INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Hafid turun langsung ke Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentaya Baru Ketapang (MB Ketapang), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (24/8/2026).
Kunjungan dalam rangka reses tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga. Abdul Hafid juga mengecek langsung sejumlah program pembangunan yang sebelumnya diperjuangkan melalui jalur legislatif.
Ada sekitar Rp1,09 miliar program pembangunan yang telah terealisasi di Desa Telaga Baru. Program tersebut mencakup sanitasi, pembangunan jalan hingga infrastruktur irigasi.
Kepala Desa Telaga Baru Nur Firmansyah mengapresiasi pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, kehadiran Abdul Hafid menjadi kesempatan bagi pemerintah desa, lembaga desa dan masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus melihat perkembangan program yang sudah direalisasikan.
“Reses ini menjadi ruang bagi kami untuk menyampaikan aspirasi sekaligus melihat langsung program yang sudah terealisasi di desa,” ujar Nur Firmansyah.
Reses tersebut turut dihadiri Ketua dan anggota BPD, LPMD, para ketua RT serta masyarakat penerima manfaat Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). Abdul Hafid juga didampingi Anggota DPRD Kotim dari Dapil I MB Ketapang, M Kurniawan Anwar.
Dari sejumlah program yang telah terealisasi, Sanimas untuk 12 rumah mendapat anggaran sekitar Rp400 juta. Kemudian pembangunan jalan melalui Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) ruas Telaga Baru-Pelangsian senilai sekitar Rp500 juta.
Sementara itu, Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) mendapat alokasi sekitar Rp190 juta.
Abdul Hafid mengatakan, besarnya anggaran bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Reses bukan hanya datang mendengar aspirasi, kemudian pulang. Kita juga harus memastikan program yang sudah diperjuangkan benar-benar terealisasi dan memberikan manfaat,” kata Abdul Hafid.

Mantan Ketua Karang Taruna Kalteng itu menegaskan, anggota DPRD memiliki tanggung jawab untuk mengawal aspirasi masyarakat sejak masuk dalam perencanaan hingga program tersebut selesai dan dapat dimanfaatkan.
Menurutnya, pembangunan di desa membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan. Sebab, tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi hanya melalui satu sumber anggaran.
Program yang masuk ke Desa Telaga Baru merupakan bagian dari sinergi pemerintah pusat melalui aspirasi Muhammad Syauqie, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN dari Dapil Kalteng, bersama DPRD Kalteng dan DPRD Kotim dari PAN.
Abdul Hafid menilai kolaborasi tersebut harus terus diperkuat. Infrastruktur seperti jalan, sanitasi dan irigasi membutuhkan dukungan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Ketika aspirasi masyarakat dikawal bersama dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten, peluang menghasilkan pembangunan yang lebih konkret menjadi lebih besar. Ini yang harus kita perkuat,” ujar Mantan Ketua PWI Kotim tersebut.
Dia juga meminta masyarakat dan pemerintah desa menjaga fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, pembangunan tidak berhenti setelah proyek selesai, tetapi harus dilanjutkan dengan pemanfaatan dan pemeliharaan yang baik.
Bagi Abdul Hafid yang juga saat ini menjadi Ketua DPD PAN Kotim, reses merupakan bagian dari fungsi representasi sekaligus pengawasan DPRD. Karena itu, turun langsung ke lapangan menjadi penting untuk memastikan program yang diperjuangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Politik pembangunan harus hadir dalam bentuk kerja nyata. Masyarakat tidak cukup hanya diberi janji. Mereka membutuhkan jalan yang bisa digunakan, sanitasi yang layak, irigasi yang mendukung kegiatan masyarakat dan program yang manfaatnya bisa mereka rasakan,” tegasnya.
Abdul Hafid berharap sinergi pemerintah desa, DPRD Kotim, DPRD Kalteng, DPR RI dan pemerintah pusat terus berjalan. Dengan begitu, pembangunan di Desa Telaga Baru dan wilayah MB Ketapang dapat dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. (**)
Editor: Andrian