INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Keputusan tidak memasukkan kick boxing dalam agenda ekshibisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menuai kekecewaan dari kalangan pelatih dan atlet di Kotawaringin Barat (Kobar). Meski demikian, mereka tidak ingin menyerah. Kick boxing Kobar menyatakan siap menggelar pertandingan dengan biaya sendiri agar para atlet tetap mendapat kesempatan tampil.
Coach Samsul Bahri mengatakan, pihaknya berharap panitia besar Porprov Kalteng mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Apalagi, persiapan atlet sudah berjalan selama delapan bulan dengan latihan rutin dan intensif.
Menurut Samsul, para atlet telah mencurahkan waktu, tenaga, dan semangat untuk mempersiapkan diri. Bahkan, latihan tetap berlangsung ketika wilayah Kobar menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sudah delapan bulan anak-anak berlatih berdarah-darah. Mereka tetap berlatih di tengah kondisi karhutla. Bagaimana perasaan mereka ketika tiba-tiba kick boxing ditiadakan dari ekshibisi Porprov?,” kata Samsul Bahri, Sabtu (7/11/2026).
Ia menegaskan, pihaknya tidak meminta dukungan anggaran dari pemerintah maupun KONI. Jika persoalannya berkaitan dengan pembiayaan, kick boxing Kobar bersama daerah peserta lainnya siap bergotong royong agar pertandingan tetap terlaksana.
Menurut Samsul, terdapat tujuh daerah yang telah menyatakan kesiapan mengikuti ekshibisi kick boxing, yakni Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Barito Utara, Kapuas, Palangka Raya, dan Barito Timur. Mereka siap patungan untuk membiayai pelaksanaan pertandingan di Kobar.
“Kami tidak meminta dana dari KONI provinsi, pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah. Kami siap membiayai sendiri. Harapan kami, panitia besar tetap memberikan ruang agar kick boxing bisa digelar sebagai ekshibisi,” ujarnya.
Samsul menambahkan, Kotawaringin Barat selama ini menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan dalam perkembangan kick boxing di Kalimantan Tengah. Sejumlah atlet Kobar telah mengikuti berbagai kejuaraan sehingga kesempatan tampil di Porprov menjadi bagian penting dari pembinaan mereka.
Coach Angga Prayoga juga menyayangkan apabila para atlet tidak mendapatkan kesempatan bertanding setelah menjalani persiapan panjang. Menurutnya, kick boxing bukan hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, keberanian, dan mental petarung.
Ia mengatakan, latihan menjadi kegiatan positif bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kemampuan dan menghindari pergaulan yang tidak produktif. Karena itu, pembinaan yang telah berjalan selama ini diharapkan tidak terhenti hanya karena tidak adanya agenda pertandingan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Harian KONI Kotawaringin Barat H Arif Asrofi menyatakan siap menjembatani komunikasi dengan panitia besar Porprov maupun KONI Provinsi Kalimantan Tengah. Ia berharap ada solusi agar kick boxing tetap bisa ditampilkan sebagai cabang olahraga ekshibisi.
“Saya juga sering melihat mereka berlatih. Anak-anak ini luar biasa. Kita coba berkomunikasi dan mencari jalan agar kick boxing bisa tetap diekshibisikan,” kata Arif.
Para pelatih dan atlet berharap panitia besar Porprov Kalteng membuka kembali ruang pembahasan. Mereka menyatakan kesiapan menanggung biaya secara mandiri, dengan harapan kerja keras atlet selama delapan bulan tetap mendapat kesempatan untuk dibuktikan melalui pertandingan di arena Porprov.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian