website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Stunting Kalteng Turun ke 22,1 Persen, Pemprov Kejar Target 18,8 Persen

Ilustrasi anak-anak yang sedang bermain di sawah. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat angka stunting terus menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, prevalensi stunting di Kalteng berada di angka 27,4 persen dan turun menjadi 22,1 persen pada 2024.

Ketua TP PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran mengatakan, capaian itu menjadi sinyal positif, tetapi belum cukup untuk menghentikan upaya percepatan penurunan stunting di daerah.

“Capaian ini patut disyukuri, tetapi belum cukup. Kita masih harus bekerja lebih terarah, lebih terintegrasi, dan lebih konsisten agar target berikutnya bisa tercapai,” ujarnya saat membuka Rakorda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 29 April 2026.

Pemprov Kalteng menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 20,6 persen pada 2025 dan kembali ditekan hingga 18,8 persen pada 2026. Target itu dinilai realistis jika intervensi dilakukan lebih tepat sasaran.

Pasang Iklan

Menurut Aisyah, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas hidup, produktivitas, dan daya saing daerah pada masa depan.

“Stunting bukan sekadar isu kesehatan. Ini berkaitan dengan kualitas hidup, produktivitas, dan masa depan daerah kita,” katanya.

Ia menegaskan, percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, pangan, hingga penguatan keluarga.

“Kalau ingin hasilnya lebih cepat, maka intervensinya harus tepat sasaran dan dikerjakan bersama-sama,” tegasnya.

Aisyah berharap upaya percepatan penurunan stunting di Kalteng tidak berhenti pada target angka, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak.

“Penurunan stunting ini jangan berhenti hanya pada capaian angka, tetapi harus benar-benar berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak dan masa depan generasi kita,” pungkasnya.

Pasang Iklan

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran