website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

KTH Meniti Fajar dan Warga Kobar Tanam Padi Lewat Tradisi Manugal

Warga bersama KTH Meniti Fajar melaksanakan tradisi manugal padi secara gotong royong di kawasan Wanawiyata Widya Karya, Kilometer 24, Kobar. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Tradisi manugal padi masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Tradisi bercocok tanam secara gotong royong itu kembali dilakukan Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar bersama puluhan warga di kawasan Wanawiyata Widya Karya, Kilometer 24.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 75 warga dari Kelurahan Raja Seberang dan Trans Swasta Mandiri. Mereka turun langsung ke ladang untuk menanam padi dengan cara tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketua KTH Meniti Fajar, Sarwani, mengatakan kegiatan manugal menjadi bagian dari upaya kelompok tani memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian. Sebelumnya, lahan tersebut telah ditanami kopi dan semangka.

“Untuk optimalisasi lahan, kita laksanakan manugal padi yang menjadi bagian dari kearifan lokal dan tradisi ini turun-temurun dilaksanakan oleh masyarakat,” kata Sarwani.

Pasang Iklan

Dalam penanaman kali ini, KTH Meniti Fajar menggunakan bibit padi tampui. Varietas tersebut dipilih karena dinilai memiliki ketahanan terhadap penyakit dan mampu bertahan dalam kondisi kekurangan air.

Proses manugal dilakukan secara bersama-sama dengan pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan. Para laki-laki membuat lubang tanam menggunakan tongkat kayu runcing yang disebut tugal atau panundang.

Setelah lubang dibuat, para perempuan mengikuti dari belakang untuk memasukkan benih padi. Tahapan ini dilakukan secara beriringan sehingga pekerjaan di ladang dapat berlangsung dengan semangat kebersamaan.

Bagi masyarakat, manugal bukan sekadar kegiatan menanam padi. Tradisi ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menjaga hubungan antarwarga, sekaligus mempertahankan kebiasaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

Sri, salah seorang warga Kelurahan Raja Seberang yang mengikuti kegiatan tersebut, mengatakan manugal menghadirkan suasana kebersamaan yang terasa langsung melalui kerja bersama di ladang.

“Kita bisa bersilaturahmi dan inilah gotong royong yang sebenarnya. Kita bersama-sama warga larut dalam canda tawa saat manugal,” ujar Sri.

Pasang Iklan

Setelah kegiatan penanaman selesai, warga melanjutkan kebersamaan dengan makan bersama. Momen tersebut menjadi bagian dari tradisi yang mempererat hubungan antarwarga setelah bekerja di ladang.

Melalui kegiatan ini, KTH Meniti Fajar bersama masyarakat setempat berupaya menjaga tradisi manugal agar tetap berlangsung, sekaligus melanjutkan kegiatan pertanian di kawasan Wanawiyata Widya Karya. Tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dijalankan di tengah kehidupan masyarakat modern.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!