunikasi menjadi bagian penting dalam memperkuat efektivitas penanganan karhutla. Terlebih, sejumlah lokasi operasi berada di wilayah yang sulit mendapatkan jaringan internet.

    “Konektivitas sangat dibutuhkan oleh tim di lapangan, terutama untuk mempercepat koordinasi, komunikasi, pelaporan, serta penyampaian informasi kondisi terkini dari lokasi kejadian,” ujar Eddy.

    Menurut dia, keberadaan internet satelit di Posko KM 20 memungkinkan informasi dari lapangan diteruskan dengan lebih cepat kepada unsur terkait. Data tersebut dapat digunakan sebagai bahan pemantauan sekaligus pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

    Konektivitas juga dapat dimanfaatkan petugas untuk mengirimkan dokumentasi, memperbarui laporan, serta memantau perkembangan titik panas atau hotspot. Dengan demikian, arus informasi tidak hanya bergantung pada komunikasi suara, tetapi dapat didukung data yang lebih lengkap dan aktual.

    Eddy menilai kecepatan penyampaian informasi menjadi semakin penting karena kondisi karhutla dapat berubah dalam waktu singkat. Informasi mengenai perkembangan api, kondisi lapangan, hingga kebutuhan penanganan harus dapat diterima oleh pihak terkait secara berkesinambungan.

    Diskominfo Kobar, kata Eddy, juga siap mengawal kelancaran konektivitas selama dukungan tersebut masih dibutuhkan di lokasi operasi. Langkah itu menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap petugas dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla.

    “Kami siap mengawal kelancaran komunikasi dan konektivitas di lapangan. Harapannya, dukungan ini dapat membantu seluruh unsur yang terlibat bekerja lebih cepat, terkoordinasi, dan berbasis data,” katanya.

    Pemasangan internet satelit di Posko Karhutla KM 20 menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan kekuatan personel dan peralatan pemadaman, tetapi juga dukungan sistem komunikasi yang mampu menjangkau lokasi operasi.

    Dengan konektivitas yang lebih baik, informasi dari lapangan diharapkan dapat bergerak lebih cepat untuk mendukung penanganan karhutla Kobar secara efektif dan terukur.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Duka Kotawaringin Lama, Relawan Karhutla Aries Sutio Luthfil Hadi Berpulang

    Duka Kotawaringin Lama, Relawan Karhutla Aries Sutio Luthfil Hadi Berpulang

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kabar duka menyelimuti Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Aries Sutio Luthfil Hadi, telah berpulang.

    Kepergian Aries meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sesama relawan, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Kotawaringin Lama. Sosoknya dikenang sebagai relawan yang turut mengambil bagian dalam upaya penanganan karhutla di wilayah tersebut.

    Selama menjalankan tugas kemanusiaan, Aries ikut berada di garis depan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Tugas tersebut tidak mudah karena para relawan harus berhadapan dengan kondisi lapangan yang penuh risiko, mulai dari panas, asap, hingga medan yang sulit dijangkau.

    Dedikasi itu pula yang membuat kepergian Aries menjadi kehilangan bagi mereka yang pernah bekerja dan berjuang bersamanya dalam penanganan karhutla.

    Pemerintah Kecamatan Kotawaringin Lama menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Aries. Pengabdian almarhum selama menjadi relawan karhutla dinilai telah memberikan kontribusi bagi upaya perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

    Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, turut menyampaikan penghormatan dan belasungkawa. Ia mengenang Aries sebagai sosok yang telah memberikan tenaga dan waktu dalam membantu penanganan karhutla di wilayah Kotawaringin Lama.

    Pemerintah Kecamatan Kotawaringin Lama mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampuni segala khilaf dan salahnya, serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

    “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Selamat jalan, Aries Sutio Luthfil Hadi. Terima kasih atas pengabdianmu untuk lingkungan dan masyarakat. Al-Fatihah,” ucap Trias.

    Ucapan duka juga datang dari Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah. Ia menyebut Aries sebagai salah satu pejuang karhutla yang telah memberikan kontribusi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kobar.

    “Almarhum adalah pejuang karhutla,” ujar Nurhidayah.

    Kepergian Aries menjadi kehilangan bagi keluarga maupun rekan-rekan seperjuangannya. Namun, dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjadi relawan diharapkan menjadi amal kebaikan dan terus dikenang masyarakat.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!