INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, meminta pemerintah daerah memperkuat perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar penyerapan anggaran lebih optimal. Langkah itu dinilai penting untuk menekan besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).
Sudarsono mengatakan, SiLPA yang tinggi tidak selalu menjadi indikator pengelolaan keuangan yang baik. Sebab, kondisi tersebut juga dapat menunjukkan masih adanya program pembangunan yang belum berjalan sesuai rencana.
“Di satu sisi, semakin besar SiLPA bisa dianggap baik karena menunjukkan adanya efisiensi anggaran. Tetapi kalau terlalu besar juga tidak baik karena berarti ada uang yang tidak dimanfaatkan untuk pembangunan,” katanya, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menjelaskan, anggaran yang tidak terserap akan berdampak pada pembangunan daerah. Dana yang seharusnya digunakan untuk membiayai program pemerintah tidak berputar dan manfaatnya tidak dirasakan masyarakat.
Sudarsono menilai, besarnya SiLPA dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya penyesuaian kebijakan, kendala teknis pelaksanaan program, hingga perubahan regulasi dari pemerintah pusat.
“Jika anggaran tidak digunakan, efek dominonya kepada masyarakat juga tidak ada karena dana tersebut tidak berputar dalam kegiatan pembangunan. Jadi memang ada SiLPA karena efisiensi, tetapi ada juga yang terjadi akibat penyesuaian aturan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng, meningkatkan kualitas perencanaan sejak awal tahun anggaran agar setiap program dapat berjalan sesuai target.
Sudarsono juga mendorong evaluasi rutin terhadap program yang memiliki serapan anggaran rendah. Dengan begitu, penggunaan APBD diharapkan semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Kalteng.
“Kami berharap perencanaan dan pelaksanaan program ke depan semakin baik, sehingga penyerapan anggaran lebih optimal dan APBD benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Editor: Andrian