INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan angka inflasi tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Mei 2026. Kondisi ini membuat pemerintah mulai memperkuat koordinasi pengendalian harga di seluruh daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Palangka Raya mencapai 0,70 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding Sukamara sebesar 0,63 persen dan Sampit 0,42 persen.
Sementara Kabupaten Kapuas justru mengalami deflasi sebesar 0,32 persen.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Ini harus jadi perhatian bersama karena inflasi sangat memengaruhi daya beli masyarakat,” ujarnya saat rapat pengendalian inflasi di Kantor Gubernur Kalteng, beberapa waktu lalu.
Linae meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih aktif memantau perkembangan harga di lapangan dan segera mengambil langkah jika terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Ia menegaskan pengendalian inflasi tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah provinsi.
“Semua daerah harus bergerak sesuai kondisi masing-masing. Kalau tidak, inflasi akan terus meningkat,” katanya.
Beras disebut menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi di Kalteng. Pemprov juga sudah berkoordinasi dengan Bulog terkait ketersediaan stok pangan.
Linae memastikan stok beras di Kalteng masih aman, bahkan disebut melebihi kebutuhan. Meski begitu, distribusi dan pengawasan di lapangan tetap diminta diperkuat.
Selain pangan, kenaikan harga BBM non-subsidi juga dinilai ikut memicu inflasi di daerah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Yuliansah Andrias, mengatakan kondisi inflasi tahun ini berbeda dari pola biasanya setelah Idulfitri.
“Biasanya setelah Lebaran terjadi penurunan harga atau deflasi. Tapi tahun ini berbeda karena ada kenaikan harga BBM yang memengaruhi biaya distribusi dan harga pangan,” jelasnya.
Bank Indonesia juga mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi dalam beberapa bulan ke depan, mulai dari ketidakpastian global, dampak El Nino, hingga tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Pemprov Kalteng juga meminta instansi terkait memperkuat pengawasan distribusi barang dan memastikan stok pangan tetap aman di pasaran.
Editor: Andrian