INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama perwakilan TNI melakukan inspeksi ke Gudang Bulog Palangka Raya, Kamis, 10 Juli 2025, guna memastikan ketersediaan dan kualitas beras yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Agus Candra, mengungkapkan bahwa kondisi stok beras di gudang sangat memadai. Saat ini tersedia sebanyak 16.325 ton beras, jauh melebihi kebutuhan untuk satu kali alokasi distribusi bantuan yang hanya sekitar 900 ton.
“Stok kita aman. Jumlah ini cukup untuk beberapa bulan ke depan, dan kami terus berkoordinasi dengan Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan,” ungkap Agus.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kualitas dan kebersihan tempat penyimpanan. Berdasarkan hasil pengawasan dan verifikasi lapangan oleh tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), kondisi gudang dinyatakan masih memenuhi standar keamanan pangan.
“Sanitasi dan kebersihan gudang masih relatif baik. Kami juga telah mengambil sampel beras untuk diuji, dan hasilnya aman dikonsumsi,” jelas Agus.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang penyaluran bantuan beras kepada puluhan ribu keluarga penerima manfaat di Kalteng. Pemerintah ingin memastikan distribusi tidak hanya lancar, tetapi juga menjamin mutu beras tetap terjaga.
Agus juga menyampaikan bahwa proses distribusi akan dilakukan oleh karyawan Bulog atau pihak yang telah ditunjuk secara resmi. Untuk pengiriman dari gudang ke titik bagi di desa, akan dilakukan oleh Jasa Prima Logistik (JPL), anak perusahaan Bulog.
“Setiap desa telah ditentukan titik distribusinya dan akan dijaga oleh satuan kerja Bulog yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini untuk memastikan pengawasan langsung di lapangan,” tambahnya.
Selain TNI, dinas terkait seperti Dinas Sosial dan pemerintah desa turut dilibatkan dalam pengawasan distribusi bantuan pangan agar penyaluran tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
Menurut Agus, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program pangan nasional. Terlebih, beras merupakan komoditas utama yang sangat sensitif terhadap gejolak harga dan pasokan.
“Harapan kami, pengelolaan logistik pangan di Kalimantan Tengah bisa menjadi model yang efisien, aman, dan tepat sasaran. Dengan pengawasan ketat sejak dari gudang hingga ke penerima, ketahanan pangan bisa terus kita jaga,” pungkasnya.
Editor: Andrian