INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih bisa beroperasi lebih cepat pada 2026. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pembangunan gerai usaha dan fasilitas gudang sebagai penunjang aktivitas koperasi di lapangan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng, Herson B. Aden, mengatakan penguatan sarana fisik menjadi kunci agar koperasi tidak hanya ada di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Herson saat Rapat Temu Mitra Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2026 yang digelar di Aula Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, secara kelembagaan koperasi Merah Putih di Kalteng sebenarnya sudah terbentuk dan memiliki dasar hukum yang jelas. Namun, banyak koperasi belum aktif karena terkendala fasilitas pendukung.
“Banyak koperasi sudah berdiri secara legal, tapi belum jalan karena belum punya gerai, gudang, dan fasilitas lainnya. Ini yang ingin kita kejar penyelesaiannya,” ujar Herson.
Menurutnya, Gubernur Kalteng memberi perhatian serius pada koperasi Merah Putih sebagai salah satu penggerak ekonomi desa dan kelurahan. Karena itu, koperasi masuk dalam Program Huma Betang Sejahtera yang menjadi prioritas daerah.
Melalui program tersebut, Pemprov Kalteng menargetkan minimal 50 koperasi aktif pada 2026. Setiap koperasi nantinya akan mendapat bantuan stimulus dengan nilai sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta menggunakan pola pembiayaan bergulir.
Herson menyebut, ke depan koperasi Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai unit usaha, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menyalurkan berbagai bantuan sosial dan ekonomi kepada masyarakat.
“Penyaluran bantuan akan kita integrasikan lewat koperasi. Masyarakat cukup menggunakan Kartu Huma Betang Sejahtera, sehingga alurnya lebih singkat dan ekonomi lokal ikut bergerak,” jelasnya.
Meski begitu, ia mengakui masih banyak tantangan di lapangan. Beberapa koperasi terkendala ketersediaan lahan dan bangunan, permodalan awal, hingga keterbatasan infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih, dan jaringan internet.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Kalteng berencana menyiapkan dukungan internet satelit pada 2026, khususnya bagi koperasi yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau jaringan konvensional.
Selain itu, pemerintah provinsi juga mendorong kabupaten dan kota agar lebih fleksibel dalam pemanfaatan aset daerah. Skema pinjam pakai atau hibah gedung dinilai bisa menjadi solusi sementara bagi koperasi yang belum memiliki tempat usaha.
Berdasarkan data sementara, baru 13 Koperasi Desa Merah Putih di Kalteng yang dinyatakan aktif dan siap menerima bantuan, sebagian besar berada di sekitar kawasan hutan. Angka tersebut masih jauh dari target 50 koperasi aktif.
Sementara itu, progres pembangunan fisik gerai koperasi juga masih terbatas. Dari target 205 unit gerai, sekitar 40 persen baru menunjukkan perkembangan di lapangan, sehingga percepatan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Editor: Andrian