INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Hujan deras yang mengguyur Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, belum sepenuhnya mengusir kabut asap berwarna kuning. Di tengah harapan udara kembali bersih, asap masih bertahan, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya padam.
Fenomena ini menunjukkan bahwa hujan tidak selalu menjadi akhir dari persoalan asap. Meski air hujan dapat membantu membersihkan partikel polutan di atmosfer, dampaknya bergantung pada intensitas dan durasi hujan serta konsentrasi asap yang masih melayang di udara.
Prakirawan BMKG Iskandar Kotawaringin Barat, Afif Rowina Khairi, menjelaskan warna kuning hingga oranye pada kabut asap berkaitan dengan interaksi cahaya matahari dan partikel halus di atmosfer.
Partikel tersebut dapat berasal dari pembakaran vegetasi dan lahan gambut, termasuk karbon hitam serta PM2.5. Ketika cahaya matahari menembus lapisan partikel itu, hamburan cahaya dapat membuat asap tampak kekuningan atau jingga.
Hujan deras pun belum tentu mampu menghilangkan seluruh partikel tersebut. Jika hujan berlangsung singkat atau tidak merata, sebagian polutan masih dapat bertahan setelah hujan berhenti.
Persoalan lain terletak pada sumber asap yang belum sepenuhnya berhenti. Selama kebakaran masih berlangsung, asap baru dapat terus dilepaskan ke atmosfer dan memperpanjang keberadaan kabut di udara.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar menyebutkan, karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Kondisi ini membuat upaya pemadaman tetap menjadi faktor penting dalam mengurangi produksi asap.
Hujan yang turun di Pangkalan Bun juga tidak otomatis memadamkan titik api di kawasan lain. Perbedaan lokasi kebakaran dan sebaran hujan membuat kondisi setiap wilayah tidak selalu sama.
Warna asap yang menguning bukan ukuran pasti tingkat bahaya udara. Untuk mengetahui kualitas udara, diperlukan pengukuran konsentrasi polutan, terutama PM2.5. Masyarakat tetap perlu waspada apabila kabut asap masih pekat meski hujan telah turun.
Hujan membawa harapan untuk meredakan karhutla, tetapi udara bersih tidak selalu datang bersamaan dengan turunnya hujan. Selama sumber asap masih aktif dan partikel polutan bertahan di atmosfer, kabut kuning masih berpotensi menyelimuti Pangkalan Bun dan sekitarnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian