INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), sebagai bagian dari visi pembangunan menuju Kalteng Berkah dan Indonesia Emas 2045.
Program yang digagas Gubernur Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo ini menitikberatkan pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui bantuan langsung dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Salah satu realisasi program KHBS adalah penyaluran bantuan pangan berupa beras, minyak goreng, dan gula kepada masyarakat di Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya.
Kegiatan pembagian bantuan ini dipusatkan di Kantor Bapperida Provinsi Kalteng dan telah berlangsung selama beberapa hari. Pembagian dijadwalkan berakhir pada sore hari ini, Rabu 6 Mei 2026.
Meski demikian, sejumlah warga menilai informasi terkait jadwal pembagian masih perlu diperluas. Selama ini, informasi lebih banyak beredar dari pemberitaan dan media sosial, bukan dari sumber resmi yang mudah diakses masyarakat.
Padahal, pemerintah telah menyediakan laman resmi HumaBetang.id sebagai sarana informasi program KHBS, termasuk data penerima manfaat.
Warga Jalan Jati Raya, Kelurahan Panarung, Hidayah mengatakan dirinya mengetahui sebagai penerima justru dari pencarian di internet, awalnya bukan dari pemberitahuan langsung seperti saat ini.
“Informasi ke masyarakat agar ditingkatkan seperti kanal IG atau web yang bisa diakses untuk mencari informasi. Awalnya saya lihat di internet, setelah dicek di www.humabetang.id ternyata ada nama saya sebagai penerima kartu KHBS, namun pada bantuan pangan ini sudah ada informasi di grup whatsapp, kalau bisa informasi lainnya juga dijadwalkan,” ujarnya.
Ia menilai, selain data penerima, informasi jadwal pembagian juga penting disampaikan secara luas agar masyarakat tidak ketinggalan.
“Bantuan pangan ini sangat membantu bagi kami di rumah karena uang untuk pembelian bahan dapur bisa dialihkan ke kebutuhan lain,” tambahnya.
Hidayah juga berharap ke depan pemerintah dapat lebih aktif menginformasikan jadwal dan mekanisme pembagian secara terbuka melalui berbagai kanal, baik media sosial, website resmi, maupun pemberitaan.
Senada dengan itu, Rabiatul, warga Jalan Adonis Samad, menyebut program KHBS sangat membantu di tengah naiknya harga bahan pokok, namun pelayanan dan informasi masih perlu ditingkatkan.
“Di saat bahan dapur serba mahal, program KHBS ini sangat membantu di waktu yang tepat. Kami berharap ke depannya menjadi lebih baik lagi, baik dalam pelayanan maupun tempat yang nyaman seperti ini,” ujarnya.
Program KHBS diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga didukung dengan sistem informasi yang update pemberitaan dan jadwal program.
Penulis: Redha
Editor: Andrian