INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Warga Kota Kasongan mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) dalam beberapa waktu terakhir. Kelangkaan tersebut dinilai mulai mengganggu aktivitas rumah tangga hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada pasokan gas bersubsidi.
Sejumlah warga mengaku harus mencari elpiji ke beberapa lokasi karena stok di tempat pembelian yang biasa didatangi sering kali kosong. Kondisi itu membuat masyarakat membutuhkan waktu lebih lama untuk memperoleh kebutuhan energi rumah tangga.
Tak hanya sulit ditemukan, harga elpiji 3 kg di tingkat eceran juga disebut mengalami kenaikan dibanding harga yang biasanya dibayar masyarakat. Situasi tersebut dinilai menambah beban pengeluaran, terutama bagi keluarga dengan tingkat konsumsi gas yang cukup tinggi.
Salah seorang warga Kasongan, Ira, mengatakan dalam beberapa hari terakhir dirinya beberapa kali tidak memperoleh elpiji di lokasi langganan. Akibatnya, ia terpaksa mencari ke tempat lain meski harus membeli dengan harga lebih mahal.
“Sudah beberapa kali mencari ke tempat yang biasa, tetapi stok kosong. Akhirnya harus mencari ke lokasi lain dan harganya lebih tinggi,” ujar Ira kepada Intimnews.com, Kamis (25/6/2026).
Keluhan serupa juga dirasakan pelaku usaha kecil yang menggunakan elpiji subsidi sebagai kebutuhan utama untuk menjalankan operasional usaha sehari-hari. Mereka khawatir kondisi ini akan berdampak pada peningkatan biaya produksi.
Menurut Ira, distribusi elpiji subsidi perlu mendapat pengawasan lebih ketat agar pasokan benar-benar tersedia dan tepat sasaran di tengah masyarakat. Ia menilai ketersediaan stok menjadi faktor penting untuk menjaga aktivitas rumah tangga dan usaha tetap berjalan.
Warga juga berharap pemerintah daerah dapat melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan distribusi elpiji 3 kg berjalan lancar. Langkah antisipasi dinilai diperlukan apabila terjadi keterbatasan pasokan di tingkat agen maupun pangkalan.
“Kami berharap persoalan kelangkaan elpiji subsidi ini dapat segera ditangani sehingga kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kecil tetap terpenuhi tanpa harus menghadapi kesulitan memperoleh pasokan maupun kenaikan harga di tingkat eceran,” pungkasnya.