website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Warga Laung Tuhup Keluhkan Jalan Rusak hingga Krisis Air Bersih

Anggota DPRD Kalteng, Yetro Midel Yoseph. (YT DPR Kalteng)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Yetro Midel Yoseph, menerima banyak keluhan masyarakat saat melaksanakan reses di sejumlah desa Kabupaten Murung Raya.

Mulai dari jalan rusak, kekurangan guru, fasilitas kesehatan minim, hingga sulitnya akses air bersih menjadi persoalan yang paling banyak disampaikan warga kepada legislator daerah pemilihan IV (Empat) Kalteng itu.

“Yang paling banyak dikeluhkan masyarakat itu soal infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, dan air bersih. Hampir semua desa menyampaikan persoalan yang sama,” kata Yetro saat membacakan hasil reses.

Di Desa Beras Belange, Kecamatan Laung Tuhup, warga meminta peningkatan jalan sepanjang sekitar tujuh kilometer dari Simpang Muara Tuhup menuju desa mereka. Jalan tersebut disebut menjadi jalur utama aktivitas masyarakat sekaligus akses distribusi hasil ekonomi warga.

Pasang Iklan

“Masyarakat juga meminta pengecoran badan jalan menuju ibu kota kecamatan dan kabupaten agar akses transportasi tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga Desa Pelaci dan Batu Bua I yang meminta peningkatan jalan antar desa, jalan lingkungan, hingga akses menuju area pemakaman.

Selain infrastruktur, persoalan pendidikan juga menjadi perhatian warga. Di Desa Pelaci dan Batu Bua I, masyarakat mengeluhkan masih minimnya tenaga pengajar. Bahkan SMA Negeri 3 Laung Tuhup disebut masih kekurangan guru dan fasilitas penunjang belajar.

Warga juga mengusulkan pembangunan laboratorium sekolah, sumur bor, hingga tambahan ruang kelas di SMA Negeri 4 Laung Tuhup di Desa Muara Maruwei I.

“Masyarakat ingin kualitas pendidikan di wilayah pedalaman juga diperhatikan,” katanya.

Persoalan air bersih juga muncul hampir di setiap desa yang dikunjungi. Warga Desa Tawai Haui, Batu Bua I, hingga Muara Maruwei I meminta pemerintah menyediakan sarana air bersih karena kebutuhan dasar masyarakat dinilai masih belum terpenuhi maksimal.

Pasang Iklan

Di sektor kesehatan, warga Desa Pelaci dan Dirung Pundu mengusulkan pembangunan maupun renovasi Puskesmas Pembantu (Pustu), penambahan tenaga medis, hingga bantuan ambulans untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

“Banyak desa yang fasilitas kesehatannya masih sangat terbatas,” ungkap Yetro.

Dalam reses tersebut, masyarakat juga meminta bantuan alat pertanian, bibit tanaman produktif, bibit ikan, hingga bibit kopi dan kakao guna meningkatkan perekonomian warga desa.

Masyarakat berharap sektor pertanian dan perkebunan bisa menjadi penopang ekonomi apabila mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

Selain itu, warga Desa Lakutan juga meminta adanya peningkatan lapangan kerja melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tak hanya itu, sejumlah aspirasi terkait keagamaan dan sosial juga disampaikan masyarakat, mulai dari pembangunan Balai Basarah, bantuan perlengkapan gereja, pembangunan menara gereja dan pastori, hingga program bedah rumah bagi warga kurang mampu.

Yetro memastikan seluruh aspirasi masyarakat tersebut akan dibawa dalam pembahasan DPRD Kalimantan Tengah untuk diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran