INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Persoalan infrastruktur, pertanian, hingga kebutuhan dasar masyarakat mendominasi aspirasi warga dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kaltng), Dr. Ampera A.Y. Mebas, di Kabupaten Barito Timur.
Ampera mengatakan masyarakat di sejumlah desa masih menghadapi persoalan mendasar, terutama akses jalan, irigasi pertanian, hingga fasilitas pelayanan publik.
Di Desa Magantis, warga mengusulkan normalisasi Sungai Ahas agar bisa tembus dari Desa Jaar menuju Desa Padang atau Patai sepanjang sekitar 6 hingga 8 kilometer.
“Menurut warga, kondisi sungai yang dangkal mulai menyulitkan aktivitas nelayan maupun akses transportasi masyarakat,” ucap Politisi PDIP itu.
Selain itu, masyarakat juga meminta kelanjutan pengaspalan jalan desa serta pembangunan permanen dua jembatan yang saat ini masih dalam tahap perbaikan.
“Kelompok tani juga mengusulkan bantuan alat pertanian seperti traktor besar, mulsa, dolomit, hingga pupuk,” kata Ampera.
Sementara di Desa Lampeong, kebutuhan ambulans desa menjadi salah satu aspirasi utama warga. Selain itu, masyarakat juga meminta bantuan pemasangan lampu jalan dan pembangunan akses menuju lahan pertanian.
Warga juga mengusulkan pembangunan saluran irigasi tersier, rehabilitasi jembatan usaha tani, hingga perbaikan jalan menuju area pemakaman Muslim.
“Banyak usulan berkaitan dengan pertanian karena mayoritas masyarakat menggantungkan hidup dari sektor itu,” jelasnya.
Selain bantuan bibit sawit dan perikanan, kelompok perempuan di desa tersebut juga mengusulkan bantuan ternak babi untuk mendukung ekonomi keluarga.
Di Desa Pinang Tunggal, warga menyoroti kondisi jalan lintas provinsi yang dinilai membutuhkan perbaikan segera. Selain itu, masyarakat juga meminta bantuan lokasi baru untuk pemakaman umum Kristen Protestan yang disebut sudah penuh.
Aspirasi lain yang disampaikan meliputi bantuan alat dan mesin pertanian, pembangunan jembatan penyeberangan permanen, hingga dukungan dana kegiatan sinode gereja tahun 2027.
“Masyarakat juga meminta pembangunan irigasi pertanian dan bantuan siring gereja,” katanya.
Dalam reses di Kelurahan Ampah Kota, warga meminta pembangunan jembatan gantung, peningkatan jalan lingkungan, hingga perbaikan jembatan usaha tani dan akses jalan penghubung antarwilayah.
Sedangkan di Desa Ampah II, masyarakat mengusulkan rehabilitasi total jembatan gantung, pembangunan siring bronjong, bantuan ambulans, hingga pembangunan irigasi persawahan sepanjang lima kilometer.
“Petani juga meminta bantuan traktor dan mesin perontok padi,” ujar Ampera.
Di Desa Lenggang, masyarakat mempertanyakan solusi pembukaan lahan pertanian tanpa metode pembakaran, menyusul aturan larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Selain itu, kelompok tani juga meminta pembangunan akses jalan usaha tani untuk mendukung distribusi hasil pertanian.
Tokoh agama setempat turut mengusulkan agar lembaga gereja dapat dilibatkan dalam kelompok tani guna mendukung pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat.
Sementara di Desa Harara, warga meminta dukungan pemerintah dalam bentuk bibit sawit, pupuk, hingga penanganan hama pertanian.
Masyarakat juga mengusulkan bantuan mesin pencetak pelet untuk pakan ternak, bantuan ternak babi per kepala keluarga, hingga pembangunan sumur untuk kebutuhan pastori gereja.
Ampera menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dibawa dan diperjuangkan melalui pembahasan di DPRD Kalteng.
Editor: Andrian