Tinjau Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu, Komisi IV DPRD Kalteng Bawa Aspirasi Tiga Desa

whatsapp image 2026 09 30 at 18.10.15

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) turun langsung meninjau kondisi dan perkembangan penanganan ruas Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu 30 September 2026.

Kunjungan lapangan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng H.M. Rusdi Gozali. Ia didampingi Sekretaris Komisi IV H.M. Sirajul Rahman serta anggota Komisi IV Abdul Hafid.

Turut dalam rombongan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalteng Candra P. Asmara dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBKPRKP Kotim Nur Aina bersama jajaran teknis. Hadir pula Sekretaris Kecamatan Seranau Dedy Agus Wibowo serta tiga kepala desa, yakni Kepala Desa Terantang Hilir Abdul Muhid, Kepala Desa Batuah Sudarno dan Kepala Desa Terantang Aswadi Syukur.

Di tengah peninjauan, pemerintah desa menyampaikan langsung sejumlah kebutuhan pembangunan kepada Komisi IV. Mereka menyerahkan surat usulan yang berisi permintaan agar penanganan ruas tersebut dilanjutkan, terutama pembangunan box culvert, peningkatan badan jalan hingga pengaspalan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng H.M. Rusdi Gozali mengatakan, seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah dan perangkat teknis terkait.

“Kami sudah melihat langsung kondisi dan perkembangan pekerjaan di lapangan. Tadi juga ada surat usulan yang disampaikan kepala desa. Tentunya aspirasi masyarakat ini akan kami bawa dan perjuangkan, terutama terkait kelanjutan box culvert dan peningkatan jalan yang masih dibutuhkan masyarakat,” kata Rusdi.

whatsapp image 2026 09 30 at 18.10.16
Komisi IV DPRD Kalteng bersama jajaran teknis meninjau langsung kondisi ruas Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu di Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (30/9/2026). (Ist)

Menurutnya, pembangunan ruas Cempaka Mulia-Kampung Melayu perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek teknis serta kemampuan anggaran daerah.

Ia berharap pekerjaan yang telah dilakukan tidak berhenti pada tahap yang ada saat ini, tetapi dapat dilanjutkan berdasarkan skala prioritas sehingga konektivitas antardesa semakin baik.

“Yang sudah dibangun tentu kita harapkan tidak berhenti sampai di sini. Penanganannya perlu berkelanjutan dan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Kami ingin pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kalteng Abdul Hafid menilai kunjungan lapangan menjadi bagian penting dari fungsi pengawasan DPRD. Menurut legislator dari Dapil II Kalteng (Kotim-Seruyan) itu, kondisi pembangunan akan lebih mudah dipetakan ketika dilihat langsung sekaligus mendengar kebutuhan masyarakat.

“Kami datang bukan hanya melihat hasil pekerjaan, tetapi juga mendengar langsung apa yang masih dibutuhkan masyarakat. Para kepala desa sudah menyampaikan usulan secara tertulis. Ini menjadi bahan penting bagi kami untuk memperjuangkan kelanjutan pembangunan ruas Cempaka Mulia-Kampung Melayu,” ujar Hafid.

Ia menyebut ruas tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, menghubungkan antardesa serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, Hafid menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan agar pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat maksimal.

“Harapan kami pembangunan jangan sampai terputus. Apa yang sudah dikerjakan perlu dilanjutkan secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran. Box culvert yang masih dibutuhkan dan pengaspalan jalan tentu menjadi bagian dari aspirasi masyarakat yang akan kami perjuangkan,” tegas mantan Ketua Karang Taruna Kalteng itu.

Hafid menambahkan, penanganan ruas jalan tersebut membutuhkan sinergi antara Pemprov Kalteng, Pemkab Kotim, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa. Koordinasi diperlukan agar pembangunan berikutnya dapat diarahkan pada titik yang paling membutuhkan penanganan.

Komisi IV DPRD Kalteng berharap hasil peninjauan lapangan dan usulan pemerintah desa dapat menjadi bahan dalam penyusunan perencanaan serta penganggaran pembangunan selanjutnya.

Dengan penanganan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, ruas Cempaka Mulia-Kampung Melayu diharapkan semakin mantap serta mampu memperlancar mobilitas dan mendukung aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah tersebut. (**)

Editor: Andrian

error: Content is protected !!