website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

DPRD Kalteng Dorong Akses Darat 90 Kilometer untuk Percepat Distribusi Hasil Bumi

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong pembukaan akses darat yang menghubungkan Pekahi dengan Mendawai sepanjang sekitar 90 kilometer. Jalur ini dinilai dapat memangkas jarak distribusi hasil bumi dari wilayah Katingan Selatan menuju Kasongan.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan, akses tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Kecamatan Katingan Kuala, Mendawai, dan Kamipang.

“Kami mendorong akses darat dari Katingan Kuala menuju Pekahi sampai tembus ke Mendawai, sekitar 90 kilometer. Itu supaya distribusi barang tidak lagi harus lewat Kotim,” ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Selama ini, masyarakat masih mengandalkan jalur melalui Kabupaten Kotawaringin Timur untuk menuju wilayah Kabupaten Katingan. Rute tersebut membuat jarak perjalanan mencapai sekitar 210 hingga 220 kilometer.

Pasang Iklan

Jika jalur Pekahi-Mendawai terealisasi, jarak perjalanan dapat dipangkas menjadi sekitar 90 kilometer. Junaidi menilai kondisi itu akan mempercepat mobilitas warga sekaligus menekan biaya distribusi.

“Harapan kita, hasil sumber daya alam dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa langsung mengalir ke wilayah Kabupaten Katingan,” katanya.

Junaidi mengatakan, pembangunan jalur tersebut telah didorong melalui APBD Kalteng. Namun, pengerjaannya menghadapi tantangan karena terdapat sekitar 14 kilometer kawasan gambut dan rawa yang membutuhkan konstruksi khusus.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan anggaran pembangunan cukup besar. Karena itu, Junaidi menawarkan langkah sementara sambil menunggu pembangunan jalan darat dapat direalisasikan.

“Kalau anggaran untuk jalan belum mencukupi, maka untuk sementara lebih baik dilakukan pengerukan Sungai Hantipan agar lebih dalam. Itu bisa menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan jalan darat selesai,” jelasnya.

Normalisasi Sungai Hantipan dinilai dapat mempertahankan akses transportasi air bagi masyarakat sekaligus membantu kelancaran distribusi barang dari wilayah Katingan Selatan.

Pasang Iklan

Meski ada solusi jangka pendek, Junaidi menegaskan pembangunan jalan Pekahi-Mendawai tetap menjadi prioritas. Jalur tersebut dinilai dapat membuka konektivitas baru dan memperkuat pergerakan ekonomi di bagian selatan Katingan.

“Dengan begitu, hasil bumi masyarakat seperti padi, jagung, termasuk hasil perikanan dari Katingan I, Katingan II, dan Katingan Kuala bisa langsung masuk ke Kasongan tanpa harus memutar lewat Kotim,” pungkas Junaidi.

Editor : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!