website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemprov Kalteng Pangkas Belanja Nonprioritas, Program Rakyat Tetap Aman

Keterangan foto: Gubernur Agustiar Sabran memberikan keterangan saat diskusi bersama wartawan di Istana Isen Mulang. (Redha)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran menegaskan efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalteng tidak akan mengganggu program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Agustiar saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kalteng, program pangan murah, hingga pengawasan investasi di Kalteng.

Menurutnya, anggaran pelaksanaan HUT Kalteng tahun 2026 sebesar Rp5,7 miliar masih lebih kecil dibandingkan sejumlah kabupaten di Kalteng yang juga menggelar perayaan hari jadi daerah.

“Ulang Tahun Kalteng Rp5,7 miliar ini di bawah dari kabupaten yang merayakan, mereka lebih besar anggarannya. Tapi kami akan memberikan yang terbaik pada HUT Kalteng untuk masyarakat,” ujar Agustiar Sabran.

Pasang Iklan

Ia menjelaskan, efisiensi anggaran dilakukan pada kegiatan yang dinilai tidak prioritas seperti rapat di hotel, konsumsi kegiatan, perawatan kendaraan dinas, perencanaan tertentu, hingga pengadaan pakaian.

“Pertemuan di hotel, makan minum, perawatan mobil, perencanaan, pengadaan baju, ini yang diefisiensi,” katanya.

Meski melakukan penghematan anggaran, Pemerintah Provinsi Kalteng memastikan program pangan murah tetap berjalan karena dinilai penting dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kondisi ekonomi global.

“Pangan murah ada kita laksanakan. Kalau dulu pasar murah namanya, jadi pangan murah ini berintegrasi dengan Kartu Huma Betang Sejahtera,” ucapnya.

“Namun program pangan murah tidak kami stop karena ini penting dampak ekonomi dunia saat ini,” tambah Agustiar.

Selain itu, gubernur juga meminta masyarakat aktif menyampaikan laporan dan aspirasi melalui layanan pengaduan “Lapor Gub” agar pemerintah dapat mengetahui persoalan yang terjadi hingga ke wilayah pelosok.

Pasang Iklan

“Kami berharap masyarakat terus lapor di web pengaduan Lapor Gub agar saya juga mengetahui yang tidak kami lihat di pelosok-pelosok,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agustiar turut menegaskan bahwa keberadaan investor di Kalimantan Tengah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, bukan hanya kelompok tertentu.

Ia juga mengingatkan perusahaan yang beroperasi di Kalteng agar menggunakan kendaraan berpelat KH sebagai bentuk kontribusi terhadap daerah.

“Dampak investor itu berdampak pada masyarakat bukan individu atau kelompok tertentu. Selama perusahaan tidak menggunakan pelat KH kami akan terus ingatkan,” tandasnya.

Penulis: Redha

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran