INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan Program Pengembangan Kompetensi Dasar Siswa (PKDS) tetap dilaksanakan pada tahun 2026. Program ini dinilai penting untuk memperkuat kemampuan dasar peserta didik sejak dini, Sabtu 24 Januari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, meminta seluruh sekolah benar-benar terlibat dan tidak setengah-setengah dalam menjalankan PKDS. Menurutnya, program ini akan berjalan maksimal jika didukung langsung oleh satuan pendidikan.
Reza mengatakan, PKDS dirancang untuk membantu siswa memperkuat kemampuan dasar yang menjadi pondasi dalam proses belajar. Tanpa fondasi yang kuat, siswa akan kesulitan berkembang di jenjang pendidikan berikutnya.
“PKDS ini penting untuk memperkuat kemampuan dasar anak-anak kita,” ujar Reza saat rapat koordinasi daring bersama pengawas dan kepala SMA, SMK, serta Sekolah Khusus se-Kalteng.
Ia menegaskan bahwa sekolah tidak perlu ragu mengikuti setiap program yang difasilitasi Dinas Pendidikan. Semua program, kata dia, disiapkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kalteng.
Dalam kesempatan itu, Reza juga menanggapi keluhan sejumlah kepala sekolah yang merasa terganggu oleh oknum-oknum tertentu. Ia menegaskan agar pihak sekolah tetap fokus bekerja dan tidak merasa terintimidasi.
Menurut Reza, selama sekolah menjalankan tugas sesuai aturan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme perlindungan bagi sekolah.
“Kita punya mekanisme dan biro hukum. Jadi silakan bekerja dengan tenang,” tegasnya.
Selain fokus pada pembelajaran, Reza juga mendorong sekolah agar lebih terbuka dalam menyampaikan informasi ke publik. Ia meminta sekolah memanfaatkan website resmi untuk mempublikasikan kegiatan dan program yang dijalankan.
“Gunakan website sekolah. Jangan biarkan informasi hanya datang dari satu sisi,” katanya.
Ia bahkan menyarankan sekolah membentuk komunitas atau ekstrakurikuler jurnalistik yang melibatkan siswa. Selain membantu publikasi sekolah, kegiatan ini dinilai mampu melatih kemampuan literasi, digital, dan berpikir kritis peserta didik.
“Biarkan anak-anak kita yang menulis dan mempublikasikan kegiatan sekolah mereka sendiri,” tandasnya.
Editor: Andrian