INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menilai kesiapan UPT Laboratorium Lingkungan untuk menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Senin, 4 Mei 2026.
Penilaian lapangan ini menjadi bagian dari tahapan menuju peningkatan layanan laboratorium yang lebih cepat dan fleksibel.
Kegiatan berlangsung di Aula DLH Kalteng dan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke fasilitas UPT Laboratorium Lingkungan. Tim menilai kesiapan teknis, sistem pelayanan, hingga tata kelola keuangan sebelum unit tersebut menerapkan pola BLUD.
Kepala DLH Kalteng Joni Harta mengatakan penerapan BLUD dibutuhkan agar layanan laboratorium lingkungan bisa bergerak lebih cepat, efisien, dan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Kalau nanti sudah menerapkan BLUD, layanan bisa lebih lincah. Proses pengujian tidak berbelit, pelayanan lebih cepat, dan hasilnya tetap bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, UPT Laboratorium Lingkungan punya peran penting dalam mendukung pengawasan kualitas lingkungan, baik untuk kebutuhan pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat umum.
Karena itu, kata dia, penguatan kelembagaan dan tata kelola perlu dilakukan agar laboratorium tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga siap dari sisi manajemen dan pelayanan.
“Laboratorium ini bukan hanya tempat uji sampel, tapi juga bagian penting dari pengawasan lingkungan. Maka yang dibenahi bukan cuma alatnya, tapi juga sistem kerja dan tata kelolanya,” kata Joni.
Ia menilai, pola BLUD akan memberi ruang bagi UPT untuk mengelola layanan secara lebih mandiri tanpa mengurangi akuntabilitas. Dengan pola itu, laboratorium diharapkan bisa lebih adaptif dalam menjawab kebutuhan pengujian lingkungan yang terus meningkat.
Ia berharap penilaian lapangan ini bisa menjadi langkah awal agar UPT Laboratorium Lingkungan DLH Kalteng memenuhi seluruh syarat administratif dan teknis untuk menerapkan BLUD.
“Target kita bukan hanya status BLUD, tapi bagaimana layanan laboratorium ini benar-benar naik kelas, lebih profesional, dan bisa memberi manfaat lebih luas,” tegasnya.
Selain pemaparan dokumen, kegiatan juga diisi dengan pengecekan fasilitas laboratorium dan sistem pengelolaan keuangan yang akan menjadi bagian dari penilaian substantif dan teknis.
Editor: Andrian