INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya membuka peluang lebih besar bagi petani lokal untuk terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah yang didorong adalah membangun kemitraan langsung antara kelompok tani dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal itu disampaikan Koordinator Wilayah BGN Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri, saat menghadiri Rembuk Tani Merdeka di Sekretariat Tani Sembada Palangka Raya, Selasa (4/8/2026).
Analistra mengungkapkan, saat ini terdapat 29 SPPG yang telah beroperasi di empat kecamatan di Kota Palangka Raya, yakni Jekan Raya, Pahandut, Sebangau, dan Bukit Batu. Keberadaan SPPG tersebut dinilai menjadi peluang bagi petani lokal untuk memasok kebutuhan pangan Program MBG.
“Kami ingin kelompok tani bisa bermitra langsung dengan SPPG agar hasil panen petani terserap secara maksimal sekaligus mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Analistra.
Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah melengkapi pendataan kelompok tani agar proses penjajakan kerja sama lebih mudah dilakukan. Selain itu, komunikasi antara SPPG, Dinas Pertanian, Tani Merdeka Indonesia, dan kelompok tani harus dibangun secara berkelanjutan.
Analistra juga menilai pola tanam petani perlu disesuaikan dengan kebutuhan bahan pangan Program MBG. Dengan begitu, hasil panen yang dihasilkan memiliki pasar yang jelas dan dapat diserap secara berkesinambungan.
“Jika pola tanam disesuaikan dengan kebutuhan SPPG, petani memiliki kepastian pasar dan distribusi pangan lokal akan semakin kuat,” katanya.
BGN optimistis kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Analistra, ketika kebutuhan pangan program dipenuhi oleh petani lokal, manfaatnya akan dirasakan secara langsung melalui meningkatnya pendapatan petani, tumbuhnya usaha pertanian, dan perputaran ekonomi di daerah.
“Harapannya, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal di Kota Palangka Raya,” pungkasnya.
Editor: Andrian