Kategori: Kotawaringin Barat

  • Terpisah dari Induk akibat Karhutla, Dua Bayi Orangutan di Pangkalan Bun Kini Makin Sehat

    Terpisah dari Induk akibat Karhutla, Dua Bayi Orangutan di Pangkalan Bun Kini Makin Sehat

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kabar baik datang dari Balai KSDA Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun. Dua bayi orangutan yang kini berada dalam perawatan, Dinas dan Mumi, dalam kondisi sehat setelah sebelumnya ditemukan terpisah dari induknya.

    Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka mengatakan Dinas masih berusia sekitar tujuh bulan. Bayi orangutan tersebut ditemukan seorang diri dan kemudian mendapat penanganan dari petugas.

    “Yang masih kita rawat di sini ada dua individu orangutan bernama Dinas. Usianya baru tujuh bulan,” kata Handi, Kamis (24/9/2026).

    Sementara Mumi diperkirakan berusia sekitar satu setengah tahun. Seperti Dinas, Mumi juga ditemukan tanpa induknya dan kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan.

    Handi mengatakan kondisi kedua bayi orangutan tersebut saat ini sudah sehat. Perawatan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi keduanya stabil sebelum menjalani tahapan rehabilitasi.

    Kondisi yang dialami kedua orangutan tersebut disebut berkaitan dengan dampak karhutla terhadap satwa liar. Penanganan dilakukan agar keduanya tetap mendapat perlindungan selama berada di luar habitatnya.

    Salah satu individu orangutan selanjutnya direncanakan menjalani rehabilitasi di Suaka Margasatwa Lamandau. Di lokasi tersebut terdapat mitra konservasi yang akan membantu proses rehabilitasi.

    “Yang satu kita bawa ke SM Lamandau. Di sana ada mitra kita yang akan melakukan rehabilitasi,” ujar Handi.

    Rencana pemindahan tersebut masih menunggu kondisi sungai yang saat ini sedang surut. Setelah kondisi sungai kembali memungkinkan, BKSDA akan mengantarkan orangutan menuju lokasi rehabilitasi.

    Sambil menunggu proses tersebut, kedua bayi orangutan tetap mendapatkan perawatan dan pemantauan. Kondisi kesehatan keduanya menjadi perhatian utama sebelum masuk ke tahap rehabilitasi.

    Handi bersyukur kondisi Dinas dan Mumi kini sudah sehat. Penanganan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Diduga Jadi Sasaran Pelecehan, Perempuan di Pangkalan Bun Mengaku Dipepet Saat Berkendara

    Diduga Jadi Sasaran Pelecehan, Perempuan di Pangkalan Bun Mengaku Dipepet Saat Berkendara

    PANGKALAN BUN — Seorang perempuan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mengaku dibuntuti seorang pria hingga kemudian dipepet saat berkendara bersama anaknya. Ia menduga kejadian tersebut berkaitan dengan aksi pelecehan seksual yang oleh masyarakat kerap disebut sebagai “begal payudara”.

    Peristiwa itu dialami Khadijah pada Rabu (23/9) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, ia bersama anaknya baru keluar dari kawasan Bakmi Sidorejo, Jalan Ahmad Wongso, Kecamatan Arut Selatan.

    Menurut Khadijah, seorang pria mulai mengikuti mereka setelah keluar dari kawasan tersebut. Pria itu disebut terus membuntuti hingga perjalanan menuju simpangan arah lapangan futsal Samari.

    Khadijah mengaku semakin khawatir ketika pria tersebut mendekat dan memepet kendaraannya. Peristiwa itu terjadi di jalan yang berada di sekitar kawasan permukiman warga.

    “Diikuti dari pas ulun keluar dari Bakmi Sidorejo. Pas dia mepet ke ulun itu, di jalan simpangan mau ke arah lapangan futsal Samari,” kata Khadijah saat ditemui awak media, Kamis (24/9/2026).

    Khadijah menduga pria tersebut hendak melakukan pelecehan seksual. Dugaan itu ia kaitkan dengan modus yang di masyarakat sering disebut “begal payudara”, yakni dugaan tindakan pelecehan terhadap perempuan dengan menyasar bagian tubuh korban.

    Namun, dugaan tersebut belum terkonfirmasi. Belum diketahui apakah pria yang disebut membuntuti Khadijah benar-benar hendak melakukan pelecehan seksual karena hal tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penyelidikan aparat kepolisian.

    Khadijah mengatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Ia berharap aparat dapat menelusuri pria yang diduga mengikutinya dan memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya.

    Menurut Khadijah, terdapat sejumlah kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap kejadian serta mengidentifikasi pria yang diduga membuntutinya.

    Hingga berita ini ditulis, kejadian tersebut masih berdasarkan keterangan Khadijah. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai laporan maupun hasil penyelidikan atas dugaan pelecehan seksual tersebut.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Kemarau Panjang, Harga Sayuran di Kobar Melonjak hingga Rp40 Ribu

    Kemarau Panjang, Harga Sayuran di Kobar Melonjak hingga Rp40 Ribu

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kemarau panjang mulai terasa di pasar sayuran Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Harga sejumlah komoditas naik tajam, dengan timun mencapai Rp35 ribu dan terong Rp40 ribu, sementara pedagang mengeluhkan pembeli yang semakin sepi.

    Murni, pedagang sayur di Pasar Palagan Sambi, mengatakan kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas yang dijualnya. Timun yang sebelumnya hanya sekitar Rp10 ribu kini mencapai Rp35 ribu.

    Kenaikan lebih tinggi terjadi pada terong. Sayuran yang biasanya dijual sekitar Rp12 ribu itu kini mencapai Rp40 ribu.

    “Timun Rp35 ribu, sebelumnya Rp10 ribu. Terong Rp40 ribu, biasanya Rp12 ribu,” kata Murni, Kamis, 24 September 2026.

    Harga cabai juga berada di kisaran Rp130 ribu. Sementara sejumlah sayuran yang sebelumnya dijual sekitar Rp3 ribu kini mencapai Rp5 ribu.

    Kacang panjang, misalnya, kini dijual Rp5 ribu dari sebelumnya Rp3 ribu. Namun, kenaikan harga itu diikuti pengurangan jumlah dalam setiap ikatan.

    “Kacang panjang Rp5 ribu, biasanya Rp3 ribu, tapi hanya beberapa biji saja. Kalau sayuran kan diikat, tidak ditimbang,” ujar Murni.

    Persoalan lain muncul dari sisi pembeli. Murni mengatakan aktivitas pasar pada pagi hari kini lebih sepi dibanding biasanya. Kondisi itu, menurut dia, mulai terasa ketika asap karhutla menyelimuti sejumlah wilayah.

    “Biasanya pagi begini sudah ramai. Semenjak asap karhutla jadi sepi,” katanya.

    Murni menduga kondisi asap membuat sebagian pelanggan enggan datang ke pasar. Dugaan tersebut merupakan pengamatan pedagang dan belum didukung data mengenai perubahan jumlah pengunjung pasar.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kobar Ftriyana mengatakan ketersediaan bahan pokok dan bahan penting (Bapokting) di Kobar masih aman. “Insyaallah aman untuk ketersediaan bahan pokok dan penting (Bapokting) di Kobar,” kata Ftriyana saat dikonfirmasi.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Perkuat Pemadaman Karhutla, Lanud Iskandar Kerahkan Belasan Personel ke Sebuai Timur

    Perkuat Pemadaman Karhutla, Lanud Iskandar Kerahkan Belasan Personel ke Sebuai Timur

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Lanud Iskandar memperkuat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sebuai Timur, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Rabu, 23 September 2026. Sebanyak 15 personel bersama dua kendaraan khusus pemadam kebakaran TNI AU diterjunkan ke lokasi.

    Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan pengerahan personel dan armada tersebut merupakan bagian dari dukungan Lanud Iskandar dalam penanganan karhutla di wilayah Kotawaringin Barat.

    Tim Satgas Karhutla Lanud Iskandar melakukan pemadaman di lokasi dengan kekuatan dua kendaraan khusus pemadam kebakaran TNI AU. Belasan personel dikerahkan untuk menangani kebakaran dan mengendalikan penyebaran api.

    Pemadaman berlangsung selama 4 jam 25 menit. Selama penanganan, personel fokus pada titik kebakaran yang berada di wilayah Desa Sebuai Timur.

    Nugroho mengatakan pengerahan kekuatan dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan. Keberadaan personel dan armada pemadam diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan kebakaran.

    Operasi pemadaman melibatkan 15 personel Lanud Iskandar. Mereka bekerja dengan dukungan dua kendaraan khusus pemadam kebakaran TNI AU yang digunakan untuk menjangkau dan menangani lokasi kebakaran.

    Penanganan karhutla di Sebuai Timur menjadi bagian dari upaya pengendalian kebakaran di tengah kondisi musim kemarau. Pemadaman dilakukan untuk mencegah api berkembang dan menjalar ke area lainnya.

    Menurut Nugroho, dukungan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Karena itu, kekuatan Lanud Iskandar dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan.

    Selama 4 jam 25 menit, Satgas Karhutla Lanud Iskandar melakukan penanganan di Desa Sebuai Timur. Dua kendaraan pemadam dan 15 personel menjadi kekuatan yang diterjunkan dalam operasi tersebut.

    Pengerahan ini menegaskan dukungan Lanud Iskandar terhadap penanganan karhutla di Kotawaringin Barat. Pemadaman di Sebuai Timur dilakukan dengan memperkuat personel dan peralatan agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Persela Lamandau U-17 Juarai Piala Soeratin, Bupati: Kami Bangga Bawa Nama Kalteng

    Persela Lamandau U-17 Juarai Piala Soeratin, Bupati: Kami Bangga Bawa Nama Kalteng

    INTIMNEWS.COM, LAMANDAU – Persela Lamandau U-17 menutup persaingan Piala Soeratin U-17 Regional Kalimantan Tengah dengan gelar juara. Kemenangan 3-0 atas Borneo FA pada laga terakhir memastikan tim asal Lamandau itu menjadi wakil Kalteng di putaran nasional.

    Hasil tersebut diraih melalui persaingan ketat. Persela, Borneo FA dan PU Putra Palangka Raya sama-sama mengoleksi poin yang sama. Keunggulan agregat gol kemudian menjadi penentu posisi Persela di puncak.

    Head Coach Persela Lamandau U-17 Rejo Wahyu Suryanto mengatakan kemenangan pada pertandingan terakhir menjadi kunci keberhasilan timnya. Persela harus mencetak kemenangan dengan selisih gol yang cukup untuk memastikan peluang menjadi juara.

    “Kami bisa lolos karena unggul agregat gol. Pertandingan terakhir kami mengalahkan Borneo FA dengan skor 3-0,” kata Rejo, Rabu (23/9/2026).

    Perjalanan Persela tidak dimulai dengan hasil yang mulus. Pada dua laga putaran pertama, Persela kalah tipis 0-1 dari Borneo FA dan kembali takluk 0-1 dari PU Putra Palangka Raya.

    Situasi itu berubah pada putaran kedua. Persela mengalahkan PU Putra Palangka Raya dengan skor 1-0. Kemenangan tersebut menjaga peluang mereka sebelum laga penentuan menghadapi Borneo FA.

    Di pertandingan terakhir, Persela tampil efektif dan mencetak tiga gol tanpa balas. Hasil itu sekaligus mengubah persaingan menjadi milik Persela melalui keunggulan agregat gol.

    “Kami melawan kemustahilan, tetapi tidak ada yang tidak mungkin dengan bantuan Tuhan,” ujar Rejo.

    Keberhasilan Persela juga menjadi gambaran pembinaan sepak bola dari daerah. Mayoritas pemain berasal dari kampung-kampung di Lamandau, seperti Pedongatan, Batu Kotam, Sungai Mentawa, Tapin Bini, Delang, Tamiang dan Sepondam.

    Sebagai juara regional, Persela selanjutnya membawa nama Kalimantan Tengah ke putaran nasional Piala Soeratin U-17. Kompetisi itu dijadwalkan mulai 3 Oktober 2026 di Ibu Kota Nusantara atau IKN, dengan Persela akan bertemu wakil Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat.

    Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyambut prestasi tersebut dengan apresiasi. Ia menyampaikan selamat kepada para pemain, pelatih, manajer dan ofisial yang telah membawa nama Kabupaten Lamandau menjadi juara.

    “Sekali lagi selamat, saya pribadi maupun masyarakat Lamandau ikut bangga,” kata Rizky.

    Ia mengapresiasi kerja keras tim serta dukungan Pemerintah Kabupaten Lamandau yang turut menopang perjalanan Persela hingga meraih gelar juara.

    Kini, tantangan Persela bertambah. Setelah menaklukkan persaingan di level regional, skuad U-17 Lamandau bersiap membawa nama Kalteng ke panggung nasional pada awal Oktober mendatang.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Satpol PP Kobar Tertibkan Peredaran Miras, Penjual dan Pembeli Diamankan

    Satpol PP Kobar Tertibkan Peredaran Miras, Penjual dan Pembeli Diamankan

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Barat menertibkan peredaran minuman beralkohol dalam patroli di Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Rabu, 23 September 2026. Seorang penjual dan pembeli berinisial IY dan RNW diamankan untuk didata dan dimintai keterangan.

    Penertiban berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan H.M. Rafi’i RT 022. Personel Regu 3 Satpol PP Kobar menyisir lokasi sebagai bagian dari pengawasan ketenteraman dan ketertiban umum.

    Dari kegiatan tersebut, petugas menemukan minuman beralkohol yang berada pada penjual dan pembeli. Total 16 botol berbagai jenis dan merek kemudian diamankan sebagai barang bukti.

    Kasatpol PP Kobar Syahruni mengatakan penertiban dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Nomor 13 Tahun 2006 tentang Larangan Minuman Beralkohol.

    Barang bukti dari RNW berupa satu botol Bir Bintang berukuran 620 mililiter. Sedangkan dari IY, petugas mengamankan 11 botol Bir Bintang, dua botol Bir Hitam merek Guinness, satu botol Anggur Merah Orang Tua, dan satu botol minuman jenis soju.

    Seluruh barang bukti bersama kedua orang tersebut kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Kobar. Petugas melakukan pendataan serta meminta keterangan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

    Syahruni menuturkan proses tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Penertiban juga mengacu pada Perda Kobar Nomor 16 Tahun 2014 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum.

    Menurut dia, pemeriksaan terhadap penjual dan pembeli masih berlangsung. Hasil pendataan dan keterangan di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut sesuai aturan daerah.

    “Penjual dan pembeli beserta barang bukti sudah diamankan untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Syahruni.

    Kegiatan penertiban berlangsung aman dan kondusif. Satpol PP Kobar melanjutkan pengawasan terhadap aktivitas yang berkaitan dengan peredaran minuman beralkohol sebagai bagian dari upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Perubahan APBD Kobar Disepakati, Pendapatan Rp1,383 Triliun dan Belanja Rp1,420 Triliun

    Perubahan APBD Kobar Disepakati, Pendapatan Rp1,383 Triliun dan Belanja Rp1,420 Triliun

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama DPRD Kobar menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan itu ditetapkan dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027, Rabu, 23 September 2026.

    Rapat tersebut menjadi tahapan akhir pembahasan setelah seluruh fraksi DPRD Kobar menyampaikan pendapat akhirnya terhadap Ranperda Perubahan APBD 2026. Wakil Bupati Kobar Suyanto hadir mewakili Bupati Kobar Hj Nurhidayah dalam rapat yang digelar di Gedung DPRD Kobar.

    Dalam perubahan APBD tersebut, target pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp1,383 triliun. Angka itu terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp440,25 miliar, pendapatan transfer Rp928 miliar, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp15 miliar.

    Sementara belanja daerah setelah perubahan ditetapkan sebesar Rp1,420 triliun. Dengan struktur tersebut, APBD Kobar mengalami defisit sebesar Rp37,13 miliar.

    Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan netto sebesar Rp40,87 miliar. Setelah memperhitungkan pembiayaan tersebut, sisa lebih perhitungan anggaran tahun berkenaan diproyeksikan sebesar Rp3,73 miliar.

    Dalam sambutannya, Suyanto menekankan bahwa salah satu perhatian pemerintah daerah setelah perubahan APBD ditetapkan adalah memastikan target PAD dapat tercapai. Pemerintah daerah hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk mengejar target pendapatan hingga akhir 2026.

    Menurut Suyanto, capaian pendapatan akan berpengaruh langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah menjalankan program dan kegiatan yang telah ditetapkan. Karena itu, perangkat daerah diminta menyusun dan menjalankan kegiatan secara realistis dengan memperhitungkan kapasitas fiskal daerah.

    Ia juga mengingatkan seluruh kepala perangkat daerah agar penggunaan anggaran tetap sesuai dokumen perencanaan dan penganggaran, memenuhi target kinerja, memperhatikan kemampuan sumber dana, serta mengutamakan efisiensi dan efektivitas belanja.

    Suyanto, yang menyampaikan sambutan Bupati Kobar Hj Nurhidayah, mengatakan perubahan APBD harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan publik. Belanja daerah juga diharapkan mampu mendorong perkembangan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah dan memastikan pelayanan dasar berjalan dengan baik.

    Di sisi lain, Ketua DPRD Kobar Mulyadin menyatakan pembahasan perubahan APBD merupakan bagian dari proses penyesuaian kebijakan anggaran dengan kondisi dan kebutuhan daerah. Pembahasan antara DPRD dan pemerintah daerah dilakukan untuk memastikan program prioritas dapat tetap diakomodasi dalam struktur anggaran 2026.

    Mulyadin juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan anggaran setelah disepakati. DPRD tetap memiliki fungsi pengawasan agar anggaran yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Setelah persetujuan bersama, Pemerintah Kabupaten Kobar akan menyampaikan Ranperda Perubahan APBD beserta dokumen pendukung kepada Gubernur Kalimantan Tengah untuk dievaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Hasil evaluasi tersebut menjadi bagian dari tahapan sebelum perubahan APBD 2026 diberlakukan.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Jenazah Membusuk Terapung di Perairan Kumai, Diduga Korban Virgo Transport 8

    Jenazah Membusuk Terapung di Perairan Kumai, Diduga Korban Virgo Transport 8

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Seorang nelayan menemukan jenazah dalam kondisi membusuk terapung di perairan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa, 22 September 2026. Jenazah tersebut terindikasi berkaitan dengan insiden kapal Virgo Transport 8.

    Penemuan terjadi sekitar pukul 15.56 WIB ketika nelayan tersebut sedang melaut. Jenazah terlihat terapung di perairan Kumai sebelum temuan itu dilaporkan kepada Basarnas Pangkalan Bun.

    Komandan Lanal Kumai Mayor Laut (P) Wahyu Setyadi membenarkan adanya laporan penemuan jenazah tersebut. Menurut dia, laporan dari nelayan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan tim SAR gabungan.

    “Nelayan yang sedang melaut telah menemukan mayat terapung di sekitar perairan Kumai,” kata Wahyu berdasarkan laporan yang diterima Lanal Kumai.

    Jenazah ditemukan pada koordinat 3°33’6.34″ Lintang Selatan dan 111°41’33.69″ Bujur Timur. Tim SAR kemudian menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

    Evakuasi dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB di sekitar perairan Tanjung Api-Api, Kumai. Sejumlah unsur ikut dalam operasi tersebut, termasuk Pos Basarnas Pangkalan Bun, Pos Binpotmar Kumai, Pos Airud Polda Kalteng DAS Kumai, dan Airud Polres Kobar.

    KPLP KSOP Kumai, Polsek Kumai, Syahbandar Pelabuhan TPI Kumai, Pospol KP3 Kumai, Satlantas Kobar, dan PMI Kobar juga terlibat dalam proses evakuasi.

    Sekitar pukul 20.30 WIB, tim SAR tiba di Dermaga Kumai dengan membawa jenazah. Kondisi tubuh korban disebut sudah membusuk. Petugas juga belum menemukan identitas yang dapat memastikan siapa korban tersebut.

    Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans Polres Pangkalan Bun menuju Sampit. Selanjutnya, jenazah direncanakan dievakuasi ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani otopsi dan proses identifikasi.

    Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan identitas korban. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengungkap apakah jenazah tersebut benar berkaitan dengan insiden kapal Virgo Transport 8 atau tidak.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Nelayan Temukan Mayat di Perairan Kumai, Diduga Terkait Kapal Tenggelam

    Nelayan Temukan Mayat di Perairan Kumai, Diduga Terkait Kapal Tenggelam

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Seorang nelayan menemukan mayat di perairan Tanjung Puting, wilayah Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Selasa (22/9/2026). Mayat tersebut rencananya dievakuasi ke Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Kumai.

    Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Pos Kumai Letda Pom S. Listyo membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurut dia, proses evakuasi dilakukan pada Selasa malam.

    “Iya bang, malam ini mau dievakuasi di PPI Kumai,” kata Listyo saat dikonfirmasi, Selasa malam.

    Listyo mengatakan kapal nelayan yang membawa atau menemukan mayat tersebut masih dalam perjalanan menuju lokasi evakuasi. Setelah tiba, korban akan dibawa ke PPI Kumai untuk penanganan lebih lanjut.

    “Untuk kapal nelayan belum sampai,” ujarnya.

    Dia menegaskan identitas mayat belum diketahui. Pihaknya juga belum memiliki data yang dapat memastikan korban berkaitan dengan kapal yang tenggelam.

    “Kalau mayat seperti itu sudah tidak ada datanya. Kita hanya penemuan mayat dan keterangan nanti dari pihak tim evakuasi,” katanya.

    Meski demikian, penemuan mayat tersebut diduga berkaitan dengan insiden kapal tenggelam di wilayah perairan Kumai. Listyo menyebut salah satu kemungkinan mengarah pada kapal Virgo.

    “Kemungkinan kapal Virgo,” ujarnya.

    Dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Listyo menyebut sebelumnya terdapat informasi mengenai penemuan dua korban di kawasan Serutan yang disebut menggunakan swempes.

    “Karena di Serutan ditemukan dua juga pakai swempes. Nanti tunggu keterangan nelayan yang menemukan pastinya,” katanya.

    Setelah dievakuasi ke PPI Kumai, korban rencananya dibawa ke Banjarmasin untuk proses penanganan dan identifikasi lebih lanjut.

    Kepastian identitas korban dan apakah penemuan tersebut berkaitan dengan kapal tenggelam masih menunggu hasil identifikasi serta keterangan resmi dari pihak terkait.

    Berdasarkan video yang beredar, terlihat nelayan menemukan dan mengevakuasi mayat dari perairan Tanjung Puting, Kumai. Video tersebut menjadi dokumentasi penemuan, sedangkan identitas korban dan keterkaitannya dengan kapal tenggelam masih menunggu konfirmasi resmi.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

  • Siswi SMPN 11 Kobar Bawa Emas dari Banjarmasin, Selanjutnya Bidik Medali Porprov Kalteng

    Siswi SMPN 11 Kobar Bawa Emas dari Banjarmasin, Selanjutnya Bidik Medali Porprov Kalteng

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Syahira Pathia Irawan membawa pulang medali emas dari kejuaraan taekwondo di Banjarmasin. Siswi kelas IX SMPN 11 Arut Selatan, Kotawaringin Barat, itu menjadikan hasil tersebut sebagai modal untuk menatap persaingan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah mendatang.

    Prestasi di Banjarmasin menambah kepercayaan diri Pathia yang sejak usia delapan tahun telah menekuni taekwondo. Ia mulai berlatih ketika duduk di kelas II sekolah dasar dan terus menjalani latihan hingga kini.

    Lahir pada 2 Oktober 2011, Pathia kini berada di kelas IX SMPN 11 Arut Selatan. Meski masih berstatus pelajar SMP, ia telah memiliki pengalaman bertanding di sejumlah kejuaraan tingkat daerah hingga nasional.

    Catatan prestasinya antara lain meraih Atlet Putri Terbaik Bupati Cup Kobar 2025 dan medali emas Unda Cup Sampit 2024. Pada 2023, Pathia juga meraih penghargaan sebagai Atlet Putri Berbakat Wali Kota Cup Palangka Raya.

    Pengalaman bertanding Pathia juga membawanya tampil di luar Kalimantan Tengah. Ia pernah dipercaya mewakili Kalteng pada ajang pelajar di Jakarta dan Samarinda.

    Rangkaian pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Pathia menghadapi persaingan yang lebih besar. Kini, setelah membawa emas dari Banjarmasin, ia kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi target berikutnya di arena Porprov.

    Pathia merupakan putri Ketua Pengkab Taekwondo Kotawaringin Barat, Yosi Irawan. Ia tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan olahraga taekwondo, tetapi kemampuannya juga ditempa melalui latihan sejak usia dini dan pengalaman bertanding.

    Pelatih Pathia, Rahmat Minarto, mengatakan bakat Pathia sudah terlihat sejak masih kecil. Perkembangannya, kata dia, juga ditunjang dukungan orang tua yang terus mendorong Pathia menjalani latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan.

    “Pathia sejak kecil sudah terlihat bakatnya. Apalagi didukung orang tuanya. Harapan kita Pathia bisa meraih prestasi lebih tinggi lagi,” kata Rahmat, Selasa (22/9/2026).

    Bagi Pathia, emas dari Banjarmasin bukan sekadar tambahan koleksi medali. Hasil tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan kemampuan dan mematangkan persiapan sebelum tampil membawa nama Kotawaringin Barat pada Porprov Kalimantan Tengah.

    Penulis: Yusro
    Editor: Andrian

error: Content is protected !!