website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Warga Pangkalan Bun Keluhkan BBM Cepat Habis, Baru Jam 11 Siang SPBU Sudah Kehabisan Stok

Kondisi SPBU di Kobar. (Yus)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Keluhan soal sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kembali disampaikan warga Pangkalan Bun, kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Sejumlah SPBU disebut sudah kehabisan stok ketika waktu baru menunjukkan sekitar pukul 11.00 WIB.

Kondisi tersebut membuat warga harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mencari BBM yang masih tersedia. Situasi ini dinilai menyulitkan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Syafrudin, warga Pangkalan Bun, mengatakan dirinya mengalami langsung kondisi tersebut. Ia mengaku harus memutar mencari SPBU yang masih memiliki stok karena sejumlah tempat yang didatanginya sudah kehabisan BBM.

“Saya muter cari SPBU yang masih ada, eh banyak yang habis. Baru jam 11.00 siang,” keluh Safrudin, Selasa (4/8/2026).

Pasang Iklan

“Saya muter cari SPBU yang masih ada, eh banyak yang habis. Baru jam 11 siang,” keluh Safrudin, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Syafrudin, cepat habisnya stok BBM membuat masyarakat tidak hanya kehilangan waktu, tetapi juga harus mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan untuk berpindah-pindah SPBU. Kondisi itu semakin terasa ketika antrian kendaraan yang masih terjadi di sejumlah lokasi.

Keluhan warga tersebut mendapatkan perhatian DPRD Kotawaringin Barat. Wakil ketua 1 DPRD kobar Rudi Imam Gunawan mempertanyakan kondisi stok BBM di lapangan yang menurutnya tidak sejalan dengan informasi mengenai ketersediaan BBM yang disebut aman.

“Kenapa bilang aman, kenyataan di lapangan antrian panjang dan stok berkurang,” kata Rudi. Ia meminta Pertamina memperketat pengawasan distribusi BBM agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan serupa.

“Kenapa bilang aman, kenyataan di lapangan antrean panjang dan stok berkurang,” kata Rudi. Ia meminta Pertamina memperketat pengawasan distribusi BBM agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan serupa.

Rudi juga mempertanyakan kota BBM serta meminta kejelasan mengenai penyaluran BBM bersubsidi. Menurut dia, Pertamina perlu memberikan ketegasan apabila ditemukan BBM subsidi yang diperjualbelikan tidak sesuai peruntukannya.

Pasang Iklan

Keluhan mengenai BBM juga dirasakan pengemudi ojek online. Emen mengatakan sulitnya memperoleh pertalite membuat pengemudi harus menghabiskan waktu untuk mengantri. Jika stok habis giliran mereka hampir tiba, driver terpaksa mencari BBM lain yang harganya lebih mahal.

Sementara itu Sales Branch Manager ll Fuel Kalimantan PT Pertamina Putra Niaga Lucky Haryanto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat antrian di SPBU. Iya menjelaskan Pertamina melakukan pengawasan melalui digitalisasi SPBU, pemantauan mobil tangki, stok, pengiriman, hingga pembongkaran BBM.

Lucky menjelaskan kuota BBM bukan ditentukan Pertamina di daerah, melainkan regulator. Pertamina bertugas menyalurkan BBM sesuai kuota yang telah ditetapkan. Namun, bagi masyarakat Pangkalan Bun, persoalan utamanya tetap sama BBM harus mudah diperoleh ketika dibutuhkan bukan justru habis saat hari masih siang.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!