INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kian pekat hingga mulai masuk ke ruangan. Kondisi ini dirasakan warga saat beraktivitas di dalam bangunan, sementara kualitas udara berdasarkan pemantauan yang disampaikan BMKG berada dalam kategori berbahaya, Senin (19/10/2026).
Ahmad Yani mengaku mengalami langsung kondisi tersebut saat memperpanjang surat kendaraan. Asap karhutla, kata dia, sudah masuk ke ruangan tempat pelayanan. Kondisi ini menambah kekhawatiran warga di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah Pangkalan Bun.
Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Fachruddin, mengatakan asap sejauh ini belum masuk ke ruangan rumah sakit. Ia menjelaskan ruangan rumah sakit dalam kondisi tertutup dan menggunakan pendingin udara atau AC.
Meski demikian, Fachruddin menilai tenaga kesehatan berpotensi lebih banyak terpapar asap karena harus menjalankan tugas setiap hari. Mereka bekerja dengan pembagian sif pagi, siang, dan malam sehingga tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang memburuk.
Afif Rowina Khairi dari BMKG Kotawaringin Barat menyampaikan bahwa hasil pemantauan kualitas udara pada pukul 10.00 WIB menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 708,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Berdasarkan informasi yang disampaikan, kualitas udara saat itu masuk kategori berbahaya.
Selain konsentrasi partikel halus yang tinggi, jarak pandang juga dilaporkan menurun seiring semakin pekatnya asap. BMKG turut mencatat peningkatan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kotawaringin Barat.
Data pemantauan yang disampaikan BMKG mencatat 1.932 titik panas di Kobar. Sebanyak 1.810 titik di antaranya berada di Kecamatan Kumai, menjadikannya wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak dalam data tersebut.
Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan asap dalam kondisi udara tercemar dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki masalah pernapasan.
BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap berada di dalam rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Jika harus keluar, warga disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus serta terus memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi.
Asap yang mulai masuk ke ruangan menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Di tengah kondisi udara yang dilaporkan berbahaya, penanganan karhutla dan perlindungan kesehatan warga perlu menjadi perhatian, terutama selama kualitas udara belum membaik.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian