INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas layanan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam rapat koordinasi daring bersama ratusan kepala sekolah, pengawas, dan diikuti lebih dari 400 peserta beberapa waktu lalu.
Reza mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Dulu APBD kita Rp10,2 triliun, sekarang sekitar Rp5,3 triliun,” ungkapnya.
Penurunan tersebut juga berdampak langsung pada anggaran pendidikan yang dikelola Disdik Kalteng. “Dari sekitar Rp2,3 triliun, sekarang menjadi kurang lebih Rp1,3 triliun. Turun hampir Rp1 triliun,” jelas Reza.
Meski demikian, ia menegaskan pelayanan publik di sektor pendidikan harus tetap optimal. Reza menyebutkan tingkat kepuasan peserta didik di Kalteng saat ini mencapai 97,3 persen.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. “Ini bukan kerja satu orang atau satu dinas, tapi hasil kebersamaan,” tuturnya.
Ia juga menyinggung pengelolaan dana BOS dan BOSDA yang sebelumnya masih menimbulkan stigma negatif di masyarakat. Untuk itu, Disdik Kalteng mendorong transparansi melalui pemanfaatan platform PENA Kalteng agar pengelolaan anggaran lebih terbuka dan akuntabel.
Reza menegaskan arahan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran agar bantuan pendidikan benar-benar dirasakan langsung oleh peserta didik. “Pak Gubernur ingin bantuan sekolah gratis ini menyentuh anak-anak kita, terutama yang tidak mampu dan di wilayah pedalaman,” pungkasnya.
Editor: Andrian