INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepergian Aiptu Sumariyanto saat menjalankan tugas dalam penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan seangkatannya di kepolisian.
Salah satunya disampaikan AKP Miftah Khoiri, teman satu leting almarhum. Ia mengenang Aiptu Sumariyanto sebagai sosok polisi yang tegas, mudah bergaul, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat maupun rekan kerja.
“Beliau selama ini kumpul sama kita, bergaul dengan masyarakat itu baik. Kemudian sama teman-teman juga akrab, orangnya tegas, orangnya kompak,” ujar Miftah ketika diwawancarai saat ikut mengantar jenazah almarhum ke RS Bhayangkara, Minggu, 5 Juli 2026.
Ia mengatakan almarhum dikenal selalu aktif dalam berbagai kegiatan bersama rekan-rekannya. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi salah satu karakter yang paling melekat pada diri Aiptu Sumariyanto.
“Kita selalu bersama-sama kalau ada kegiatan, bergotong royong. Jadi dari rekan-rekan merasa kehilangan,” katanya.
Miftah menyebut dirinya dan almarhum merupakan lulusan pendidikan yang sama, yakni Diktuk tahun 2019.
Selama tinggal bersama di mess kepolisian, ia melihat Aiptu Sumariyanto sebagai sosok yang disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Beliau rajin melaksanakan tugas. Kalau dalam bergaul dengan masyarakat juga baik, tidak ada yang berbuat fatal ke masyarakat,” ucapnya.
Kabar gugurnya Aiptu Sumariyanto saat bertugas membuat dirinya dan rekan-rekan satu angkatan sangat terpukul.
“Ya, merasa kehilangan karena beliau sosok teman yang akrab. Kalau tinggal di mess itu kan kita saling menghormati,” tuturnya.
Menurut Miftah, hubungan kekeluargaan yang terjalin selama bertahun-tahun membuat kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi rekan-rekannya.
“Teman-teman mendengar beliau menjadi salah satu korban ya merasa kehilangan sekali,” tambahnya.
Ia berharap dedikasi dan pengabdian almarhum selama menjadi anggota Polri dapat menjadi teladan bagi personel lainnya dalam menjalankan tugas melayani dan melindungi masyarakat.
Editor: Andrian