website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Korban Kebakaran Pahandut Masih Butuh Kasur hingga Peralatan Rumah Tangga

Lurah Pahandut, Ahmad Reza saat diwawancarai soal posko pengungsian korban kebakaran, Senin, 13 Juli 2026. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sehari setelah kebakaran besar melanda kawasan Ponton di Jalan Dr. Murjani, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, sebagian korban kini tinggal di posko pengungsian.

Mereka mulai memilah bantuan pakaian layak pakai, sementara sebagian lainnya kembali ke lokasi kebakaran untuk mencari barang yang masih bisa diselamatkan.

Lurah Pahandut, Ahmad Reza mengatakan, dari total 43 kepala keluarga atau 128 jiwa yang terdampak kebakaran, sekitar 20 kepala keluarga memilih mengungsi di posko. Sementara sisanya tinggal sementara di rumah kerabat maupun keluarga.

“Untuk yang mengungsi ini tidak semua, sekitar 20 KK. Jadi yang lain mungkin mengungsi di tempat keluarganya,” kata Reza, Senin, 13 Juli 2026.

Pasang Iklan

Ia menyebut, kebutuhan dasar para pengungsi masih belum sepenuhnya terpenuhi. Selain tempat tidur, mereka juga membutuhkan perlengkapan rumah tangga dan kebutuhan mandi.

“Yang masih sangat dibutuhkan seperti kasur, kemudian peralatan rumah tangga seperti kompor, serta perlengkapan mandi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk sementara para pengungsi masih meminjam berbagai perlengkapan dari warga sekitar. Namun, kondisi tersebut tidak bisa berlangsung lama karena sebagian besar rumah korban terbakar habis beserta seluruh isinya.

“Yang mengungsi ini kan rumahnya terbakar ludes. Bantuan untuk kebutuhan tidur dan perlengkapan sehari-hari itu yang paling mereka harapkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, kebutuhan makanan bagi para pengungsi mulai terpenuhi. Dinas Sosial Kota Palangka Raya telah menyalurkan sekitar 140 bungkus makanan, dan dalam waktu dekat akan mendirikan dapur umum di sekitar lokasi pengungsian.

“Kalau untuk makan, alhamdulillah sudah terpenuhi. Bantuan datang bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat dan relawan,” katanya.

Pasang Iklan

Selain makanan, bantuan berupa pakaian layak pakai juga terus berdatangan dari berbagai kalangan untuk membantu meringankan beban para korban.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026 menghanguskan puluhan rumah di kawasan padat penduduk tersebut.

Peristiwa itu berdampak pada sekitar 40 bangunan, termasuk barak dan bangunan MTs Darul Ulum. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!