INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Tren dunia kerja di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai mengalami perubahan. Semakin banyak generasi muda yang tidak lagi hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi memilih membangun usaha mandiri berbekal keterampilan yang dimiliki.
Perubahan tersebut berjalan seiring membaiknya kondisi ketenagakerjaan di Kobar. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kobar, Yudhi Hudaya, Selasa (21/7), menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2024 tercatat sebesar 4,42 persen atau sekitar 6.459 orang. Pada 2025, angka itu diproyeksikan turun menjadi 4,39 persen.
Menurut Yudhi, penurunan angka pengangguran menunjukkan peluang ekonomi masyarakat semakin terbuka. Hal itu didukung meningkatnya kesempatan bekerja di berbagai sektor serta tumbuhnya semangat berwirausaha di kalangan anak muda.
Ia melihat banyak lulusan pelatihan kerja maupun masyarakat yang memiliki keterampilan kini berani membuka usaha sendiri. “Berbagai jenis usaha seperti kafe, warung kopi, hingga bisnis kuliner mulai bermunculan dan menjadi pilihan sumber penghasilan,” ujar Yudhi.
Selain menciptakan pendapatan bagi pemilik usaha, kehadiran usaha-usaha baru tersebut juga mulai membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Di sisi lain, tenaga kerja asal Kobar juga semakin banyak yang terserap di perusahaan, baik di dalam maupun di luar daerah. Bahkan, sebagian di antaranya berhasil memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri sesuai keahlian yang dimiliki.
Data Disnakertrans mencatat jumlah penduduk yang bekerja di Kabupaten Kotawaringin Barat pada 2024 mencapai 139.740 orang. Angka tersebut menunjukkan mayoritas angkatan kerja telah berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi.
Yudhi menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta memperluas kemitraan dengan dunia usaha agar masyarakat memiliki pilihan untuk bekerja maupun berwirausaha.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki keterampilan, mampu menciptakan usaha sendiri, atau bekerja sesuai kompetensinya. Dengan begitu, peluang kerja akan semakin terbuka dan angka pengangguran di Kotawaringin Barat dapat terus ditekan,” kata Yudhi Hudaya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian