Kategori: Kotawaringin Barat

  • BMKG Warning! Hujan Lokal Belum Redam Asap Kobar, Karhutla Masih Mengintai

    BMKG Warning! Hujan Lokal Belum Redam Asap Kobar, Karhutla Masih Mengintai

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Hujan sempat menyapa sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Namun, guyuran yang berlangsung singkat dan belum merata itu belum cukup untuk menghapus ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta membaiknya kualitas udara.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi udara Kobar masih mengkhawatirkan pada Kamis (10/9/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 bahkan sempat menembus 357,3 mikrogram per meter kubik (μg/m³) sekitar pukul 06.07 WIB.

    Angka tersebut masuk kategori BERBAHAYA berdasarkan status ISPU. Pantauan alat PM2.5 Stasiun Meteorologi Iskandar menunjukkan kualitas udara mengalami penurunan sejak dini hari hingga mencapai titik tertinggi menjelang pagi.

    Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin, Ni Kadek Trisna Dewi, S.Tr, mengatakan kondisi udara mulai menunjukkan kategori tidak sehat sekitar pukul 04.00 WIB. Selanjutnya, konsentrasi PM2.5 terus meningkat hingga masuk kategori berbahaya setelah pukul 06.00 WIB.

    Data BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.06 WIB masih berada di angka 25,3 μg/m³ atau kategori sedang. Angka kemudian bergerak menjadi 37,5 μg/m³, 29,6 μg/m³, hingga 51,4 μg/m³ pada pukul 03.06 WIB.

    Memasuki pukul 04.06 WIB, konsentrasi PM2.5 melonjak menjadi 83,2 μg/m³ dan masuk kategori tidak sehat. Satu jam kemudian, angkanya kembali melejit hingga 245,8 μg/m³ atau kategori sangat tidak sehat.

    Puncaknya terjadi sekitar pukul 06.07 WIB ketika konsentrasi PM2.5 mencapai 357,3 μg/m³. Kondisi tersebut menjadi alarm bahwa persoalan asap masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kobar.

    BMKG juga memantau tingkat kemudahan terbakar lapisan atas permukaan tanah melalui Fine Fuel Moisture Code (FFMC). Hasil pemetaan untuk 10 September 2026 menunjukkan Kobar dan wilayah sekitarnya masih berada pada kategori Very High atau sangat mudah terbakar.

    Menurut BMKG, hujan yang terjadi beberapa hari terakhir masih bersifat lokal. Untuk beberapa hari ke depan, cuaca diprakirakan masih didominasi cerah hingga berawan sehingga potensi penurunan kualitas udara akibat asap serta munculnya titik api masih perlu diwaspadai.

    Situasi ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak lengah hanya karena hujan sempat turun. Dengan kondisi lahan yang masih sangat mudah terbakar dan cuaca yang cenderung cerah hingga berawan, kewaspadaan terhadap karhutla harus tetap ditingkatkan agar asap tidak kembali memburuk dan mengganggu kualitas udara Kobar.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • KTH Meniti Fajar Buktikan Lahan Gambut Bisa Produktif, Panen 6 Ton Melon Tanpa Bakar di Tengah El Nino

    KTH Meniti Fajar Buktikan Lahan Gambut Bisa Produktif, Panen 6 Ton Melon Tanpa Bakar di Tengah El Nino

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar membuktikan lahan gambut tidak harus identik dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dengan pengelolaan tanpa pembakaran, kelompok tani ini mampu menjadikan lahan gambut sebagai lahan produktif dan menghasilkan sekitar 6 ton melon di tengah kondisi El Nino.

    Panen melon tersebut berlangsung di kawasan Wanawiyata Widya Karya KTH Meniti Fajar, Km 24 Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Rabu (9/9/2026). Melon dipanen dari lahan seluas 30 x 90 meter atau sekitar 2.700 meter persegi.

    Ketua KTH Meniti Fajar, Sarwani, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti keseriusan kelompoknya dalam mengembangkan pertanian di lahan gambut. Menurutnya, kondisi El Nino yang berdampak terhadap ketersediaan air tidak menyurutkan semangat anggota KTH untuk tetap bercocok tanam.

    “Alhamdulillah pada hari ini, di tengah kondisi El Nino kita masih bisa melakukan kegiatan panen melon. Dengan luas 30 x 90 meter, masih mampu menghasilkan kurang lebih 6 ton buah melon,” kata Sarwani.

    Bagi KTH Meniti Fajar, hasil panen tersebut bukan sekadar angka produksi. Mereka ingin menunjukkan bahwa lahan gambut dapat dikelola secara produktif sekaligus tetap menjaga prinsip pengelolaan tanpa bakar. Pengolahan lahan dilakukan dengan dukungan dan dorongan dari Dinas Pertanian serta pihak terkait.

    “Kami mampu melakukan pengolahan lahan gambut tanpa bakar. Ini menjadi salah satu komitmen kami dalam menjalankan kegiatan pertanian sekaligus mendukung program pemerintah,” ujarnya.

    Tantangan terbesar selama kondisi kering adalah ketersediaan air. Untuk mengantisipasinya, KTH Meniti Fajar membangun dua embung sebagai sumber cadangan air untuk mendukung aktivitas pertanian. Embung pertama berukuran 35 x 40 meter dengan kedalaman sekitar 7 meter, sedangkan embung kedua berukuran 15 x 25 meter dengan kedalaman sekitar 6 meter.

    Upaya mengembangkan lahan produktif juga tidak berhenti pada komoditas melon. KTH Meniti Fajar turut mengembangkan timun, pare dan gambas di lahan sekitar 4 hektare. Selain itu, tanaman semangka dikembangkan di lahan sekitar 5 hektare yang dibagi menjadi tiga tahap.

    Untuk tanaman semangka, tahap pertama seluas 2 hektare telah ditanami dan kini berusia sekitar 24 hari. Tahap kedua masih dalam proses penyemaian bibit, sementara tahap ketiga tengah menjalani pengolahan lahan sekitar 1 hektare. Pola tersebut menjadi bagian dari upaya KTH menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

    Sarwani mengatakan melon yang dipanen memiliki masa tanam sekitar 63 hari. Dari lahan seluas 2.700 meter persegi tersebut, keuntungan yang diperoleh diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta. Hasil ini menjadi tambahan motivasi bagi kelompok untuk terus mengembangkan pertanian di lahan gambut.

    Sarwani berharap apa yang dilakukan KTH Meniti Fajar dapat terus berkelanjutan dan menjadi contoh bahwa lahan gambut bisa memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan tepat tanpa pembakaran. “Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. Hari ini kami membuktikan bahwa kami sungguh-sungguh melakukan dan mendukung program pemerintah di bidang pertanian,” pungkasnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Karhutla Kobar Belum Reda, Bupati Nurhidayah Apresiasi Korintiga Turun Tangan

    Karhutla Kobar Belum Reda, Bupati Nurhidayah Apresiasi Korintiga Turun Tangan

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus dilakukan. Di tengah kondisi tersebut, dukungan dunia usaha kembali mengalir untuk membantu masyarakat dan memperkuat penanganan bencana.

    PT Korintiga Hutani turun tangan dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Pemerintah Kabupaten Kobar. Bantuan tersebut diserahkan ke Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Rabu (9/9/2026).

    Bantuan itu diterima langsung oleh Bupati Kobar Hj. Nurhidayah. Kehadiran bantuan dari perusahaan tersebut mendapat apresiasi dari orang nomor satu di Kabupaten Kotawaringin Barat itu.

    “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Korintiga Hutani atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana kebakaran,” ujar Nurhidayah.

    whatsapp image 2026 09 09 at 23.01.32 (1)
    PT Korintiga Hutani menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Pemerintah Kabupaten Kobar. (Ist)

    Adapun bantuan yang disalurkan PT Korintiga Hutani terdiri atas 1.000 kilogram beras, 100 kotak masker, 25 dus sarden, 100 dus mi instan, serta 150 dus air mineral gelas.

    Menurut Nurhidayah, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan berupa kebutuhan pokok. Di tengah kondisi karhutla yang masih membutuhkan penanganan, kepedulian perusahaan menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

    Nurhidayah menegaskan, penanganan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah seorang diri. Kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat dibutuhkan agar respons terhadap kondisi darurat dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

    “Semangat gotong royong seperti ini sangat kami harapkan. Ketika pemerintah, dunia usaha dan masyarakat bersama-sama bergerak, penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih cepat dan kebutuhan masyarakat terdampak bisa segera terpenuhi,” katanya.

    Bupati berharap kepedulian seperti yang ditunjukkan PT Korintiga Hutani dapat terus tumbuh selama penanganan karhutla berlangsung. Bantuan yang diberikan diharapkan segera dimanfaatkan untuk masyarakat terdampak maupun mendukung kebutuhan petugas di lapangan.

    Turunnya PT Korintiga Hutani menjadi salah satu bentuk dukungan dunia usaha terhadap pemerintah daerah dalam menghadapi karhutla. Sinergi tersebut sekaligus memperkuat semangat gotong royong untuk meringankan beban masyarakat Kobar di tengah bencana.

    Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Kobar terus mendorong penanganan karhutla secara bersama-sama. Bagi Nurhidayah, keterlibatan dunia usaha seperti PT Korintiga Hutani menunjukkan bahwa menghadapi bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • 1.200 Hektare Taman Nasional Tanjung Puting Terbakar, Habitat Orangutan Terancam

    1.200 Hektare Taman Nasional Tanjung Puting Terbakar, Habitat Orangutan Terancam

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejak 26 Agustus 2026, api terus membakar kawasan konservasi hingga luas areal yang terbakar mencapai sekitar 1.200 hektare.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kawasan yang terbakar merupakan bagian dari habitat orangutan. Api yang berada di dalam kawasan taman nasional juga membuat upaya pemadaman tidak mudah dilakukan oleh petugas di lapangan.

    Kepala Balai TNTP Yohan Hendratmoko mengatakan, titik kebakaran berada di kawasan Desa Sungai Cabang dan Tanjung Pulau. Sebagian besar lokasi yang terbakar merupakan areal bergambut dan rawa sehingga memiliki tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

    “Kawasan TNTP yang masuk dalam administrasi wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang terbakar saat ini seluas 1.200 hektare. Personel kami yang dibantu PT Kumai Sentosa maupun Masyarakat Peduli Api bekerja sama untuk menghalau agar api tidak menyebar lebih luas,” kata Yohan, Rabu (9/9/2026).

    Menurut Yohan, persoalan utama yang dihadapi petugas adalah lokasi kebakaran yang berada jauh di dalam kawasan TNTP. Akses menuju titik api cukup sulit, sementara sumber air untuk mendukung pemadaman dari darat juga tidak tersedia.

    “Karena lokasi yang terbakar berada di dalam sehingga kami kesulitan untuk menjangkau. Untuk itu kami sangat mengharapkan bantuan helikopter water bombing BNPB untuk pemadaman dari atas, karena lokasinya sangat jauh dan sumber air tidak ada,” ujarnya.

    Balai TNTP mengerahkan personel yang tersedia untuk mempercepat penanganan. Saat ini terdapat 114 personel Balai TNTP yang memiliki tugas berbeda, mulai dari pengelolaan kawasan hingga pelayanan wisata. Namun, di tengah kondisi karhutla, penanganan kebakaran menjadi prioritas.

    Kebakaran di kawasan TNTP juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan habitat orangutan. Taman nasional tersebut tidak hanya menjadi kawasan konservasi, tetapi juga lokasi rehabilitasi dan penelitian satwa yang menjadi salah satu ikon Kalimantan.

    Meski api membakar kawasan TNTP, Yohan memastikan sejumlah lokasi kunjungan wisatawan masih aman. Pondok Tanggui yang menjadi salah satu pusat rehabilitasi orangutan dan Camp Leakey sebagai kawasan rehabilitasi serta riset orangutan hingga kini masih dalam kondisi aman.

    “Untuk lokasi kunjungan wisatawan seperti di Pondok Tanggui dan Camp Leakey masih aman. Wisatawan masih banyak berkunjung karena sebagian besar wisatawan mancanegara sudah jauh hari melakukan pemesanan untuk kunjungan ke TNTP,” kata Yohan.

    Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan penanganan karhutla di kawasan TNTP menjadi salah satu prioritas Satgas Karhutla Kobar. Selain TNTP, kawasan hutan Danau Masorain yang juga berkaitan dengan habitat orangutan turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

    Nurhidayah menegaskan bahwa penyelamatan kawasan tersebut bukan hanya menyangkut keberadaan orangutan, tetapi juga kepentingan manusia dan pengembangan riset. Karena itu, seluruh unsur diminta bergotong royong menghadapi kebakaran sembari menunggu dukungan helikopter water bombing BNPB.

    “Orangutan dan manusia keduanya sama-sama penting untuk diselamatkan dari karhutla ini. Keterbatasan sarana prasarana bukan berarti tim tidak bisa berbuat. Dengan gotong royong seluruh komponen yang terlibat maka kesulitan dan kendala di lapangan akan dapat teratasi,” ujar Nurhidayah.

    Kini, api dan waktu menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Dengan sekitar 1.200 hektare kawasan TNTP yang telah terbakar, upaya pemadaman terus dilakukan agar kobaran api tidak meluas dan semakin mengancam habitat orangutan di kawasan konservasi tersebut.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • KTH Meniti Fajar Bangkitkan Pertanian Warga KM 24 Lewat Budidaya Melon

    KTH Meniti Fajar Bangkitkan Pertanian Warga KM 24 Lewat Budidaya Melon

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar terus mendorong masyarakat di kawasan KM 24 untuk mengembangkan potensi pertanian lokal. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah budidaya melon yang dilakukan masyarakat setempat di tengah tantangan cuaca kering akibat fenomena El Nino.

    Ketua KTH Meniti Fajar, Sarwani, mengatakan budidaya melon menjadi salah satu kegiatan yang dijalankan masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan sekaligus meningkatkan produktivitas warga. Para petani terlibat langsung dalam berbagai tahapan budidaya hingga tanaman siap dipanen.

    Lurah Raja Seberang, Yaumil Bahsin, mengapresiasi keberadaan kelompok tani tersebut. Menurutnya, KTH Meniti Fajar menunjukkan bahwa masyarakat lokal memiliki kemampuan untuk mengembangkan pertanian dengan menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman.

    “Rata-rata petani menanam melon. Saya sangat bangga dengan mereka, ternyata masyarakat bisa beradaptasi dengan perkembangan,” kata Yaumil.

    Dia menjelaskan, budidaya melon bukan pekerjaan yang mudah. Petani harus memiliki ketelitian dan kesabaran, terutama ketika memasuki tahap pembibitan. Kesalahan pada tahap awal dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman berikutnya.

    Namun, tantangan tersebut mampu dilewati berkat keuletan para anggota kelompok tani. Mereka menjalankan proses budidaya mulai dari pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman hingga perawatan tanaman secara bertahap.

    “Proses budidaya melon tergolong agak rumit, terutama di masa pembibitan. Tetapi dengan keuletan dan semangat masyarakat, khususnya petani melon, semua bisa dilewati,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

    Menurut Yaumil, keberadaan KTH Meniti Fajar juga menjadi contoh bagaimana kelompok tani dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang mereka miliki. Apalagi sebagian besar proses budidaya dilakukan langsung oleh warga lokal.

    “Yang mantap, semua proses ini rata-rata dilakukan penduduk lokal setempat. Mereka sendiri yang mengelola dan merawatnya,” ungkapnya.

    Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan tantangan El Nino, Yaumil menilai semangat KTH Meniti Fajar dan para petani patut dipertahankan. Kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar kegiatan pertanian masyarakat tetap berjalan.

    “Bagi saya ini membanggakan. Mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan dan terus berusaha mengembangkan pertanian,” pungkas Yaumil.

  • Karhutla Merambah ke Sungai Cabang, Bupati Kobar Ajak Semua Pihak Jaga TNTP

    Karhutla Merambah ke Sungai Cabang, Bupati Kobar Ajak Semua Pihak Jaga TNTP

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus menjadi perhatian serius. Kini, titik kebakaran mulai terdeteksi di wilayah Sungai Cabang, Kecamatan Kumai, yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

    Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, kondisi tersebut membutuhkan penanganan bersama karena Sungai Cabang berada di wilayah selatan Kecamatan Kumai dan berbatasan langsung dengan kawasan TNTP. Jarak serta kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas untuk menjangkau lokasi.

    “Kami mendapat laporan di Sungai Cabang sudah mulai. Kita tidak mungkin menjangkau dengan cepat ke sana. Apalagi ini sudah masuk di dalam Taman Nasional Tanjung Puting,” kata Nurhidayah.

    Menurut Nurhidayah, kawasan TNTP memiliki nilai penting sehingga potensi meluasnya karhutla harus dicegah sedini mungkin. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari langkah penanganan yang paling efektif, termasuk dukungan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

    Ia mengapresiasi kerja seluruh personel Satgas Karhutla Kobar yang selama ini berjibaku menangani kebakaran di berbagai wilayah. Penanganan tersebut melibatkan TNI, Polri, relawan, organisasi kemasyarakatan serta masyarakat yang ikut memberikan dukungan di lapangan.

    Namun, penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya sumber air yang semakin sulit diperoleh akibat kondisi sejumlah wilayah yang mulai mengalami kekeringan. Petugas bahkan harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan air.

    Selain air, kebutuhan BBM juga menjadi persoalan dalam operasional pemadaman. Kendaraan dan peralatan yang digunakan Satgas membutuhkan pasokan BBM agar dapat terus bergerak menuju lokasi kebakaran yang memiliki jarak dan medan cukup berat.

    “Kondisi anggaran kita memang ada BTT, tetapi untuk menanggulangi dengan kondisi seperti ini sangat terbatas. Harapannya ada pihak-pihak yang mau membantu, baik berupa logistik maupun BBM,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

    Nurhidayah menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan Satgas. Ia mengajak perusahaan, masyarakat, relawan, organisasi kemasyarakatan hingga perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa untuk ikut mengambil peran dalam pencegahan maupun penanganan kebakaran.

    Camat, lurah dan kepala desa di wilayah rawan juga diminta aktif turun ke masyarakat. Mereka diharapkan dapat memperkuat sosialisasi agar warga tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.

    Bupati juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang kering dan angin yang berubah-ubah membuat api kecil dapat dengan cepat menyebar. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sepele aktivitas yang berpotensi memunculkan titik api.

    Pemerintah Kobar kini terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan dukungan penanganan. Nurhidayah berharap bantuan seperti water bombing dapat digunakan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses, terutama di wilayah yang berdekatan dengan TNTP.

    “Kita terus ikhtiar dan berdoa semoga segera turun hujan. Tetapi yang paling penting, semua elemen harus bergerak bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kepentingan kita bersama untuk menjaga wilayah Kobar dan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting,” pungkasnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • HUT ke-25 Demokrat di Kobar Digelar Sederhana, Bambang Purwanto Ingatkan Kader Tetap Dekat dengan Rakyat

    HUT ke-25 Demokrat di Kobar Digelar Sederhana, Bambang Purwanto Ingatkan Kader Tetap Dekat dengan Rakyat

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – DPC Partai Demokrat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat secara sederhana, Rabu (9/9/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor DPC Partai Demokrat Kobar dengan dihadiri jajaran pengurus, unsur pimpinan, kader, serta tokoh masyarakat.

    Sekretaris DPC Partai Demokrat Kobar, Rachmat Sonny, mengatakan peringatan tersebut merupakan puncak rangkaian HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar di seluruh Indonesia.

    “9 September 2026 ini menjadi puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Di Kobar, rangkaian kegiatannya sudah dimulai sejak Juli dan ditutup dengan perlombaan pada 23 Agustus lalu,” kata Rachmat.

    Menurut Rachmat, pelaksanaan puncak HUT di Kobar dibuat sederhana. Hal itu sesuai arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat agar peringatan di daerah dilaksanakan secara sederhana melalui kegiatan syukuran.

    “Untuk di Kobar kita melaksanakan syukuran secara sederhana sesuai dengan instruksi DPP. Namun yang terpenting adalah semangat memperingati hari jadi partai tetap kita jaga,” ujarnya.

    whatsapp image 2026 09 09 at 15.21.16
    Perayaan sederhana HUT Demokrat di Kobar. (Ist)

    Sejumlah unsur pimpinan, pengurus partai dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Kobar, Bambang Purwanto, bersama anggota DPRD Kobar dari Fraksi Demokrat tidak dapat menghadiri kegiatan di Kobar karena sedang mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di tingkat DPP.

    Meski tidak hadir langsung di Kobar, Bambang Purwanto tetap memberikan pesan kepada jajaran kader Demokrat di daerah. Ketua DPC Partai Demokrat Kobar itu mengingatkan agar kader tidak kehilangan kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Bambang menilai masih banyak masyarakat yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, kader Demokrat diminta tidak hanya aktif dalam kegiatan politik, tetapi juga memahami kondisi nyata masyarakat di daerah.

    Pesan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidato HUT ke-25 Partai Demokrat. AHY mengingatkan kader agar tidak abai terhadap berbagai persoalan yang masih dirasakan rakyat.

    “Harus kita akui dengan jujur, masih banyak keluarga yang bekerja keras, tetapi merasa hidup belum semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan. Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah,” kata AHY.

    AHY juga meminta kader Demokrat mengawal kebijakan pemerintah yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Menurutnya, Demokrat yang menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus ikut memastikan program-program strategis pemerintah berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi rakyat.

    “Kita tidak boleh mengabaikannya, jangan menjauh dari kenyataan. Dengarkan, pahami, dan perjuangkan jalan keluarnya. Sebab di balik setiap angka ekonomi, ada kehidupan manusia,” tegas AHY.

    Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Kobar pun menjadi momentum bagi jajaran DPC dan kader untuk memperkuat komitmen tetap hadir di tengah masyarakat. Kesederhanaan perayaan tidak mengurangi makna hari jadi, sekaligus menjadi pengingat bagi kader Demokrat Kobar untuk terus mendengar dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Api Karhutla Berkobar di Kotawaringin Lama, BGA Suntik BBM untuk Satgas

    Api Karhutla Berkobar di Kotawaringin Lama, BGA Suntik BBM untuk Satgas

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, mendapat perhatian dari berbagai pihak. Di tengah upaya Satgas Karhutla memadamkan api, Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group turun tangan memberikan dukungan berupa bahan bakar minyak (BBM).

    Bantuan BBM tersebut disalurkan ke Posko Satgas Karhutla Kotawaringin Lama untuk menunjang kebutuhan operasional petugas di lapangan. Dukungan ini diharapkan membantu mobilitas personel dalam menjangkau lokasi kebakaran.

    Corporate Affair (CA) atau Humas Regional Kotawaringin BGA Group, Muhammad Jauhari, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap penanganan karhutla yang terjadi di wilayah Kotawaringin Lama.

    Menurut Jauhari, penanganan karhutla membutuhkan dukungan dan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah dan Satgas Karhutla tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya sinergi dengan perusahaan maupun masyarakat.

    “Bantuan ini sebagai bentuk dukungan kami untuk membantu Satgas Karhutla dalam penanganan kebakaran di wilayah Kotawaringin Lama,” ujar Jauhari, Rabu (9/9/2026).

    BBM menjadi salah satu kebutuhan penting bagi petugas karena mobilitas menuju lokasi kebakaran membutuhkan kendaraan operasional. Terlebih, kondisi medan di sejumlah titik kebakaran cukup sulit sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau sumber api.

    Dukungan tersebut diharapkan dapat membuat pergerakan Satgas Karhutla lebih maksimal. Petugas bisa lebih cepat menuju lokasi ketika mendapat laporan adanya titik kebakaran yang perlu segera ditangani.

    Jauhari menambahkan, persoalan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam. Dunia usaha dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah serta membantu penanganan kebakaran.

    Selain membantu proses pemadaman, upaya pencegahan juga harus terus diperkuat. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan kering dan rawan terbakar.

    Dengan dukungan berbagai pihak, penanganan karhutla di Kotawaringin Lama diharapkan semakin optimal. Bantuan BGA menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendukung Satgas menghadapi kebakaran sekaligus menekan risiko meluasnya api ke wilayah lainnya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Napas di Ujung Selang, Prajurit TNI AU Salat dan Berdoa di Tengah Karhutla Kobar

    Napas di Ujung Selang, Prajurit TNI AU Salat dan Berdoa di Tengah Karhutla Kobar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Di tengah panas dan kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, para prajurit TNI AU Lanud Iskandar terus berjibaku melakukan pemadaman.

    Di antara aktivitas tersebut, Sertu Guntur Priyo menyempatkan diri menunaikan salat. Ketika personel lain masih berjibaku dengan tugas, ia mengambil waktu sejenak untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.

    Usai salat, Sertu Guntur melanjutkan dengan berdoa. Ia memohon keselamatan bagi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla dan berharap hujan segera turun untuk membantu mengatasi kebakaran.

    Doa menjadi bagian dari ikhtiar di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah. Setelah selesai beribadah, Sertu Guntur kembali bergabung dengan rekan-rekannya untuk melanjutkan pemadaman di lokasi karhutla.

    Pekerjaan para prajurit di lapangan dihadapkan pada berbagai tantangan. Panas, asap tebal, serta medan yang sulit membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga dan ketahanan fisik.

    Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan, apa yang dilakukan Sertu Guntur merupakan bagian dari kedisiplinan prajurit untuk menghadap Sang Pencipta sekaligus menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang prajurit.

    “Yang dilakukan Sertu Guntur adalah bagian dari kedisiplinan menghadap kepada Sang Pencipta dan juga tanggung jawab sebagai prajurit,” ujar Nugroho.

    Nugroho menegaskan, para prajurit pantang mundur dalam menjalankan tugas sebelum ada perintah. Mereka tetap dituntut menjalankan tanggung jawab meskipun kondisi di lapangan penuh tantangan.

    Menurut dia, penanganan karhutla membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Kedisiplinan, kekompakan, serta keteguhan menjadi bekal penting bagi personel selama berada di lokasi kebakaran.

    Di tengah napas yang berat akibat panas dan asap, salat dan doa menjadi bagian dari perjalanan para prajurit. Setelah menghadap Sang Pencipta, mereka kembali menggenggam selang pemadam dan melanjutkan tugas, dengan harapan api segera padam dan hujan turun membasahi lahan yang terbakar.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Haornas jadi Momentum Kebangkitan Olahraga Kobar Menuju Porprov 2026

    Haornas jadi Momentum Kebangkitan Olahraga Kobar Menuju Porprov 2026

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi momentum bagi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) untuk membangkitkan semangat olahraga daerah sekaligus memperkuat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kobar, Alfan Kusnaini, mengatakan Haornas harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam membangun olahraga daerah. Terlebih, Kobar akan menjadi tuan rumah Porprov Kalteng 2026.

    Menurut Alfan, keberhasilan olahraga daerah tidak hanya ditentukan oleh atlet saat bertanding. Pembinaan yang berkelanjutan, dukungan fasilitas, kualitas pelatih, serta sinergi antara pemerintah dan organisasi olahraga menjadi bagian penting dalam membangun prestasi.

    “Haornas ini menjadi momentum kebangkitan olahraga Kobar. Dispora bersama KONI harus terus bersinergi dan berjalan bersama untuk membangun talenta-talenta olahraga yang ada di Kobar,” ujar Alfan.

    Ia menegaskan, persiapan menuju Porprov 2026 harus menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Atlet yang dipersiapkan saat ini diharapkan tidak hanya mampu tampil pada Porprov, tetapi juga menjadi bagian dari regenerasi olahraga Kobar ke depan.

    Alfan juga berharap momentum Porprov yang digelar di Kobar dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga daerah. Ajang tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi atlet Kobar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan yang selama ini dilakukan.

    Sementara itu, Ketua KONI Kobar, Hj Fatmawati, menyambut baik penguatan sinergi bersama Dispora. Menurutnya, KONI bersama cabang olahraga terus berupaya mempersiapkan atlet agar dapat memberikan penampilan terbaik pada Porprov 2026.

    “Kita ingin Dispora dan KONI bersatu. Dengan kebersamaan, pembinaan atlet akan lebih kuat dan terarah. Haornas ini menjadi momentum bagi kita untuk bersama-sama membangkitkan olahraga Kobar,” kata Fatmawati, Rabu (9/9/2026).

    Fatmawati menambahkan, keberadaan talenta muda menjadi perhatian penting dalam pembinaan olahraga. Regenerasi harus terus berjalan agar Kobar memiliki atlet-atlet potensial yang mampu mengukir prestasi tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga ke tingkat yang lebih tinggi.

    Dengan semangat Haornas dan persiapan menuju Porprov 2026, Dispora dan KONI Kobar berkomitmen memperkuat kolaborasi. Kebangkitan olahraga diharapkan tidak berhenti pada perhelatan Porprov, tetapi menjadi awal dari pembinaan yang lebih konsisten dan berkelanjutan bagi olahraga Kobar.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!