website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Hasil Awal Autopsi Anton Kurniawan: Tak Ada Tanda Kekerasan, Diduga Gagal Jantung

Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar (tengah), Kepala Kanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana (kanan) dan Kalapas Kelas IIA (kiri) Hisam Wibowo, saat memberikan keterangan kepada awak media di RS Bhayangkara, Minggu, 31 Mei 2026. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Hasil autopsi sementara terhadap warga binaan Anton Kurniawan yang meninggal di Lapas Palangka Raya belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada penyebab kematian.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bias Layar dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah (Kalteng), I Putu Murdiana, saat diwawancarai awak media di RS Bhayangkara, Palangka Raya, Minggu, 31 Mei 2026.

Bias mengatakan pemeriksaan terhadap jenazah Anton dilakukan melalui visum dan autopsi atas persetujuan pihak keluarga.

“Tadi malam sudah dilakukan olah TKP dan jenazah dibawa ke RS Bhayangkara agar divisum dan diautopsi. Ini juga atas persetujuan keluarga dan mereka sepakat,” ujarnya.

Pasang Iklan

Ia menegaskan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan luka fisik yang mematikan pada tubuh Anton.

“Secara fisik tidak ada tanda-tanda kekerasan yang mematikan. Luka yang ada hanya bekas borgol di tangan dan kaki karena itu memang prosedur di ruang maximum security,” katanya.

Pernyataan itu sekaligus menjawab beredarnya foto kondisi wajah Anton yang disebut mengalami lebam dan luka di bagian bibir.

Bias mengaku belum melihat langsung foto tersebut, namun dirinya tetap berpegang pada hasil pemeriksaan medis dari RS Bhayangkara.

“Saya berpatokan pada keterangan dari Rumah Sakit Bhayangkara. Tidak ada luka fisik yang mematikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana mengatakan hasil autopsi sementara mengarah pada dugaan gangguan jantung. Namun kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil uji laboratorium.

Pasang Iklan

“Dari keterangan sementara hasil autopsi, diduga ada gagal jantung. Tetapi untuk kepastian spesifiknya masih dilakukan uji laboratorium,” jelasnya.

Ia menyebut proses pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu beberapa Minggu karena tim medis masih mendalami sejumlah sampel untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh.

“Dokter RS Bhayangkara masih bekerja dan tentu membutuhkan waktu untuk memastikan hasil akhirnya,” ungkapnya.

Anton sebelumnya ditempatkan di ruang isolasi atau maximum security setelah melakukan percobaan pelarian pada 23 Mei 2026 lalu. Selama berada di ruang isolasi, Anton disebut tidak mau makan selama dua hingga tiga hari terakhir, meski masih minum air.

Pada Sabtu malam sekitar pukul 23.35 WIB, Anton ditemukan dalam posisi tertelungkup di dalam sel dan sudah tidak bernapas. Setelah dilakukan olah TKP oleh kepolisian, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses autopsi lebih lanjut.

Pihak Ditjenpas Kalteng memastikan seluruh proses penanganan kasus tersebut masih terus berjalan dan hasil resmi autopsi akan disampaikan setelah pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan.

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!