website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

24 Tahun Seruyan, DPRD Kalteng Minta Pemerataan Infrastruktur Jalan

Anggota DPRD Kalteng, Dapil II, Abdul Hafid. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerataan pembangunan di Kabupaten Seruyan dinilai masih menghadapi tantangan, terutama pada aspek konektivitas antarwilayah. Sejumlah desa hingga kini belum memiliki akses jalan yang memadai sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi hasil usaha belum berjalan secara optimal.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan II yaitu Kotawaringin Timur dan Seruyan, Abdul Hafid, mengatakan persoalan infrastruktur jalan perlu menjadi perhatian dalam arah pembangunan Kabupaten Seruyan pada masa mendatang.

Menurut dia, keterhubungan antarwilayah menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan secara merata, termasuk mereka yang tinggal di kawasan pedalaman.

“Tantangan di Seruyan masih banyak desa yang belum terhubung jalan. Ini perlu menjadi perhatian agar pembangunan bisa merata hingga ke seluruh wilayah,” ujar Abdul Hafid, Jumat 7 Agustus 2026.

Pasang Iklan

Ia menilai pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan kemudahan transportasi, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang memadai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, maupun usaha lainnya menuju pasar.

Selain itu, akses jalan yang baik dinilai mampu mempermudah masyarakat memperoleh berbagai layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintahan.

Karena itu, Hafid berharap pemerintah terus menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas, terutama pada wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses.

Di sisi lain, ia mengapresiasi perkembangan yang telah dicapai Kabupaten Seruyan sejak resmi menjadi daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Timur sekitar 24 tahun lalu.

Menurut Hafid, berbagai pembangunan yang dilakukan selama lebih dari dua dekade mulai memberikan dampak positif dan dirasakan oleh masyarakat di berbagai sektor.

“Berkat pembangunan selama 24 tahun sejak dibentuk sebagai kabupaten dan terpisah dari Kotawaringin Timur, pembangunan mulai bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Pasang Iklan

Meski demikian, ia menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil.

Hafid menekankan bahwa pembangunan pada periode berikutnya perlu lebih difokuskan pada desa-desa yang masih tertinggal dari sisi infrastruktur dan konektivitas. Dengan demikian, kesenjangan pembangunan antarwilayah dapat terus diperkecil.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan masyarakat di kawasan pelosok tetap memiliki akses yang memadai menuju pusat pemerintahan maupun pusat kegiatan ekonomi sehingga peluang peningkatan kesejahteraan dapat terbuka lebih luas.

Menurut dia, konektivitas yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat di pelosok tertinggal. Akses jalan yang baik akan membuka peluang ekonomi dan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar,” ujar Hafid.

Editor : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!