INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Aksi pencurian kembali meresahkan masyarakat, khususnya para pedagang kecil. Kali ini, seorang penjual gorengan bernama Ibu Sri (65) menjadi korban pencurian tabung gas yang ia gunakan untuk berjualan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam, 13 Juli 2025, di kawasan Taman Pasuk Kameloh, Jalan S. Parman, Palangka Raya.
Ibu Sri mengaku sangat terkejut ketika tiba di lapaknya pada pagi hari. Gembok tempat berjualannya terlihat rusak, dan setelah diperiksa, tabung gas miliknya sudah tidak ada.
“Saya awalnya tidak menyangka, tapi setelah saya lihat gembok rusak, langsung terasa ada yang tidak beres,” ungkap Ibu Sri kepada intimnews.com saat ditemui, Senin, 14 Juli 2025.
Tabung gas tersebut merupakan satu-satunya alat utama yang ia gunakan untuk menggoreng dagangannya, seperti pisang goreng, tahu isi, dan tempe.
Tanpa tabung gas, Ibu Sri tidak bisa menjalankan usahanya seperti biasa. Ia pun harus memutar otak agar tetap bisa berjualan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Saya sampai harus pinjam tabung gas milik saudara untuk bisa jualan hari ini. Kalau tidak, saya enggak bisa jualan untuk cari makan,” ucapnya lirih.
Ia mengaku belum bisa membeli tabung baru karena harus mengumpulkan uang terlebih dahulu dari hasil penjualan beberapa hari ke depan.
Ibu Sri juga menyampaikan harapannya kepada pihak berwenang agar lebih memperhatikan keamanan di sekitar tempat-tempat usaha informal. Menurutnya, kasus pencurian seperti ini bukan hal baru dan sudah sering menimpa pedagang kecil di lokasi tersebut.
“Kalau seperti ini terus, kami pedagang kecil makin susah. Kami sudah kerja keras, tapi malah dirugikan seperti ini. Kok tega ya mereka berbuat seperti itu,” katanya dengan nada kecewa.
Kasus pencurian tabung gas ini menjadi satu dari sekian banyak kasus yang kerap menimpa pedagang kaki lima di Palangka Raya. Minimnya pengawasan dan penerangan di beberapa titik rawan diduga menjadi salah satu penyebab maraknya aksi kejahatan tersebut.
Rahman (46) salah satu warga setempat yang merupakan juru parkir di sekitaran lokasi juga ikut membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengatakan bahwa sebelumnya ada juga pedagang yang kehilangan barang dagangannya saat malam hari.
“Biasanya kalau malam memang sepi dan tidak ada yang jaga. Kami berharap ada patroli rutin dari pihak kepolisian atau Satpol PP agar pelaku kejahatan berpikir dua kali sebelum beraksi,” ujarnya.
Pihak kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Namun warga dan para pedagang berharap aparat segera menindaklanjuti laporan masyarakat dan meningkatkan keamanan di area publik, terutama tempat para pedagang mencari nafkah.
Ibu Sri sendiri masih berusaha tetap tegar meskipun merasa sangat dirugikan. Ia mengatakan akan terus berjualan selama masih mampu, dan berharap kejadian ini tidak terulang, baik kepadanya maupun pedagang lainnya.
“Saya cuma ingin jualan dengan tenang, enggak minta macam-macam. Cuma pengen dagangan aman, biar bisa terus nyambung hidup,” pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kehadiran negara dalam melindungi kelompok masyarakat rentan seperti pedagang kaki lima.
Diperlukan kerja sama antara aparat, pemerintah daerah, dan warga sekitar agar lingkungan usaha tetap aman dan kondusif bagi semua pihak.
Editor : Maulana Kawit