INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat sebanyak 4.146 warga telah menerima manfaat dari program Bakti Kesehatan yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Program tersebut berlangsung sejak 1 Juni 2026 dan dilaksanakan oleh Polda Kalteng bersama seluruh Polres jajaran di berbagai wilayah.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan tetapi juga kesehatan.
“Aksi sosial ini merupakan wujud nyata komitmen Polri hadir di tengah masyarakat untuk meringankan beban sosial, ekonomi dan kesehatan warga,” ujarnya saat puncak Bakti Kesehatan di Aula Graha Bhayangkara Polda Kalteng, Selasa, 23 Juni 2026.
Iwan menjelaskan berbagai layanan kesehatan telah diberikan selama pelaksanaan program tersebut.
Tercatat sebanyak 2.762 warga mendapatkan layanan pengobatan umum, sementara 670 orang mengikuti pemeriksaan laboratorium.
Selain itu, masyarakat juga memperoleh layanan cek kesehatan gratis, pemeriksaan spesialis penyakit dalam, mata, bedah dan paru, skrining stunting, pelayanan KIA dan KB, khitanan massal, operasi celah bibir, operasi katarak, hingga bantuan alat bagi penyandang disabilitas.
“Kegiatan pada puncak hari ini menargetkan pemberian pelayanan kesehatan gratis kepada 1.500 masyarakat, baik anak-anak, dewasa maupun lansia,” katanya.
Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalteng yang turut mendukung kegiatan sosial tersebut melalui bantuan sosial kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada Pak Wakil Gubernur, mohon disampaikan juga kepada Pak Gubernur atas bantuan sosial yang diberikan bagi masyarakat membutuhkan. Semoga kebersamaan dan sinergitas ini, jajaran kepolisian dapat terus menjalankan tugasnya secara optimal dalam mengawal pembangunan daerah yang aman dan kondusif,” tutup Iwan.
Selain layanan kesehatan, puncak kegiatan juga dirangkai dengan penyaluran paket sembako kepada perwakilan buruh, pengemudi ojek online, dan masyarakat kurang mampu.
Editor: Andrian