INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat pengembangan hutan mangrove di wilayah pesisir sebagai langkah menjaga kawasan pantai sekaligus mendorong potensi ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining mengatakan, pengembangan mangrove terus dilakukan melalui penanaman dan pemeliharaan bersama masyarakat di sejumlah wilayah pesisir.
“Kami sudah menjalankan program ini kurang lebih lima tahun terakhir, terutama di Sukamara, Lamandau, Seruyan, dan beberapa wilayah pesisir lainnya,” kata Agustan, Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, penguatan kawasan mangrove tidak hanya difokuskan pada penanaman, tetapi juga melibatkan kelompok tani hutan, masyarakat desa, dan komunitas lokal agar pengelolaannya berjalan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, ekosistem mangrove punya peran penting bagi kawasan pesisir. Selain menahan abrasi, mangrove juga menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di wilayah pantai.
Mangrove juga dinilai punya nilai ekonomi karena bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis alam dan sumber penghidupan masyarakat pesisir.
“Ekosistem mangrove ini sangat strategis, bukan hanya untuk lingkungan, tapi juga punya nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Agustan menambahkan, mangrove juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan karena daya serap karbonnya jauh lebih tinggi dibanding hutan daratan biasa.
“Nilai karbon mangrove bisa lima sampai enam kali lebih besar dari hutan biasa, jadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.
Dari sekitar 750 kilometer garis pantai di Kalteng, saat ini baru sekitar 40 persen yang memiliki ekosistem mangrove. Sisanya masih berupa lahan terbuka atau kawasan yang belum ditanami.
Karena itu, Dinas Kehutanan mulai memetakan wilayah pesisir yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan mangrove baru sesuai arahan gubernur.
Ke depan, pemerintah akan memperluas kawasan mangrove dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pihak agar wilayah pesisir tetap terjaga sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Editor: Andrian