INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menjadi perhatian Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng, Riska Agustin. Ia mendorong agar dukungan penanganan karhutla, termasuk helikopter water bombing, segera direalisasikan.
Riska menilai kondisi karhutla yang semakin meluas membutuhkan penanganan bersama. Tidak hanya mengandalkan tim relawan dan satuan tugas, dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan yang beroperasi di Kobar, dinilai penting untuk memperkuat upaya pemadaman.
Menurut Riska, bantuan yang diberikan dapat berupa sarana dan prasarana maupun kebutuhan logistik bagi para relawan yang berada di lapangan. Dukungan tersebut diperlukan agar petugas dapat menjalankan tugas pemadaman dengan kondisi yang lebih baik.
“Kita sangat membutuhkan perhatian dari perusahaan-perusahaan yang berusaha di kabupaten dan kota, untuk menunjang para relawan kita yang pergi berjibaku saat pemadaman, termasuk dukungan sarana prasarana serta kebutuhan makan dan minum,” kata Riska.
Selain dukungan operasional, Riska juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kesehatan dan keselamatan para relawan. Menurut dia, petugas yang bekerja di tengah kondisi kebakaran dan asap membutuhkan pola kerja yang tidak mengabaikan kondisi fisik mereka.
Ia juga berharap hujan segera turun di wilayah Kobar. Curah hujan dinilai sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi titik-titik api yang masih muncul dan meringankan beban tim yang melakukan pemadaman di lapangan.
Riska secara khusus mendorong agar proses bantuan helikopter water bombing dapat segera dipercepat. Menurut dia, dukungan pemadaman dari udara menjadi penting mengingat sejumlah lokasi kebakaran sulit dijangkau oleh armada pemadam melalui jalur darat.
“Kami berharap prosesnya bisa segera dipercepat. Kalau ada bantuan supporting sarana dan prasarana dari provinsi, tentu akan kami tindak lanjuti, karena melihat situasi karhutla yang semakin meluas,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Riska juga menaruh perhatian terhadap karhutla di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama yang terus berkembang. Ia berharap kebakaran tidak menjalar ke kawasan yang memiliki nilai ekologis penting, terutama kawasan sekitar Danau Masoraian yang menjadi habitat satwa orangutan.
“Kita tidak ingin api sampai mengganggu ekosistem di wilayah tersebut. Ini menjadi perhatian dan atensi kami agar penanganan karhutla bisa segera dilakukan dan api tidak semakin meluas,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menangani karhutla secara bersama-sama. Pemkab Kobar juga tengah memperjuangkan bantuan helikopter water bombing karena sebagian lokasi kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau armada pemadam darat.
“Kami sudah tiga kali menyurati terkait permohonan bantuan helikopter water bombing. Saat ini fokus penanganan masih di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama dan sudah meluas hingga kilometer 19 yang merupakan kawasan gambut,” ujar Nurhidayah.
Nurhidayah menegaskan penanganan karhutla membutuhkan gotong royong seluruh pihak. Ia juga mengingatkan tim di lapangan agar mengutamakan keselamatan dan kesehatan dengan menerapkan sistem kerja bergiliran, sehingga upaya pemadaman dapat berjalan tanpa mengorbankan kondisi para petugas.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian