INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mochammad Choirul Anam, mengungkap dugaan adanya penyiksaan terhadap tiga personel Polres Katingan yang gugur saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah beberapa waktu lalu.
Pernyataan itu disampaikan Anam saat konferensi pers bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan di Mapolda Kalteng, Selasa, 7 Juli 2026, usai meninjau langsung lokasi kejadian dan menghimpun keterangan dari sejumlah pihak.
Anam menjelaskan, berdasarkan hasil pendalaman sementara, operasi penangkapan awalnya berjalan sesuai prosedur. Personel Satresnarkoba telah memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian dan menunjukkan identitas serta surat perintah tugas kepada target operasi.
“Anggota sebenarnya sudah memperkenalkan diri sebagai polisi dan menunjukkan surat tugas. Namun muncul teriakan bahwa yang datang adalah perampok sehingga memicu kedatangan anggota keluarga dan terjadi peristiwa yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Situasi kemudian berubah menjadi ricuh setelah keluarga dan kelompok yang diduga terkait dengan target operasi berdatangan. Dalam kondisi itu, personel kepolisian memilih mundur untuk menghindari jatuhnya korban dari masyarakat.
“Keputusan mundur diambil agar tidak semakin banyak korban. Namun saat itu justru terjadi pengejaran terhadap petugas,” kata Anam.
Kompolnas juga mengungkap dugaan kuat bahwa ketiga anggota Polri mengalami kekerasan sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Dugaan tersebut diperoleh dari hasil peninjauan lapangan, informasi autopsi, dan analisis awal terhadap kondisi para korban.
“Kami menduga para korban mengalami penyiksaan. Dugaan kuat sementara, mereka meninggal terlebih dahulu di darat sebelum kemudian ditemukan di sungai. Namun seluruh dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan secara ilmiah dan pembuktian di pengadilan,” tegasnya.
Anam meminta penyidik mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut, baik pelaku utama maupun pihak lain yang memiliki peran dalam kejadian itu.
“Kami meminta penegakan hukum dilakukan semaksimal mungkin dengan penerapan pasal yang paling tepat terhadap seluruh pihak yang bertanggung jawab,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan kembali mengimbau para pelaku yang belum diamankan agar segera menyerahkan diri.
“Saya perintahkan kepada para pelaku yang belum tertangkap untuk segera menyerahkan diri saja ke kepolisian. Tidak ada sedikit pun kamus mundur bagi Kepolisian Kalimantan Tengah dalam menghadapi para pelaku dan bandar narkoba,” pungkasnya.
Editor: Andrian