INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, punya pendekatan baru dalam mengembangkan program transmigrasi. Pak sekedar memindahkan penduduk, transmigrasi diarahkan menjadi bagian dari strategi membangun pusat ekonomi baru di daerah.
Salah satu kawasan yang diproyeksikan untuk pengembangan tersebut berada di Desa Rangda, kecamatan Arut Selatan (Arsel). Masyarakat setempat telah menunjukkan keterbukaan terhadap program transmigrasi dan bahkan menyiapkan lahan untuk mendukung pembangunan kawasan.
Lahan yang disiapkan mencapai 800 hektare. Kawasan tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 400 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.600 hingga 2.000 jiwa. Program yang diharapkan masyarakat adalah transmigrasi pola Pugar, yakni penataan permukiman masyarakat lokal yang dipadukan dengan kehadiran pendatang dalam satu kawasan terpadu.
Dengan pola tersebut, masyarakat lokal tidak ditinggalkan dalam pembangunan. Sektor pertanian, perdagangan, jasa, pengolahan hasil dan usaha masyarakat dapat dikembangkan sehingga aktivitas ekonomi baru tumbuh di kawasan tersebut. Kawasan transmigrasi nantinya diharapkan tidak hanya berisi permukiman. Sektor pertanian perdagangan jasa, pengolahan hasil dan usaha masyarakat dapat dikembangkan.
Kehadiran transmigrasi juga diharapkan membawa pengetahuan dan keterampilan baru. Pengalaman di bidang pertanian maupun usaha produktif dapat dipadukan dengan potensi lokal untuk meningkatkan produktivitas pendapatan masyarakat. Konsep tersebut menjadi penting karena pembangunan kawasan transmigrasi diarahkan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Keterbukaan menjadi modal sosial agar pembangunan dapat berjalan melalui kolaborasi antara masyarakat lokal dan pendatang.
Namun, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan dukungan pemerintah. Keterbatasan anggaran daerah membuat dukungan pemerintah pusat dan kementerian terkait diperlukan, terutama untuk memperkuat infrastruktur desa. Jalan akses, listrik, sekolah, fasilitas kesehatan hingga pasar menjadi kebutuhan penting. Infrastruktur tersebut akan menjadi penopang agar kawasan 800 hektare tidak hanya menjadi pemukiman, tetapi benar-benar berkembang menjadi kawasan ekonomi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kobar Yudhi Hudaya, mengatakan arah pembangunan transmigrasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya permukiman dan penduduk.
“Transmigrasi ini bagaimana bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Masyarakat lokal dan pendatang bisa bersama-sama mengembangkan potensi kawasan, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Yudhi, Rabu (5/8/2026).
Dengan pendekatan tersebut, kobar berharap kawasan transmigrasi Arsel-Kotawaringin Lama (Kolam), khususnya desa Rangda, dapat menjadi contoh pembangunan transmigrasi yang mengutamakan kolaborasi. Transmigrasi diharapkan bukan lagi sekedar perpindahan penduduk, tetapi menjadi pintu masuk pemerataan pembangunan dan penggerak ekonomi baru bagi masyarakat.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian