website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kematian Anton Jadi Sorotan, Lapas Palangka Raya Tak Punya Dokter Spesialis Psikis

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana (kanan), dan Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar (tengah), saat memberikan keterangan kepada awak media di RS Bhayangkara, Minggu, 31 Mei 2026. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kematian warga binaan Anton Kurniawan di ruang isolasi Lapas Palangka Raya memunculkan sorotan terhadap sistem pengawasan dan layanan kesehatan di dalam lapas.

Dalam wawancara bersama awak media di RS Bhayangkara Palangka Raya, Minggu, 31 Mei 2026, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah (Kalteng), I Putu Murdiana mengakui pihaknya belum memiliki dokter spesialis psikis di lapas.

“Khusus dokter spesialis psikis memang tidak tersedia,” ujarnya.

Padahal, Anton diketahui sempat menolak makan selama beberapa hari saat menjalani isolasi di ruang maximum security setelah percobaan pelarian pada 23 Mei 2026 lalu.

Pasang Iklan

Meski begitu, I Putu memastikan petugas tetap melakukan pemantauan dan komunikasi terhadap Anton selama berada di ruang isolasi.

“Tim medis kami terus melakukan pemantauan. Makanan tetap disiapkan dan dimasukkan ke dalam sel,” katanya.

Anton diketahui menjalani isolasi selama sekitar satu minggu sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Sabtu malam, 30 Mei 2026.

Saat ditemukan, kondisi tubuh Anton masih hangat, namun sudah tidak bernapas. Pihak lapas kemudian berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

“Tenaga kesehatan memang tidak standby di Lapas Palangka Raya saat itu, sehingga kami langsung koordinasi dengan Polsek Bukit Batu dan Polresta,” jelas I Putu.

Selain layanan kesehatan, kondisi pengamanan di ruang isolasi juga menjadi perhatian. Pihak lapas memastikan Anton tidak ditemukan dalam keadaan telanjang maupun terborgol saat meninggal.

Pasang Iklan

“Posisinya tetap memakai pakaian standar. Barang-barang yang dianggap berbahaya memang tidak diperbolehkan masuk ke ruang isolasi,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar menegaskan, pihaknya akan terus mendorong evaluasi terhadap sistem pemasyarakatan di Kalteng, terutama setelah penerapan aturan baru terkait warga binaan.

“Kami ingin jajaran lapas dan rutan lebih humanis dan tetap mengedepankan hak-hak dasar warga binaan,” imbuhnya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Anton masih menunggu hasil laboratorium dari RS Bhayangkara. Dugaan sementara mengarah pada gangguan jantung, namun kepastian resmi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!