Tag: Kalteng

  • Rekan Satu Leting Kenang Aiptu Sumariyanto, Sosok Tegas dan Dekat dengan Masyarakat

    Rekan Satu Leting Kenang Aiptu Sumariyanto, Sosok Tegas dan Dekat dengan Masyarakat

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepergian Aiptu Sumariyanto saat menjalankan tugas dalam penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan seangkatannya di kepolisian.

    Salah satunya disampaikan AKP Miftah Khoiri, teman satu leting almarhum. Ia mengenang Aiptu Sumariyanto sebagai sosok polisi yang tegas, mudah bergaul, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat maupun rekan kerja.

    “Beliau selama ini kumpul sama kita, bergaul dengan masyarakat itu baik. Kemudian sama teman-teman juga akrab, orangnya tegas, orangnya kompak,” ujar Miftah ketika diwawancarai saat ikut mengantar jenazah almarhum ke RS Bhayangkara, Minggu, 5 Juli 2026.

    Ia mengatakan almarhum dikenal selalu aktif dalam berbagai kegiatan bersama rekan-rekannya. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi salah satu karakter yang paling melekat pada diri Aiptu Sumariyanto.

    “Kita selalu bersama-sama kalau ada kegiatan, bergotong royong. Jadi dari rekan-rekan merasa kehilangan,” katanya.

    Miftah menyebut dirinya dan almarhum merupakan lulusan pendidikan yang sama, yakni Diktuk tahun 2019.

    Selama tinggal bersama di mess kepolisian, ia melihat Aiptu Sumariyanto sebagai sosok yang disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.

    “Beliau rajin melaksanakan tugas. Kalau dalam bergaul dengan masyarakat juga baik, tidak ada yang berbuat fatal ke masyarakat,” ucapnya.

    Kabar gugurnya Aiptu Sumariyanto saat bertugas membuat dirinya dan rekan-rekan satu angkatan sangat terpukul.

    “Ya, merasa kehilangan karena beliau sosok teman yang akrab. Kalau tinggal di mess itu kan kita saling menghormati,” tuturnya.

    Menurut Miftah, hubungan kekeluargaan yang terjalin selama bertahun-tahun membuat kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi rekan-rekannya.

    “Teman-teman mendengar beliau menjadi salah satu korban ya merasa kehilangan sekali,” tambahnya.

    Ia berharap dedikasi dan pengabdian almarhum selama menjadi anggota Polri dapat menjadi teladan bagi personel lainnya dalam menjalankan tugas melayani dan melindungi masyarakat.

    Editor: Andrian

  • Pamit ke Orang Tua Sebelum Bertugas, Bripda Nopandri Tak Pernah Kembali

    Pamit ke Orang Tua Sebelum Bertugas, Bripda Nopandri Tak Pernah Kembali

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Di balik kepergian Bripda Nopandri Ramadhana saat menjalan tugas yang menyebabkan dirinya meninggal dunia, tersimpan momen terakhir yang masih diingat keluarganya.

    Yakni saat almarhum berpamitan kepada kedua orang tuanya sebelum berangkat mengikuti operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, pada Kamis, 2 Juli 2026 lalu.

    Momen tersebut diungkapkan kakak kandung almarhum, Santri Sutrisno (39), saat mengantar jenazah Bripda Nopandri ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi, Minggu, 5 Juli 2026 dini hari.

    Santri mengatakan, adiknya memang memiliki kebiasaan menghubungi kedua orang tua setiap kali mendapat tugas. Begitu pula sebelum berangkat menuju wilayah hulu Katingan.

    “Dia ada mengabari bapak, ibu juga pasti dikabari. Dia bilang kalau ada tugas ke hulu (lokasi kejadian). Saya kira biasa-biasa saja, tidak menyangka akan ada musibah seperti ini. Memang setiap bekerja dia selalu mengabari,” ujarnya.

    Saat itu, keluarga tidak memiliki firasat apa pun. Mereka menganggap tugas yang dijalankan Bripda Nopandri sama seperti tugas-tugas sebelumnya.

    Namun, kabar duka justru datang beberapa waktu kemudian. Bripda Nopandri dilaporkan hilang usai operasi penggerebekan terhadap terduga bandar narkoba yang berujung bentrokan.

    Setelah hampir tiga hari pencarian, Bripda Nopandri akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Katingan pada Sabtu, 4 Juli 2026 sore.

    Santri mengaku, keluarga sempat terpukul saat menerima kabar tersebut. Meski demikian, mereka bersyukur karena jenazah almarhum akhirnya berhasil ditemukan.

    “Saya bersyukur atas bantuan doa dan dukungan dari semuanya. Akhirnya adik saya bisa ditemukan. Saya mengucapkan terima kasih,” katanya.

    Ia mengenang adiknya sebagai sosok yang mandiri, humoris, dan bertanggung jawab. Menurutnya, menjadi anggota Polri merupakan cita-cita Bripda Nopandri sejak masih duduk di bangku SMA.

    “Memang dari SMA sudah bercita-cita jadi polisi. Dia dua kali ikut tes hingga akhirnya lulus pada tahun 2022,” tuturnya.

    Kepergian Bripda Nopandri juga membawa duka bagi kedua orang tuanya. Santri mengungkapkan, sang ayah yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit sempat terjatuh setelah mendengar kabar anaknya gugur saat bertugas.

    “Memang bapak ada sakit lama. Mungkin karena syok juga. Beliau sempat linglung saat mau ke kamar mandi lalu terjatuh hingga kepalanya harus dijahit,” ungkapnya.

    Di akhir wawancara, sang kakak berharap, tragedi yang merenggut nyawa adiknya menjadi pelajaran dalam upaya pemberantasan narkoba. Ia juga meminta aparat terus memburu para pelaku dan meningkatkan prosedur pengamanan dalam operasi serupa.

    “Saya berharap aparat bisa menangkap para pengedar narkoba supaya generasi kita tidak rusak. Selain itu, SOP dalam penanganan kasus seperti ini juga perlu terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

    Rencananya, jenazah Bripda Nopandri akan dibawa ke Kabupaten Katingan untuk dimakamkan pada Minggu pagi. Pihak keluarga juga telah meminta izin kepada pimpinan Polres agar proses pemakaman dapat segera dilakukan.

  • Korban Terakhir Ditemukan, Jasad Aiptu Sumariyanto Tersangkut di Ranting Kayu

    Korban Terakhir Ditemukan, Jasad Aiptu Sumariyanto Tersangkut di Ranting Kayu

    INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Setelah dilakukan pencarian selama empat hari, personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, Aiptu Sumariyanto, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

    Jenazah korban ditemukan tersangkut di dahan ranting kayu di aliran Sungai Katingan, tepatnya di kawasan Desa Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah.

    Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polda Kalimantan Tengah, Basarnas Palangkaraya, TNI, BPBD, serta dibantu masyarakat setempat dan sejumlah unsur terkait.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan kabar penemuan anggotanya tersebut. Menurut dia, jasad korban ditemukan setelah tim gabungan bersama warga melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Katingan.

    “Benar, Aiptu Sumariyanto ditemukan di wilayah Desa Rantau Asem oleh masyarakat bersama tim gabungan,” ujar Dodik saat dikonfirmasi Intimnews.com

    Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban selanjutnya dibawa untuk menjalani proses penanganan sesuai prosedur sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

    Dengan ditemukannya Aiptu Sumariyanto, seluruh personel Satresnarkoba Polres Katingan yang menjadi korban dalam insiden saat operasi penindakan di Kecamatan Katingan Tengah kini telah ditemukan.

    Sebelumnya, dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra dan Bripda Nopandri Ramadhana, juga telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah hilang saat operasi penangkapan terduga bandar narkotika.

    Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan, relawan, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

    Editor: Andrian

  • Dari Penggerebekan Narkoba hingga Tiga Polisi Gugur, Ini Kronologi Lengkap Tragedi Katingan

    Dari Penggerebekan Narkoba hingga Tiga Polisi Gugur, Ini Kronologi Lengkap Tragedi Katingan

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pencarian terhadap Aiptu Sumariyanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang usai operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu, 5 Juli 2026 pagi.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan identitas jenazah yang ditemukan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Rantau Asem tersebut.

    “Iya, almarhum adalah Aiptu Sumariyanto,” ujar Dodik saat dikonfirmasi.

    Menurut informasi yang dihimpun, jasad Aiptu Sumariyanto pertama kali ditemukan warga dalam kondisi tersangkut di batang pohon tumbang di tepi Daerah Aliran Sungai (DAS) Rantau Asem. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus hitam lengan pendek dan celana jeans pendek.

    Kapolres mengatakan, jenazah selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

    “Masih menunggu hasil autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara,” katanya.

    Dengan ditemukannya Aiptu Sumariyanto, operasi pencarian terhadap personel Polres Katingan yang hilang dinyatakan selesai.

    Kronologi sebelum tiga personel gugur

    Pada Rabu, 1 Juli 2026, Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Setelah penyelidikan, polisi mengidentifikasi seorang terduga bandar berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.

    Malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, tim berjumlah 12 personel berangkat menuju lokasi. Mereka tiba sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis, 2 Juli 2026, lalu dibagi menjadi dua tim.

    Tim pertama yang dipimpin Kasatresnarkoba beranggotakan sembilan personel mendatangi rumah target operasi, sedangkan tiga personel lainnya bersiaga di sekitar SMP setempat.

    Saat berada di rumah target, polisi memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangan. Terduga bandar BIO sempat berhasil diamankan oleh petugas.

    Namun situasi berubah ketika seorang pria dari arah dapur membawa parang dan menyerang anggota polisi. Serangan itu berhasil digagalkan petugas. Tidak lama kemudian, dua pria lainnya keluar dari dalam rumah sambil membawa parang dan menyerang Kasatresnarkoba.

    Melihat serangan tersebut, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan. Karena tidak dihiraukan dan serangan terus berlanjut, polisi melakukan tindakan tegas terukur hingga salah seorang penyerang terjatuh.

    Peristiwa itu memicu kepanikan keluarga dan warga sekitar. Massa berdatangan membawa parang serta diduga senjata api rakitan, lalu mengejar dan menyerang anggota Satresnarkoba. Polisi kemudian meminta bantuan personel tambahan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

    Saat anggota berpencar menyelamatkan diri

    Dalam kondisi terdesak, sebagian anggota menyelamatkan diri dengan menyeberangi Sungai Katingan menuju sebuah pulau kecil. Kasatresnarkoba bahkan harus terjun ke sungai.

    Sementara itu, tim kedua yang sebelumnya bersiaga berhasil keluar dari lokasi untuk meminta bantuan, meski sempat dihadang warga yang membawa balok kayu, parang, dan diduga senjata api rakitan.

    Di tengah upaya penyelamatan diri, Bripka Jhon Trio dan Bripda Ferdy sempat menghubungi tim kedua agar segera meminta bantuan ke Polsek Katingan Tengah. Kasatresnarkoba juga menghubungi Kapolres Katingan untuk meminta penebalan personel.

    Detik-detik Aipda Yudhi, Aiptu Sumariyanto, dan Bripda Nopandri terpisah

    Saat mencoba keluar dari pulau kecil dengan berenang, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana mulai kelelahan.

    Dalam laporan awal kepolisian disebutkan ketiganya sempat mengatakan menyerah dan kembali menuju tepian sungai, lokasi yang saat itu telah dipenuhi warga.

    Sementara lima anggota lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju hutan dan akhirnya dievakuasi.

    Penemuan para korban

    Aipda Yudhi Perdana Putra menjadi korban pertama yang ditemukan. Ia ditemukan meninggal dunia di sebuah lanting (rumah apung) dengan luka bacok di bagian kepala.

    Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan pada Sabtu, 4 Juli 2026 sore di aliran Sungai Katingan. Jasadnya tersangkut di ranting pohon di kawasan Desa Tumbang Lahang.

    Setelahnya, Aiptu Sumariyanto ditemukan pada Minggu, 5 Juli 2026 pagi di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Rantau Asem. Jasadnya ditemukan warga dalam kondisi tersangkut di batang pohon tumbang di tepi sungai.

    Selanjutnya, penyidik masih menunggu hasil autopsi serta melanjutkan penyidikan untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian masing-masing korban dan peran para pelaku dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian.

    Editor: Andrian

  • Tangis Haru Iringi Pemakaman Kedinasan Aiptu Anumerta Yudhie di Kasongan

    Tangis Haru Iringi Pemakaman Kedinasan Aiptu Anumerta Yudhie di Kasongan

    INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Almarhum Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, S.Sos., M.A.P., dimakamkan secara kedinasan Polri di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Jalan Pilau, Kasongan, Kabupaten Katingan, Sabtu 4 Juli 2026 siang.

    Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa, pengabdian, dan pengorbanan almarhum selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

    Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh haru. Sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Katingan, personel Polres Katingan, unsur TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga dan kerabat almarhum hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok Bhayangkara yang dikenal berdedikasi, loyal, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam melaksanakan tugas.

    Menurutnya, pengorbanan yang telah diberikan almarhum menjadi teladan bagi seluruh personel Polri, khususnya jajaran Polres Katingan, dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

    “Almarhum adalah anggota yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi. Pengabdian serta pengorbanannya akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri,” ujar Kapolres dalam amanatnya.

    Suasana duka semakin terasa saat penghormatan terakhir diberikan kepada almarhum. Keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat yang hadir tampak mengiringi prosesi pemakaman dengan doa sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum.

    Upacara pemakaman kedinasan tersebut menjadi simbol penghormatan institusi Polri kepada Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara hingga akhir hayat.

    Prosesi ditutup dengan doa bersama. Keluarga besar Polres Katingan berharap almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka.

    Editor: Andrian 

  • Bripda Nopandri Gugur Saat Bertugas, Tim Gabungan Masih Cari Aiptu Sumariyanto

    Bripda Nopandri Gugur Saat Bertugas, Tim Gabungan Masih Cari Aiptu Sumariyanto

    INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Setelah dua hari dilakukan pencarian intensif, Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat operasi penangkapan terduga bandar sabu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

    Jenazah Bripda Nopandri ditemukan mengapung di Sungai Katingan, tepatnya di kawasan Desa Tumbang Lahang, Kabupaten Katingan, Sabtu (4/7/2026). Korban kemudian dievakuasi oleh tim gabungan yang sejak awal melakukan pencarian.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Bripda Nopandri saat menjalankan tugas kepolisian. Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Polres Katingan.

    Ia memastikan proses pencarian belum dihentikan. Tim gabungan masih terus berupaya menemukan satu personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto, yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

    “Seluruh jajaran Polres Katingan bersama Polda Kalimantan Tengah, Basarnas, TNI, BPBD, dan unsur terkait akan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian terhadap satu personel yang hingga kini masih belum ditemukan, yakni Aiptu Sumariyanto,” ujar Dodik.

    Bripda Nopandri diketahui merupakan salah satu personel yang terlibat dalam operasi penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Kamis (2/7/) dini hari.

    Operasi tersebut berujung bentrokan yang mengakibatkan sejumlah anggota kepolisian menjadi korban. Sejak kejadian itu, tim gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Katingan serta kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian.

    Dodik menegaskan, pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh personel yang menjadi korban berhasil ditemukan. Menurutnya, berbagai unsur masih dikerahkan untuk memperluas area pencarian.

    “Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dapat berjalan lancar dan korban segera ditemukan,” kata Dodik.

     Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui informasi atau menemukan petunjuk yang dapat membantu mempercepat proses pencarian Aiptu Sumariyanto.

    Editor: Andrian 

  • Jenazah Bripda Nopandri Ramadhana Ditemukan di DAS Katingan, Akan Diautopsi 

    Jenazah Bripda Nopandri Ramadhana Ditemukan di DAS Katingan, Akan Diautopsi 

    INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Bripda Nopandri Ramadhana, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan yang sebelumnya dilaporkan hilang saat menjalankan tugas, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, Sabtu 4 Juli 2026.

    Jasad korban ditemukan oleh warga di sekitar Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, setelah dilakukan pencarian sejak insiden yang terjadi pada Kamis (2/7).

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan kabar penemuan tersebut. Menurut dia, jenazah Bripda Nopandri Ramadhana telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    “Anggota akan diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Dodik saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

    Dodik menjelaskan, jasad korban ditemukan oleh warga Desa Tumbang Lahang yang kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian.

    Selanjutnya, tim gabungan melakukan proses evakuasi sebelum membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara di Palangkaraya untuk keperluan autopsi.

    Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan penyebab meninggalnya Bripda Nopandri Ramadhan.

    Sebelumnya, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto. dilaporkan hilang saat operasi penindakan kasus narkotika di wilayah Kecamatan Katingan Tengah.

    Dalam peristiwa tersebut, seorang personel lainnya, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, gugur saat menjalankan tugas.

    Editor: Andrian 

  • Musda VI Golkar Katingan, Pengurus Baru Disiapkan Hadapi Tantangan Politik

    Musda VI Golkar Katingan, Pengurus Baru Disiapkan Hadapi Tantangan Politik

    INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Katingan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI Tahun 2026 di Gedung DPRD setempat, Sabtu (4/7/2026). Musda menjadi forum untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru.

    Ketua DPD Partai Golkar Katingan, Nanang Suriansyah, mengatakan Musda bukan sekadar agenda seremonial atau rutinitas organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

    Menurut dia, forum tersebut memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan partai di tingkat kabupaten.

    “Musyawarah daerah ini bukan sekadar agenda seremonial atau rutinitas organisasi lima tahunan. Lebih dari itu, Musda merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kabupaten untuk melakukan evaluasi program kerja, merumuskan strategi, dan menyusun kepengurusan baru yang solid,” ujar Nanang.

    Ia menegaskan, kepengurusan yang terbentuk melalui Musda diharapkan mampu membawa Partai Golkar semakin siap menghadapi berbagai agenda politik yang akan datang. Selain itu, partai juga harus terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi warga.

    “Partai Golkar harus senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengar serta memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Katingan,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Nanang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Katingan yang telah memberikan kepercayaan kepada Partai Golkar pada Pemilu 2024. Kepercayaan tersebut, kata dia, menjadi modal penting bagi partai untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

    Ia menyebut Partai Golkar berhasil menjadi peraih suara terbanyak di Kabupaten Katingan pada Pemilu 2024. Selain itu, pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Golkar bersama partai koalisi juga berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Katingan.

    “Atas nama pribadi dan Partai Golkar, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Katingan atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Partai Golkar,” ucapnya.

    Nanang berharap kepemimpinan Bupati Saiful dan Wakil Bupati Firdaus mampu membawa Kabupaten Katingan menjadi daerah yang lebih maju, sejahtera, dan semakin berkembang.

    “Kami mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk menjaga soliditas organisasi serta bersama-sama mendukung pembangunan demi kemajuan Kabupaten Katingan,” pungkasnya.

    Editor: Andrian

  • Aksi Damai di Kantor Gubernur, Warga Kalteng Minta Program MBG Terus Dilanjutkan

    Aksi Damai di Kantor Gubernur, Warga Kalteng Minta Program MBG Terus Dilanjutkan

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Ratusan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Gizi Anak Kalimantan Tengah menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa. Mereka menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Aksi berlangsung tertib dan diwarnai dialog antara perwakilan massa dengan Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan itu, Koordinator Aksi, Tirta Yoga, menegaskan bahwa masyarakat mendukung penuh program tersebut karena berdampak positif terhadap pemenuhan gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi UMKM lokal yang menjadi penyedia bahan pangan maupun jasa pendukung. Karena itu, kami mendukung agar program ini terus dilanjutkan,” ujar Tirta Yoga.

    Menurut peserta aksi, keberadaan Program MBG telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi, program tersebut juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi UMKM lokal sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

    “Kami juga mendukung Presiden Republik Indonesia agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan sebagai salah satu program strategis nasional yang manfaatnya sudah dirasakan masyarakat,” kata Tirta Yoga.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah menyatakan menerima seluruh masukan yang disampaikan peserta aksi dan akan meneruskannya kepada pemerintah pusat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

    “Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini kami terima dan akan kami teruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan masukan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Gubernur.

    Dalam dialog tersebut, massa menyampaikan delapan poin aspirasi kepada pemerintah, yakni:

    1. Mendukung Presiden untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis.
    2. Mendorong lahirnya Undang-Undang sebagai payung hukum Program MBG.
    3. Mendukung Presiden melakukan pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN).
    4. Mendukung implementasi Pasal 33 UUD 1945.
    5. Mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
    6. Meminta BGN melibatkan para mitra dalam setiap penyusunan keputusan.
    7. Mendukung program-program strategis nasional lainnya.
    8. Mendukung pemerintah menindak tegas siapa pun yang menghambat atau merusak program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Aksi berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan damai dengan pengawalan aparat keamanan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. (**)

    Editor: Andrian

  • Luar Biasa! Kalteng Sabet 11 Emas pada Ajang Pesparawi Nasional 2026

    Luar Biasa! Kalteng Sabet 11 Emas pada Ajang Pesparawi Nasional 2026

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kontingen Kalimantan Tengah (Kalteng) menorehkan hasil membanggakan pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Kalteng berhasil mengoleksi 11 medali emas dan satu medali perak.

    Capaian tersebut diumumkan saat penutupan Pesparawi Nasional XIV di Lapangan Borarsi, Manokwari, Minggu, 28 Juni 2026.

    Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalteng, Guntur Talajan, mengapresiasi seluruh peserta, pelatih, pembina, pemerintah kabupaten dan kota, serta semua pihak yang telah berkontribusi membawa Kalteng meraih prestasi di tingkat nasional.

    Menurutnya, hasil tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan seni musik gerejawi di Kalteng.

    “Prestasi ini menjadi motivasi bagi peserta, pelatih, pembina, dan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Kalimantan Tengah untuk terus meningkatkan kualitas musik gerejawi serta mempersiapkan diri menghadapi Pesparawi Nasional XV di Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya.

    Dari total 11 medali emas, Kota Palangka Raya menjadi penyumbang terbanyak. Daerah ini meraih juara pada kategori Solo Anak Usia 7-10 Tahun, Solo Anak Usia 11-15 Tahun, Vokal Solo Remaja Putra, Musik Pop Gerejawi, Paduan Suara Remaja/Pemuda, Paduan Suara Dewasa Campuran, dan Paduan Suara Pria.

    Empat medali emas lainnya disumbangkan Kabupaten Pulang Pisau pada kategori Paduan Suara Anak, Kabupaten Seruyan untuk kategori Vokal Grup, Kabupaten Murung Raya pada kategori Paduan Suara Wanita, serta Kabupaten Kotawaringin Timur melalui kategori Musik Gereja Nusantara.

    Sementara itu, satu-satunya medali perak bagi Kalteng diraih Kabupaten Murung Raya pada kategori Vokal Solo Remaja Putri.

    Guntur berharap, capaian tersebut menjadi pemacu semangat seluruh daerah di Kalteng untuk terus meningkatkan pembinaan peserta sejak dini sehingga mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi pada ajang Pesparawi berikutnya.

    Pada Pesparawi Nasional XIV, Provinsi Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum setelah meraih empat gelar juara dari 12 kategori yang diperlombakan. Selanjutnya, Pesparawi Nasional XV dijadwalkan berlangsung di Provinsi Sulawesi Tengah.

error: Content is protected !!