Kategori: Kotawaringin Barat

  • Jelang Porprov, ICF Puji Venue Balap Sepeda Kobar: Standar Nasional

    Jelang Porprov, ICF Puji Venue Balap Sepeda Kobar: Standar Nasional

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), kesiapan venue balap sepeda di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendapat perhatian. Fasilitas kategori Mountain Bike (MTB) itu dipuji Ikatan Cycling Federation (ICF) Kobar setelah ditinjau langsung bersama perwakilan Pemprov Kalimantan Tengah, Sabtu (19/9/2026).

    Peninjauan dilakukan setelah Pemprov Kalteng bidang balap sepeda menggelar rapat di Kantor KONI Kobar bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kobar. Usai rapat, rombongan langsung bergerak menuju venue MTB untuk melihat kondisi lintasan dan fasilitas yang telah disiapkan.

    Ketua KONI Kobar Hj Fatmawati, didampingi sejumlah anggota KONI Kobar, turut meninjau venue tersebut. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan sarana balap sepeda menjelang agenda olahraga tingkat provinsi.

    Fatmawati mengatakan keberadaan venue yang representatif menjadi bagian penting dalam mendukung pembinaan atlet balap sepeda. Menurutnya, fasilitas yang telah dibangun harus dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama dalam menghadapi berbagai agenda pertandingan.

    “Yang paling penting venue ini bisa dimanfaatkan untuk pembinaan atlet dan mendukung kesiapan balap sepeda Kobar menghadapi Porprov,” ujar Fatmawati.

    Ia mengapresiasi koordinasi antara Pemprov Kalteng, Pemkab Kobar, Dispora dan KONI Kobar dalam mendukung pembangunan sarana olahraga. Menurut Fatmawati, sinergi tersebut diperlukan agar persiapan cabang olahraga balap sepeda berjalan dengan baik.

    Ketua ICF Kobar H. Ali Rahmat, SH, mengatakan pihaknya mengapresiasi pemerintah daerah dan kinerja KONI Kobar dalam pembangunan venue balap sepeda tersebut. Penilaian itu disampaikan setelah melihat langsung kondisi venue kategori MTB.

    “Ini standar nasional. Kami tidak menyangka pembangunan ini begitu bagus,” kata Ali Rahmat.

    Menurut Ali, venue tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan balap sepeda di Kobar. Selain mendukung persiapan menghadapi Porprov, fasilitas itu dapat digunakan sebagai tempat latihan atlet untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding.

    Ali berharap venue balap sepeda tersebut terus dirawat dan dikembangkan setelah Porprov. Dengan fasilitas yang memadai serta pembinaan yang berkelanjutan, ia berharap atlet balap sepeda Kobar semakin siap menghadapi kompetisi di tingkat provinsi maupun jenjang berikutnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Saat Api Belum Padam, BGA Group Kirim Bantuan untuk Pejuang Karhutla Kobar

    Saat Api Belum Padam, BGA Group Kirim Bantuan untuk Pejuang Karhutla Kobar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Api karhutla belum sepenuhnya padam di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Saat sebagian warga beraktivitas seperti biasa, personel penanganan kebakaran masih berada di lapangan, berupaya mengendalikan api dan mencegahnya menjalar ke area lain.

    Di tengah penanganan yang masih berlangsung itu, PT BGA dan PT ASMR yang tergabung dalam BGA Group menyalurkan bantuan logistik kepada dua posko karhutla di Kobar, Jumat, 18 September 2026. Bantuan tersebut diserahkan ke Posko Penanganan Karhutla Kecamatan Kumai dan Kecamatan Kotawaringin Lama.

    Bantuan berupa sembako itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan selama proses penanganan karhutla. Dukungan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan dunia usaha dalam membantu penanganan bencana yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kobar.

    Corporate Affair (CA) Regional 5A dan 5B BGA Group, M Jauhari, mengatakan bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap upaya penanganan karhutla.

    “Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan para petugas yang berada di lapangan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi karhutla yang sampai sekarang masih terjadi,” kata Jauhari, Jumat, 18 September 2026.

    Menurut Jauhari, perhatian perusahaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. BGA Group juga menjaga kesiapsiagaan di wilayah operasional untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat berdampak terhadap areal perkebunan dan lingkungan masyarakat sekitar.

    Kesiapsiagaan dilakukan melalui koordinasi lapangan, pengecekan sarana pemadaman, serta penyiagaan personel Satgas perusahaan. “Kesiapsiagaan perusahaan merupakan wujud penguatan koordinasi lapangan, kesiapan personel, pengecekan sarana pemadaman, hingga peningkatan kesiapan personel Satgas perusahaan yang selalu standby,” ujarnya.

    Di Kecamatan Kotawaringin Lama, bantuan diserahkan perwakilan perusahaan dari Tim S2H yang terdiri atas unsur Mankam, Sustain, dan CSR. Penyerahan bantuan disaksikan Camat Kotawaringin Lama bersama jajaran perangkat kecamatan.

    Adapun di Kecamatan Kumai, bantuan diserahkan oleh perwakilan BGA Group melalui CA Regional 5A dan 5B, M Jauhari. Logistik tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan selama penanganan karhutla berlangsung.

    Karhutla bukan hanya soal api yang harus dipadamkan. Di balik penanganannya, ada personel yang terus bekerja menjaga agar kebakaran tidak meluas. Dukungan logistik dari BGA Group menjadi bagian dari upaya bersama antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi karhutla di Kobar.

    BGA Group memastikan pemantauan kondisi lapangan di wilayah operasional tetap dilakukan. Kesiapan personel dan sarana pemadaman juga dijaga sebagai langkah menghadapi potensi kebakaran di tengah kondisi karhutla yang masih berlangsung.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Taman Nasional Tanjung Puting Terbakar, Kobar Menanti Bantuan Water Bombing

    Taman Nasional Tanjung Puting Terbakar, Kobar Menanti Bantuan Water Bombing

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kotawaringin Barat. Hampir dua pekan petugas berjibaku menangani kebakaran di kawasan konservasi tersebut. Di tengah kondisi medan yang sulit dijangkau, pemerintah daerah masih menanti bantuan helikopter water bombing dari pemerintah pusat.

    Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah mengatakan penanganan kebakaran di TNTP menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan habitat berbagai satwa. Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api mengganggu kawasan konservasi.

    “Sudah hampir dua pekan kami berjibaku di sana. Kami berupaya agar api tidak mengganggu habitat satwa,” kata Nurhidayah, Sabtu (19/9/2026).

    Nurhidayah mengatakan Pemkab Kotawaringin Barat telah beberapa kali mengajukan permintaan bantuan helikopter water bombing. Permintaan tersebut disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Namun hingga Sabtu, bantuan helikopter yang dibutuhkan untuk memperkuat pemadaman di kawasan TNTP itu belum kunjung datang.

    “Kami sudah beberapa kali bersurat melalui BNPB untuk meminta water bombing, tapi sampai sekarang belum ada kabar,” ujarnya.

    Menurut Nurhidayah, Kotawaringin Barat belum masuk dalam wilayah yang menjadi prioritas bantuan water bombing. Saat ini, pemerintah pusat memprioritaskan empat wilayah, yakni Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, dan Kotawaringin Timur.

    Kobar dinilai masih mampu melakukan penanganan dengan kekuatan yang tersedia. Salah satu indikator yang menjadi pertimbangan adalah aktivitas penerbangan di Bandara Lanud Iskandar yang masih berjalan normal.

    Meski demikian, Nurhidayah menegaskan kondisi di lapangan berbeda. Sejumlah lokasi, khususnya di kawasan TNTP, sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga dukungan pemadaman dari udara sangat dibutuhkan.

    Selain helikopter, Pemkab Kobar juga meminta dukungan peralatan pemadam seperti mesin portable untuk memperkuat petugas di lapangan.

    “Kami betul-betul membutuhkan water bombing, khususnya untuk TNTP dan daerah yang sulit dijangkau,” kata Nurhidayah.

    Nurhidayah menegaskan TNTP merupakan kawasan konservasi yang sangat berharga dan menjadi habitat satwa. Karena itu, penanganan kebakaran di kawasan tersebut perlu mendapat dukungan agar api dapat dikendalikan dan tidak mengganggu habitat satwa. “Tanjung Puting ini aset yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Tumpeng Hari Perhubungan Nasional, Danlanud Iskandar Perkuat Sinergi dengan UPBU

    Tumpeng Hari Perhubungan Nasional, Danlanud Iskandar Perkuat Sinergi dengan UPBU

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Nasi tumpeng menjadi kejutan yang dibawa Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, M.Han., saat menyambangi Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar, Pangkalan Bun. Kunjungan itu dilakukan untuk memperingati Hari Perhubungan Nasional sekaligus mempererat komunikasi antara dua instansi yang memiliki peran dalam penyelenggaraan penerbangan di daerah.

    Nugroho datang bersama sejumlah pejabat utama Lanud Iskandar, termasuk para kepala dinas dan Komandan Satuan Polisi Militer. Rombongan tersebut disambut Kepala UPBU Kelas II Iskandar Asri Alie, S.Sos., M.E., bersama jajaran staf.

    Suasana pertemuan berlangsung hangat. Tidak ada agenda besar yang dibawa dalam kunjungan tersebut selain silaturahmi dan menyampaikan ucapan selamat dalam momentum Hari Perhubungan Nasional.

    Tumpeng kemudian diserahkan secara simbolis kepada Asri Alie. Tradisi sederhana itu menjadi bagian dari cara Lanud Iskandar menjaga hubungan baik dengan UPBU Iskandar yang selama ini berada dalam lingkup aktivitas penerbangan yang sama.

    Hubungan kedua instansi bukan semata soal seremoni. Dalam operasional bandar udara, koordinasi menjadi bagian penting, terutama dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas penerbangan.

    Karena itu, komunikasi lintas instansi perlu terus dipelihara. Persoalan di lapangan dapat membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi, sehingga hubungan kerja yang sudah terbangun menjadi modal penting ketika kedua pihak harus bekerja bersama.

    Kunjungan tersebut juga menunjukkan bahwa sinergi tidak selalu dibangun melalui rapat formal. Silaturahmi dalam suasana yang lebih cair dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan personal sekaligus menjaga jalur komunikasi antarlembaga.

    Bagi UPBU Kelas II Iskandar, dukungan dan koordinasi dengan berbagai unsur menjadi bagian dari upaya menjalankan pelayanan penerbangan. Sementara bagi Lanud Iskandar, komunikasi dengan pengelola bandar udara sipil merupakan bagian dari hubungan kerja di kawasan Pangkalan Bun.

    Momentum Hari Perhubungan Nasional pun dimanfaatkan untuk menjaga hubungan tersebut tetap berjalan. Perayaan tidak berhenti pada pemberian tumpeng, tetapi diarahkan pada hubungan kerja yang lebih solid dalam mendukung aktivitas penerbangan.

    Pertemuan Danlanud Iskandar dan Kepala UPBU Iskandar itu menjadi pengingat bahwa kelancaran transportasi udara membutuhkan kerja bersama. Di tengah aktivitas penerbangan yang terus berjalan, komunikasi dan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan, keamanan, dan keselamatan tetap terjaga.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Jejak Karier Rangga Lesmana, Dari Meja Kelurahan ke Posisi Strategis Pemprov Kalteng

    Jejak Karier Rangga Lesmana, Dari Meja Kelurahan ke Posisi Strategis Pemprov Kalteng

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Perjalanan karier Rangga Lesmana, S.IP., M.M., berawal dari lingkungan pemerintahan tingkat bawah sebelum kemudian membawanya ke sejumlah posisi strategis di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Jalan panjang itu dilalui melalui berbagai tugas pelayanan publik dan birokrasi di Kabupaten Kotawaringin Barat.

    Rangga yang lahir di Sukamara pada 22 Maret 1991, mengawali kariernya sebagai staf protokol di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. Dari posisi tersebut, ia mulai mengenal ritme kerja pemerintahan, termasuk tuntutan kedisiplinan, komunikasi dan pelayanan.

    Kariernya kemudian berlanjut di tingkat kelurahan. Ia dipercaya menjadi Sekretaris Kelurahan Mendawai sebelum mendapat amanah sebagai Lurah Raja. Posisi tersebut membuatnya berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan masyarakat di tingkat paling dekat dengan warga.

    Di Kelurahan Raja, Rangga menjalankan tugas pelayanan sekaligus mendorong sejumlah pembaruan dalam tata kelola pelayanan masyarakat. Pada 2020, kiprahnya mendapat penghargaan sebagai Lurah Terinovatif se-Kabupaten Kotawaringin Barat.

    Pengalaman di kelurahan menjadi salah satu tahapan penting sebelum Rangga mendapat tanggung jawab yang lebih luas. Setelah memimpin Kelurahan Raja, ia dipercaya menjadi Sekretaris Kecamatan Arut Selatan. Tugas tersebut memperluas pengalamannya dalam mengelola pemerintahan di tingkat kecamatan.

    Dari Kabupaten Kotawaringin Barat, perjalanan Rangga kemudian berlanjut ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Ia mendapat sejumlah penugasan yang membuat ruang kerjanya semakin luas, termasuk di sektor kepemudaan, perdagangan dan komunikasi pemerintahan.

    Di lingkungan Pemprov Kalteng, Rangga pernah dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga. Ia kemudian mendapat tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kalteng.

    Pada 26 Mei 2026, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melantik Rangga sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Jabatan tersebut membawa Rangga pada tanggung jawab yang berkaitan dengan dukungan administrasi dan operasional pemerintahan provinsi.

    Belum lama menjalankan tugas sebagai Kepala Biro Umum, Rangga kembali mendapat penugasan. Ia dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP Provinsi Kalimantan Tengah.

    Tugas di DPMPTSP menempatkannya pada bidang yang berkaitan langsung dengan pelayanan perizinan, investasi dan kemudahan berusaha. Pengalaman pelayanan yang dimulai dari tingkat kelurahan menjadi bagian dari perjalanan sebelum ia menangani urusan pemerintahan dengan cakupan lebih luas.

    Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman birokrasi Rangga dibangun melalui sejumlah tingkatan. Dari staf protokol, sekretaris kelurahan, lurah, sekretaris kecamatan hingga sejumlah jabatan di tingkat provinsi, setiap posisi memberinya pengalaman dengan karakter pekerjaan yang berbeda.

    Bagi birokrat muda, perjalanan Rangga menunjukkan bahwa karier pemerintahan merupakan rangkaian proses. Meja pelayanan di kelurahan menjadi salah satu tempat untuk memahami persoalan warga secara langsung, sebelum tanggung jawab itu berkembang ke lingkup pemerintahan yang lebih luas. Dari sana, langkah karier Rangga berlanjut hingga dipercaya mengisi posisi strategis di Pemprov Kalimantan Tengah.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Kemarau Panjang, 30.600 Pelanggan Perumdam Tirta Arut Tetap Terlayani Air

    Kemarau Panjang, 30.600 Pelanggan Perumdam Tirta Arut Tetap Terlayani Air

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kemarau panjang mulai mempengaruhi kualitas air yang disalurkan Perumdam Tirta Arut kepada pelanggan di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Air baku masih tersedia, tetapi sebagian telah terintrusi air laut sehingga terasa asin atau payau.

    Direktur Perumdam Tirta Arut Pangkalan Bun, Sapriansyah, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena curah hujan yang menurun menyebabkan debit sungai menyusut. Kondisi itu kemudian mendorong air laut masuk ke sungai dan mempengaruhi sumber air yang digunakan untuk pengolahan.

    Menurut Sapriansyah, intrusi air laut telah dirasakan sejak Agustus 2026 dan masih berlangsung hingga kini. Air yang terpengaruh intrusi tetap dapat disalurkan kepada pelanggan, namun tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi secara langsung.

    “Air terasa asin atau payau itu baru dirasakan sejak bulan Agustus sampai saat ini akibat kemarau panjang. Namun demikian, pelanggan dengan jumlah 30.600 tetap bisa terlayani air bersih, hanya saja kualitas airnya tidak layak untuk minum,” kata Sapriansyah, Kamis, 17 September 2026.

    Wilayah yang terdampak meliputi unit pelayanan Pangkalan Bun, Pangkalan Banteng, Pangkalan Lada, dan Bumi Harjo. Sementara itu, unit pelayanan Kotawaringin Lama dan Arut Utara belum mengalami kontaminasi air asin atau payau.

    Perumdam Tirta Arut menyatakan telah menyiapkan langkah menghadapi kemarau panjang agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan. Untuk kebutuhan konsumsi, masyarakat diminta menggunakan sumber air yang memenuhi standar, termasuk produk air minum Banyu Kinum.

    Selain berdampak terhadap kualitas air, kandungan air asin atau payau juga berpotensi mempengaruhi peralatan jaringan distribusi. Kandungan tersebut dapat mempercepat korosi pada sejumlah komponen, termasuk pompa dan meteran pelanggan, sehingga berpotensi memperpendek usia pakainya.

    Di tengah kondisi kemarau, kepercayaan masyarakat terhadap layanan Perumdam Tirta Arut disebut masih terjaga. Hal itu terlihat dari masih tingginya permohonan pemasangan sambungan baru. Kepatuhan pelanggan dalam membayar rekening air juga mencapai sekitar 95 persen, sedangkan lima unit pelayanan mencatat tingkat pembayaran hingga 100 persen.

    Perumdam Tirta Arut juga menyalurkan air bersih secara gratis kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama kemarau. Namun, Sapriansyah mengatakan masih terdapat ratusan permohonan distribusi air bersih yang belum dapat dilayani karena keterbatasan kapasitas.

    “Sampai saat ini masih ada ratusan pemohon yang belum kita layani karena melihat kemampuan kapasitas,” ujar Sapriansyah.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Kualitas Udara di Kobar Tembus Level Berbahaya, Warga Diminta Waspada

    Kualitas Udara di Kobar Tembus Level Berbahaya, Warga Diminta Waspada

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Warga Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, perlu membatasi aktivitas di luar rumah. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 pada Jumat pagi, 18 September 2026, mencapai 408,4 mikrogram per meter kubik (µg/m3) dan masuk kategori berbahaya.

    Angka tersebut tercatat pada pukul 07.10 WIB melalui alat pemantau PM2.5 Stasiun Meteorologi Iskandar. Kondisi ini menunjukkan paparan partikulat di udara sedang tinggi dan berpotensi menjadi persoalan bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

    Forecaster on Duty BMKG Kobar, Ni Kadek Trisna Dewi, S.Tr, mengatakan kondisi tersebut telah berfluktuasi sejak Kamis, 17 September 2026 pukul 03.00 WIB. Pemantauan menunjukkan kategori bergerak antara tidak sehat hingga berbahaya.

    Menurut Ni Kadek, masyarakat perlu memperhatikan kondisi tersebut sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Terlebih, konsentrasi PM2.5 masih dapat berubah dan kembali meningkat berdasarkan hasil pemantauan.

    Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup ketika seseorang berada di lingkungan dengan konsentrasi tinggi. Karena itu, paparan dalam kondisi seperti ini perlu dikurangi, terutama ketika warga tidak memiliki keperluan mendesak untuk keluar rumah.

    BMKG mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kondisi masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Imbauan ini menjadi penting karena angka tertinggi yang tercatat Jumat pagi sudah mencapai 408,4 µg/m3.

    Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, BMKG meminta penggunaan masker. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi paparan partikulat yang terhirup selama berada di luar ruangan.

    Masyarakat juga diminta memperhatikan kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara dan tidak mengabaikan perubahan kondisi yang terjadi dari waktu ke waktu.

    Pemantauan terhadap PM2.5 terus dilakukan oleh Stasiun Meteorologi Iskandar untuk mengetahui perkembangan kondisi di Kobar dan wilayah sekitarnya. Data tersebut dapat menjadi rujukan masyarakat dalam menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

    Pembaruan indeks kualitas udara dapat diakses melalui laman resmi Stasiun Meteorologi Iskandar BMKG. Dengan kondisi yang masih berada pada rentang tidak sehat hingga berbahaya, warga diminta tetap waspada dan mengurangi paparan udara luar sampai kondisi membaik.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Terjebak di Lahan Terbakar, Induk dan Bayi Orangutan di Kobar Berhasil Diselamatkan

    Terjebak di Lahan Terbakar, Induk dan Bayi Orangutan di Kobar Berhasil Diselamatkan

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Di tengah lahan yang terbakar, seekor induk orangutan ditemukan bersama bayinya yang masih berusia sekitar satu hingga dua bulan. Keduanya kemudian diselamatkan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama mitra di Kabupaten Kotawaringin Barat.

    Penyelamatan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026, di Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Keberadaan orangutan tersebut pertama kali dilaporkan kepada tim BKSDA setelah terlihat berada di kawasan lahan yang terbakar.

    Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka mengatakan laporan diterima dari Eko. Pengamatan di lokasi juga dibantu Suparto sebelum tim KSDA Wilayah II bersama mitra Orangutan Foundation International (OFI) menuju lokasi.

    Tim tiba sekitar pukul 14.04 WIB. Petugas kemudian melakukan upaya penyelamatan dengan pembiusan terhadap orangutan yang berada di atas pohon. Saat proses berlangsung, petugas mendapati satwa tersebut merupakan induk betina yang ternyata sedang bersama anaknya.

    Induk orangutan itu bernama Sari, betina berusia sekitar 20 tahun dengan berat 38,5 kilogram. Sementara anaknya juga betina, dengan perkiraan usia baru satu hingga dua bulan dan berat sekitar satu kilogram.

    Proses evakuasi keduanya tidak mudah. Setelah Sari dibius, tubuhnya masih tersangkut di atas pohon dalam kondisi tertidur. Salah seorang staf BKSDA kemudian memanjat pohon untuk membantu melepaskan induk orangutan tersebut.

    Evakuasi akhirnya berhasil dilakukan setelah sekitar dua jam. Sari dan anaknya kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi kedua satwa masih perlu diperiksa untuk memastikan keadaan kesehatan setelah ditemukan di kawasan terdampak kebakaran.

    Handi mengatakan pemeriksaan lanjutan akan dilakukan melalui pengujian laboratorium di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ). Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan Sari dan anaknya secara lebih menyeluruh.

    “Selanjutnya akan dilakukan pengujian laboratorium dan pemeriksaan lebih lanjut di OCCQ,” kata Handi, Jumat (18/9/2026).

    Dalam proses penyelamatan tersebut, BKSDA menurunkan dokter hewan Yudik Rizky dan Mujali. Dari mitra OFI, turut membantu dokter hewan Rani, Rio, dan Sigit. Penyelamatan dilakukan setelah laporan masyarakat diterima dan ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Ketua KONI Kobar Pantau TC,  Atlet Gymnastik Kobar Digembleng Pelatih Nasional

    Ketua KONI Kobar Pantau TC,  Atlet Gymnastik Kobar Digembleng Pelatih Nasional

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Persiapan atlet cabang olahraga Gymnastik Kotawaringin Barat menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah mulai digenjot. Training Camp (TC) atlet mendapat perhatian langsung dari Ketua KONI Kobar Hj Fatmawati yang hadir menyaksikan latihan di Aula Kyai Gede Pemkab Kobar, Jumat (18/9/2026).

    Fatmawati datang bersama sejumlah anggota KONI Kobar untuk melihat langsung proses TC sekaligus memberikan dukungan kepada para atlet Gymnastik yang dipersiapkan menghadapi Porprov Kalteng yang akan digelar di Kotawaringin Barat mendatang.

    Menurut Fatmawati, kehadiran KONI dalam TC menjadi bagian dari dukungan terhadap pembinaan atlet daerah. Ia ingin memastikan persiapan atlet berjalan serius dan terarah, sehingga para atlet memiliki bekal yang cukup untuk tampil pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

    TC kali ini mendapat tambahan amunisi dengan hadirnya pelatih dari tingkat nasional yang didatangkan dari Jakarta dan Surabaya. Kehadiran pelatih tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman serta meningkatkan kualitas latihan atlet Gymnastik Kobar.

    Fatmawati mengatakan KONI Kobar akan terus memberikan dukungan terhadap cabang olahraga yang tengah mempersiapkan atletnya menghadapi Porprov. Menurut dia, proses pembinaan tidak hanya dilakukan menjelang pertandingan, tetapi harus dibangun melalui latihan yang konsisten dan terukur.

    Ia juga mengapresiasi Pengcab Gymnastik Kobar yang terus melakukan persiapan dengan mendatangkan pelatih berpengalaman. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan atlet sekaligus mematangkan teknik sebelum memasuki persaingan Porprov.

    “Alhamdulillah hari ini saya datang sekaligus memberikan support kepada atlet Gymnastik dalam TC di Aula Kyai Gede Pemkab Kobar,” kata Fatmawati, Jumat (18/9/2026).

    Fatmawati berharap dukungan dari KONI, Pengcab, pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga semangat atlet selama menjalani TC. Ia meminta persiapan dilakukan secara maksimal agar atlet Gymnastik Kobar dapat tampil membawa nama daerah pada Porprov Kalteng mendatang.

    Ketua Pengcab Gymnastik Kobar, Fitryana, mengatakan TC tersebut diikuti atlet Gymnastik Kobar dengan pendampingan pelatih nasional dari Jakarta dan Surabaya, terdapat sejumlah pelatih yang terlibat dalam proses pembinaan, di antaranya Miss Mona, Dewi, dan Wela.

    “Kami serius dalam menghadapi Porprov agar mendapatkan hasil maksimal dan tentunya bisa menyumbangkan medali emas,” ujar Fitryana. Ia berharap pelaksanaan TC bersama pelatih nasional dapat memberikan dampak positif terhadap kesiapan atlet Gymnastik Kobar.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Karhutla Meluas, DPRD Kobar Soroti Keselamatan Relawan di Garis Depan

    Karhutla Meluas, DPRD Kobar Soroti Keselamatan Relawan di Garis Depan

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Di tengah upaya pemadaman yang terus dilakukan, keselamatan relawan yang berada langsung di garis depan turut menjadi perhatian DPRD Kobar.

    Wakil Ketua II DPRD Kobar, Sri Lestari, meminta pemerintah daerah dan instansi terkait tidak mengabaikan keselamatan serta kesehatan para relawan selama bertugas di lokasi Karhutla.

    Menurut Sri Lestari, relawan menghadapi berbagai risiko saat membantu pemadaman, mulai dari paparan asap, panas api hingga kondisi medan yang sulit. Karena itu, perlindungan terhadap mereka harus dipastikan sejak sebelum turun ke lapangan.

    “Keselamatan dan kesehatan para relawan Karhutla harus menjadi perhatian serius. Mereka berada di garis depan dalam upaya pemadaman,” kata Sri Lestari, Jumat (18/9/2026).

    Ia meminta kebutuhan perlengkapan keselamatan para relawan dipenuhi secara memadai. Salah satunya alat pelindung diri (APD), termasuk masker sesuai spesifikasi, sepatu boots safety dan perlengkapan lain yang dibutuhkan di lokasi kebakaran.

    Sri Lestari menilai APD bukan sekadar perlengkapan pendukung, tetapi bagian penting dari upaya melindungi relawan dari risiko yang mereka hadapi selama proses pemadaman.

    Selain perlengkapan, dukungan kesehatan juga perlu diperkuat. Pemeriksaan kesehatan dan penanganan medis harus mudah diakses, khususnya bagi relawan yang berulang kali turun ke lokasi dan terpapar asap dalam waktu lama.

    Menurutnya, penanganan Karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman api. Keselamatan seluruh personel yang terlibat, termasuk relawan, harus menjadi bagian dari strategi penanganan di lapangan.

    Sri Lestari juga mendorong upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran lahan. Setiap indikasi pelanggaran perlu ditindaklanjuti aparat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    “Penanganan Karhutla harus dilakukan bersama. Api dipadamkan, pencegahan diperkuat, tetapi keselamatan mereka yang bertugas juga harus menjadi prioritas,” tegas Sri Lestari.

    DPRD Kobar berharap koordinasi pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, relawan dan masyarakat terus diperkuat. Dengan demikian, penanganan Karhutla dapat berjalan maksimal tanpa mengesampingkan keselamatan personel yang berada di garis depan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!