Kategori: Kotawaringin Barat

  • Orangutan Masuk Kawasan Karhutla Km 24 Kobar, BKSDA Kehilangan Jejak

    Orangutan Masuk Kawasan Karhutla Km 24 Kobar, BKSDA Kehilangan Jejak

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Dua orangutan terpantau di tengah kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kilometer 24 menuju KTH Meniti Pajar, Kelurahan Raja Seberang, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Keduanya sempat berada di atas pohon sebelum turun dan bergerak kembali ke kawasan hutan.

    Dua orangutan tersebut ditemukan tim penanganan karhutla ketika dalam perjalanan kembali menuju lokasi pemadaman setelah mengambil makanan dari posko Kotawaringin Lama. Awalnya, tim tidak menyangka satwa yang terlihat di sekitar kawasan tersebut merupakan orangutan.

    Danton TRC BPBD Kobar, Dawi Al-Habsyie, mengatakan saat pertama melihat dua satwa tersebut, ia bersama seorang rekannya mengira keduanya merupakan beruang atau monyet.

    Setelah didekati, barulah diketahui bahwa satwa tersebut merupakan orangutan. Temuan itu kemudian langsung dilaporkan kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.

    “Pertama saya kira beruang atau monyet biasa. Lalu kami mendekati pohon, rupanya orangutan,” kata Dawi.

    Tim penanganan karhutla kemudian membawa petugas BKSDA menuju lokasi untuk memastikan keberadaan kedua orangutan tersebut. Saat petugas tiba, keduanya masih berada di atas pohon.

    Tim selanjutnya berjaga di sekitar lokasi untuk memantau pergerakan kedua satwa tersebut, terutama apabila turun dari pohon dan bergerak ke arah kawasan yang terbakar.

    Namun, pengawasan tidak sepenuhnya dapat menutup seluruh sisi lokasi. Terdapat celah di salah satu bagian yang luput dari pemantauan sehingga kedua orangutan tersebut akhirnya turun dan bergerak kembali ke dalam kawasan hutan yang terdampak karhutla.

    “Awalnya adem ayem orangutannya di atas pohon. Kalau mau turun kami jaga. Tapi ada celah sebelah kosong, langsung turun mereka dan masuk lagi ke dalam hutan yang terjadi karhutla,” ujar Dawi.

    Dawi mengatakan tim BKSDA tiba di lokasi kurang dari 10 menit setelah laporan disampaikan. Petugas kemudian bersama regu pemadaman melakukan pencarian untuk mengetahui keberadaan kedua orangutan tersebut.

    Namun, pencarian belum membuahkan hasil. Kedua orangutan tersebut kehilangan jejak setelah kembali masuk ke kawasan hutan di sekitar lokasi karhutla.

    Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, S.Hut., membenarkan pencarian telah dilakukan bersama regu pemadaman. “Belum mas, kemarin tim kami beserta regu pemadaman di sana melakukan pencarian orangutannya, namun tidak ketemu,” kata Handi saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

    Handi mengatakan pihaknya masih menunggu informasi dari regu pemadaman di lokasi. Hingga kini, keberadaan kedua orangutan tersebut belum diketahui setelah masuk kembali ke kawasan hutan yang terdampak karhutla.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Kemarau Berdampak pada Budidaya Ikan Kobar, Pembenihan Ditunda Sementara

    Kemarau Berdampak pada Budidaya Ikan Kobar, Pembenihan Ditunda Sementara

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Musim kemarau mulai berdampak pada kegiatan budidaya ikan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut membuat Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kobar menunda sementara proses pembenihan.

    Kepala DPKP Kobar Abdul Gafur mengatakan dampak kemarau lebih terasa pada kegiatan budidaya dibandingkan nelayan tangkap. “Untuk nelayan tangkap alhamdulillah tidak begitu berpengaruh. Yang berpengaruh terhadap budidaya,” kata Abdul Gafur, Selasa (22/9/2026).

    Menurut dia, proses pembenihan terganggu karena ketersediaan air berkurang dan kualitas air kurang mendukung. Kondisi tersebut membuat kegiatan pembenihan belum dapat dilakukan secara optimal.

    “Karena dampak dari kemarau, proses pembenihan jadi terganggu karena kekurangan air dan juga kualitas air kurang bagus,” ujarnya.

    Untuk sementara, DPKP Kobar memilih menunda kegiatan pembenihan sambil menjaga indukan yang masih tersedia. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi indukan tetap terjaga dan tidak mengalami gangguan selama kemarau.

    “Sementara kami menunda pembenihan dan hanya menjaga indukan yang ada supaya tidak terganggu atau stres,” kata Abdul Gafur.

    Dampak kemarau juga berpengaruh terhadap pasokan benih dari masyarakat. Pembelian benih mengalami penurunan karena daerah tempat masyarakat melakukan budidaya turut menghadapi kekeringan.

    “Pembelian benih dari masyarakat juga berkurang karena di daerah mereka juga kekeringan air,” ujarnya.

    Meski pembenihan ditunda, aktivitas budidaya ikan tidak sepenuhnya berhenti. DPKP Kobar tetap melakukan pemeliharaan terhadap indukan yang ada sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi.

    Berbeda dengan budidaya, kegiatan nelayan tangkap hingga saat ini relatif tidak banyak terpengaruh oleh kondisi kemarau. DPKP Kobar terus memantau perkembangan sektor perikanan seiring berlangsungnya musim kemarau.

    Penundaan pembenihan tersebut bersifat sementara. Kegiatan pembenihan akan kembali dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama ketersediaan dan kualitas air yang dibutuhkan untuk mendukung proses budidaya.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • TNI AU Turun Padamkan Karhutla, Rumah Singgah di Mendawai Seberang Ikut Terbakar

    TNI AU Turun Padamkan Karhutla, Rumah Singgah di Mendawai Seberang Ikut Terbakar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Satgas Karhutla Lanud Iskandar turun langsung menangani kebakaran hutan dan lahan di Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa, 22 September 2026. Dua kendaraan khusus pemadam kebakaran TNI AU dan 15 personel dikerahkan ke lokasi.

    Aksi pemadaman dilakukan untuk mengendalikan api yang membakar kawasan tersebut sekaligus mencegah penjalaran ke area di sekitarnya. Personel Lanud Iskandar bergerak dengan dukungan armada pemadam yang dibawa ke titik kebakaran.

    Di tengah penanganan itu, api turut membakar sebuah rumah singgah yang berada di sekitar lokasi. Bangunan tersebut dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi.

    Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan rumah singgah itu biasa digunakan sebagai tempat beristirahat ketika pemilik atau warga hendak menuju kebun.

    “Rumah singgah kosong ikut terbakar. Rumah singgah ini kalau pas mau ke kebun saja,” kata Nugroho, Selasa (22/9/2026).

    Tidak ada informasi mengenai orang yang berada di dalam rumah singgah ketika bangunan tersebut terbakar. Bangunan itu digunakan secara situasional ketika warga atau pemilik kebun membutuhkan tempat singgah.

    Satgas Karhutla Lanud Iskandar selanjutnya fokus mengendalikan titik api di sekitar lokasi. Pengerahan personel dilakukan untuk memastikan api tidak kembali menjalar ke area lain.

    Kebakaran terjadi saat wilayah Kotawaringin Barat masih menghadapi musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat penanganan karhutla memerlukan pengerahan personel dan peralatan secara langsung di lapangan.

    Dua kendaraan khusus pemadam kebakaran TNI AU digunakan untuk mendukung upaya pemadaman. Belasan personel Lanud Iskandar turut bekerja menangani kebakaran di kawasan Mendawai Seberang.

    Penanganan karhutla di wilayah tersebut dilakukan dengan mengutamakan pengendalian api dan pencegahan meluasnya kebakaran. Satgas Lanud Iskandar tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan setelah proses pemadaman.

    Aksi TNI AU di Mendawai Seberang menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla di Kotawaringin Barat. Pengerahan personel dan armada dilakukan untuk merespons kebakaran yang muncul di tengah kondisi kemarau.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Porprov Kalteng Ditunda Tanpa Tanggal Pengganti, Cabor Kembali Hitung Persiapan

    Porprov Kalteng Ditunda Tanpa Tanggal Pengganti, Cabor Kembali Hitung Persiapan

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Porprov XIII Kalimantan Tengah 2026 di Kotawaringin Barat (Kobar) ditunda. Hingga keputusan penundaan diterbitkan, KONI Provinsi Kalteng belum menetapkan tanggal baru. Sejumlah cabang olahraga kini harus menata ulang persiapan yang sebelumnya diarahkan untuk pertandingan pada awal Oktober.

    Porprov semula dijadwalkan berlangsung pada 2-12 Oktober 2026. Jadwal itu kini tidak lagi berlaku setelah KONI Kalteng mengeluarkan surat Nomor 078/KONI-KTG/IX/2026 tertanggal 21 September 2026.

    Surat tersebut ditandatangani Ketua Harian KONI Kalteng M. Hasanuddin Noor. Dalam surat itu disebutkan pelaksanaan Porprov ditunda dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi.

    Penundaan juga merupakan tindak lanjut pertemuan bersama Gubernur Kalteng pada 17 September 2026 di Ruang Rapat Arsena, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur mengarahkan agar pelaksanaan Porprov XIII Kalteng di Kobar ditunda.

    Namun, surat keputusan itu belum memberikan kepastian mengenai tanggal pengganti. KONI Kalteng menyatakan pelaksanaan akan menunggu kondisi yang memungkinkan serta berharap kondisi akibat karhutla segera membaik.

    Ketua Harian KONI Kobar Arif Asrofi membenarkan keputusan tersebut. Kobar, kata dia, masih menunggu arahan KONI Provinsi Kalteng mengenai jadwal baru karena kewenangan penetapan waktu pelaksanaan berada di tingkat provinsi.

    “Benar ditunda. Tapi kami belum tahu kapan dilaksanakan. Ini semua ranah KONI Provinsi, kami hanya tuan rumah penyelenggara saja,” ujar Arif, Senin, 21 September 2026.

    Penundaan datang ketika persiapan cabor telah mengacu pada jadwal 2-12 Oktober. Perubahan waktu membuat program latihan, kebutuhan pertandingan, akomodasi, transportasi, hingga pengalokasian anggaran perlu kembali disesuaikan.

    Salah satu pengurus cabor yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepastian jadwal menjadi penting bagi atlet dan pengurus. Menurut dia, penundaan membuat cabor harus menghitung kembali kesiapan yang sebelumnya telah disusun berdasarkan jadwal awal.

    “Dampaknya ada, terutama terhadap anggaran dan mentalitas atlet yang sudah dipersiapkan. Kami sekarang menunggu kepastian jadwal baru,” ujarnya.

    Belum adanya tanggal pengganti membuat cabor belum bisa menentukan kembali puncak persiapan secara pasti. Program latihan atlet pun harus disesuaikan dengan waktu pertandingan setelah jadwal resmi ditetapkan.

    KONI Kobar menyatakan akan mengikuti keputusan KONI Provinsi Kalteng. Sementara KONI Kalteng berharap kondisi yang menjadi pertimbangan penundaan segera membaik sehingga Porprov XIII dapat kembali dijadwalkan dan digelar secara aman, tertib, lancar, serta sesuai kesiapan penyelenggara dan peserta.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Danlanud Iskandar Hadiri Maulid Nabi di Kobar, Akhlak Rasul Jadi Pesan Menjaga Lingkungan

    Danlanud Iskandar Hadiri Maulid Nabi di Kobar, Akhlak Rasul Jadi Pesan Menjaga Lingkungan

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, M.Han., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Agung Riyadlush Shalihin, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Minggu malam, 20 September 2026. Dalam peringatan itu, keteladanan Rasulullah SAW dikaitkan dengan kepedulian menjaga lingkungan.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Wakil Bupati, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Peringatan berlangsung khidmat dengan menghadirkan KH Fakhruddin Nur, Guru Tungkal, Jambi, sebagai penceramah.

    Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingat akhlak Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kepedulian, kebersamaan, serta tanggung jawab terhadap sesama menjadi bagian dari pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

    Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan keteladanan Rasulullah tidak cukup hanya diperingati dalam kegiatan keagamaan. Nilai tersebut, menurut dia, perlu diwujudkan dalam tindakan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

    Salah satu bentuk kepedulian itu adalah menjaga hutan dan lahan gambut yang menjadi bagian dari kekayaan alam Kobar. Pesan tersebut disampaikan di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Nurhidayah mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran, menjaga kawasan sekitar, dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya karhutla.

    Kepedulian terhadap lingkungan juga dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab manusia terhadap amanah Allah SWT. Karena itu, menjaga alam dapat menjadi salah satu bentuk nyata dari nilai kebaikan dan kepedulian yang diajarkan Rasulullah SAW.

    Kehadiran Danlanud Iskandar bersama unsur pemerintah daerah dan Forkopimda turut memperlihatkan kebersamaan lintas sektor dalam peringatan Maulid Nabi. Sinergi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan lingkungan di Kobar.

    Pesan Maulid Nabi tahun ini kemudian memiliki konteks yang dekat dengan kondisi daerah. Keteladanan Rasulullah diterjemahkan dalam kepedulian kepada sesama sekaligus tanggung jawab menjaga lingkungan dari ancaman kerusakan dan kebakaran.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pun tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pesan yang dibawa adalah bagaimana akhlak Rasulullah dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga hutan, lahan gambut, dan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kobar.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Empat Emas dari Banjarmasin, Taekwondo Kobar Bawa Pulang 21 Medali

    Empat Emas dari Banjarmasin, Taekwondo Kobar Bawa Pulang 21 Medali

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membawa pulang 21 medali dari Kejuaraan Academy Taekwondo di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Empat di antaranya merupakan medali emas yang diraih pada kategori prestasi.

    Selain empat emas, atlet TI Kobar juga meraih enam medali perak dan sembilan medali perunggu pada kategori prestasi. Dengan demikian, total medali prestasi yang dikumpulkan mencapai 19 medali.

    Perolehan tersebut bertambah dari kategori festival. Atlet TI Kobar meraih satu medali perak dan satu medali perunggu, sehingga total keseluruhan medali yang dibawa pulang dari Banjarmasin menjadi 21 medali.

    Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kobar, Hj Fatmawati. Ia menyampaikan penghargaan kepada para atlet dan Pengkab TI Kobar atas hasil yang diraih dalam kejuaraan tersebut.

    “Alhamdulillah, anak-anak Taekwondo bisa berbicara di kejuaraan tersebut,” kata Fatmawati.

    Ketua Pengkab TI Kobar, Yosi Irawan, mengatakan kejuaraan di Banjarmasin menjadi bagian dari persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan atlet setelah menjalani program latihan dan training camp (TC).

    Menurut Yosi, hasil pertandingan menunjukkan masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus diperbaiki. Evaluasi dari setiap pertandingan akan menjadi bahan bagi tim pelatih untuk meningkatkan kemampuan atlet.

    “Dari hasil latihan dan TC bisa terlihat masih banyak kekurangan. Ini menjadi PR kita,” ujar Yosi.

    Yosi mengatakan capaian medali di Banjarmasin tidak hanya dilihat dari jumlah medali yang diperoleh. Lebih dari itu, pertandingan menjadi bagian dari proses mengukur kesiapan atlet, termasuk melihat aspek yang masih perlu diperkuat sebelum Porprov.

    Dalam kejuaraan tersebut, TI Kobar juga tidak menurunkan seluruh atletnya. Sebagian atlet sebelumnya telah mengikuti kejuaraan di Yogyakarta, sehingga komposisi atlet yang tampil di Banjarmasin disesuaikan dengan agenda pertandingan dan program persiapan.

    Menurut Yosi, hasil 21 medali, termasuk empat emas, menjadi catatan penting dalam proses persiapan menuju Porprov. Evaluasi akan terus dilakukan agar kekurangan yang terlihat di Banjarmasin dapat diperbaiki dalam latihan berikutnya.

  • Karhutla Bikin Warga Sibuk, Atap Seng dan Papan Kayu Pondok Digondol Maling

    Karhutla Bikin Warga Sibuk, Atap Seng dan Papan Kayu Pondok Digondol Maling

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Barat belum usai. Di tengah situasi tersebut, dua pondok kebun warga di Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, justru dilaporkan menjadi sasaran dugaan pencurian.

    Atap seng dari pondok kebun milik Koeswanto dan lantai papan kayu bulin milik Sutarjo dilaporkan hilang. Kedua pondok berada di RT 27 Kelurahan Madurejo.

    Dugaan pencurian itu diperkirakan terjadi antara 10 hingga 18 September 2026. Warga kemudian menyampaikan informasi tersebut melalui Ketua RT 20 Kelurahan Madurejo untuk ditindaklanjuti aparat kepolisian.

    Kapolsek Arut Selatan Polres Kobar AKP Retno mengatakan laporan pengaduan warga tersebut langsung ditindaklanjuti pada Senin (21/9/2026). Bhabinkamtibmas Kelurahan Madurejo AIPTU Bambang Sugiarto bersama personel piket SPKT di bawah kendali Ps Pamapta 1 turun mengecek informasi tersebut.

    Pondok pertama yang dilaporkan mengalami dugaan pencurian berada di Jalan Ahmad Dahlan RT 27 Madurejo. Pondok kebun sawit milik Koeswanto itu dilaporkan kehilangan bagian atap seng.

    Sementara pondok kedua milik Sutarjo berada di Jalan Tani Makmur RT 27 Madurejo. Di pondok tersebut, bagian lantai yang terbuat dari papan kayu bulin dilaporkan hilang.

    Lokasi pondok Sutarjo berada di seberang lahan yang mengalami kebakaran, dekat Sungai Jalan Tani Makmur. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi yang aktivitas warganya turut berkaitan dengan penanganan karhutla.

    Bhabinkamtibmas Kelurahan Madurejo AIPTU Bambang Sugiarto mengatakan laporan dugaan pencurian diterima dari warga RT 27 melalui Ketua RT 20. Polisi kemudian menindaklanjuti informasi tersebut.

    “Kami menindaklanjuti laporan pengaduan warga terkait adanya dugaan pencurian di pondok kebun,” kata Bambang.

    Bambang mengatakan laporan yang diterima polisi berkaitan dengan dugaan hilangnya atap seng di pondok Koeswanto dan lantai papan kayu bulin di pondok Sutarjo. Ia menyarankan pelapor menginventarisasi terlebih dahulu seluruh barang yang diduga hilang sebelum membuat laporan pengaduan ke Polsek Arsel atau Polres Kobar.

    Kasus tersebut masih dalam tahap penanganan awal dan berstatus dugaan pencurian. Polisi belum menyebut adanya pihak yang telah ditetapkan sebagai pelaku dalam perkara tersebut.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Jendela Kantin Dicongkel, Tiga Tabung Gas di SDN Sidorejo 2 Raib

    Jendela Kantin Dicongkel, Tiga Tabung Gas di SDN Sidorejo 2 Raib

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Tiga tabung gas elpiji 3 kilogram hilang dari kantin SDN Sidorejo 2, Jalan Jenderal Soedirman, RT 03, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Barang tersebut diduga diambil setelah jendela bagian belakang kantin dicongkel.

    Kejadian itu diketahui pemilik kantin, Puari, ketika hendak membuka kantin sekolah. Saat tiba di lokasi, ia melihat jendela bagian belakang dalam kondisi terbuka.

    Jendela tersebut juga mengalami kerusakan dan terdapat bekas congkelan. Puari kemudian memeriksa bagian dalam kantin untuk memastikan kondisi barang-barang yang disimpan.

    Dari pemeriksaan itu, Puari mendapati tiga tabung gas elpiji 3 kilogram yang sebelumnya berada di bagian dapur sudah tidak ada. Ia kemudian menyadari barang tersebut hilang.

    Puari selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Arut Selatan. Laporan tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait pencurian di kantin sekolah tersebut.

    Polisi belum mengetahui siapa orang yang mengambil tiga tabung gas tersebut. Terlapor dalam kasus ini masih dalam penyelidikan.

    Akibat kejadian itu, Puari memperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp750 ribu. Nilai kerugian tersebut dihitung dari tiga tabung gas yang hilang.

    Kapolsek Arut Selatan Polres Kotawaringin Barat AKP Retno membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Polisi kini menindaklanjuti laporan yang disampaikan pemilik kantin.

    “Untuk terlapor masih dalam lidik,” ujar AKP Retno, Senin (21/9/2026).

    Polisi masih mengumpulkan keterangan dan mencari petunjuk untuk mengungkap pelaku serta kronologi lengkap pencurian tiga tabung gas di kantin SDN Sidorejo 2 tersebut.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Super Puma Bergerak ke Kobar, Bantu Pemadaman Karhutla

    Super Puma Bergerak ke Kobar, Bantu Pemadaman Karhutla

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Helikopter Super Puma AS332L registrasi C-FPUM disiapkan menuju Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Sabtu, 19 September 2026. Helikopter itu akan mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

    Kepala Pelaksana BPBD Kobar membenarkan helikopter tersebut masih berada di Palangka Raya. “Iya, masih di Palangka Raya,” ujar dia saat dikonfirmasi, Sabtu.

    Berdasarkan laporan operasional PT Dominic Asasta Aviasi, Super Puma tersebut disiapkan untuk melakukan reposition flight dari Palangka Raya (PKY) menuju Pangkalan Bun (PKN).

    Dalam laporan itu, persiapan penerbangan tercatat dilakukan Sabtu siang. Pesawat dengan nomor penerbangan FSC SI20369 melakukan engine on pada pukul 14.20 WIB.

    Pergeseran helikopter dilakukan untuk menambah dukungan dalam penanganan karhutla di Kobar. Dukungan dari udara diperlukan untuk membantu pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau tim darat.

    Super Puma nantinya dapat digunakan untuk menjatuhkan air dari udara ke titik kebakaran. Pengoperasiannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pemadaman di lapangan.

    Saat ini petugas gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah lokasi. Tim terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, Masyarakat Peduli Api dan unsur terkait lainnya.

    Petugas menghadapi tantangan berupa medan yang sulit serta kondisi kebakaran yang terjadi di sejumlah kawasan. Karena itu, dukungan pemadaman dari udara diharapkan dapat membantu mempercepat pengendalian api.

    Kedatangan Super Puma ke Pangkalan Bun masih menunggu proses pergeseran dari Palangka Raya. Setelah tiba, helikopter akan dipersiapkan untuk mendukung operasi sesuai kebutuhan di lapangan.

    Dengan tambahan dukungan udara tersebut, penanganan karhutla di Kobar diharapkan semakin terkoordinasi. Tim darat tetap menjadi bagian utama operasi, sementara helikopter digunakan untuk membantu pemadaman di lokasi yang membutuhkan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Setelah Berhari-hari Melawan Api, Hujan Turun di KM 24 Kobar

    Setelah Berhari-hari Melawan Api, Hujan Turun di KM 24 Kobar

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Hujan turun di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, KM 24, Kotawaringin Barat, Sabtu, 19 September 2026. Guyuran air yang berlangsung singkat itu disambut lega petugas yang beberapa hari terakhir menghadapi api dan asap.

    Relawan Satgas Karhutla, Wawan, mengatakan hujan tersebut sedikit membantu pekerjaan petugas di lapangan. Air yang turun membuat api lebih tertahan dan kondisi udara menjadi lebih nyaman.

    “Alhamdulillah hujan. Walaupun hujannya sebentar, setidaknya bisa menahan api dan mata tidak pedih,” kata Wawan.

    Petugas sebelumnya harus berjibaku menghadapi kondisi panas dan asap selama melakukan penanganan karhutla di kawasan tersebut. Asap juga membuat aktivitas di sekitar lokasi menjadi lebih berat, terutama bagi personel yang berada dekat dengan titik kebakaran.

    Hujan yang turun kemudian membasahi area sekitar lokasi kebakaran. Bagi petugas, kondisi itu menjadi jeda setelah beberapa hari bekerja dalam kepungan asap.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, membenarkan hujan turun di kawasan tersebut. Ia bersyukur karena satgas akhirnya mendapat bantuan hujan setelah beberapa hari melakukan penanganan.

    “Alhamdulillah akhirnya hujan. Satgas Karhutla sudah beberapa hari ini berjibaku dengan api dan asap,” ujar Andhan, Sabtu (19/9/2026).

    Meski hujan turun, petugas tidak langsung menganggap kebakaran selesai. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara yang dapat kembali menyala.

    Hujan singkat juga belum menjamin seluruh lahan yang terdampak kebakaran menjadi basah. Karena itu, petugas masih perlu mengecek kondisi titik-titik yang sebelumnya terbakar.

    Penanganan juga tetap memperhatikan kondisi di sepanjang jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama. Petugas memantau perkembangan asap dan api agar tidak kembali mengganggu pengguna jalan.

    Hujan di KM 24 setidaknya memberi ruang bagi petugas untuk bekerja dengan kondisi yang lebih ringan. Setelah berhari-hari melawan api dan asap, guyuran hujan menjadi kabar yang melegakan, meski kewaspadaan terhadap karhutla masih tetap diperlukan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!