website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Jelang 1 Suro, Dua Titik Api Muncul di Kota Sampit

Kebakaran lahan di Sampit yang terjadi dua kali dalam sehari menjelang malam satu suro. (Ist)

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Menjelang malam 1 Suro atau 1 Muharram, dua kebakaran lahan terjadi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (15/6/2026). Kemunculan dua titik api dalam rentang beberapa jam itu menjadi perhatian tersendiri di tengah meningkatnya kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

Kebakaran pertama terjadi di kawasan Lingkar Utara Jalan Soekarno Hatta sekitar pukul 13.56 WIB. Api membakar lahan seluas sekitar 0,12 hektare.

Beruntung, petugas pemadam kebakaran, BPBD Kotim dan relawan bergerak cepat menuju lokasi. Dalam waktu sekitar 18 menit, api berhasil dipadamkan sehingga tidak sempat meluas ke area yang lebih besar.

Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui. Petugas juga masih melakukan pendataan terkait kondisi lahan yang terbakar.

Pasang Iklan

Saat petugas masih melakukan pemantauan pascakebakaran pertama, laporan kebakaran lahan kembali diterima. Sekitar pukul 18.00 WIB, api muncul di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 5 Sampit.

Kondisi di lokasi kedua lebih sulit karena titik api berada di area yang tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat. Akibatnya, proses pemadaman memerlukan upaya ekstra dari tim gabungan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam K Anwar, mengatakan hingga pukul 20.09 WIB petugas masih berupaya melakukan pemadaman dan menjangkau lokasi kebakaran.

“Petugas masih melakukan penanganan. Kendala utama akses menuju lokasi yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Terjadinya dua kebakaran lahan menjelang malam 1 Suro menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan mulai muncul seiring berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Kotim. Meski tidak ada kaitan langsung antara peringatan malam 1 Suro dengan munculnya kebakaran, momen pergantian tahun dalam kalender Jawa dan Tahun Baru Islam ini bertepatan dengan meningkatnya suhu udara dan kondisi lahan yang mulai mengering.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat.

Pasang Iklan

Hingga berita ini ditulis, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di Jalan Tjilik Riwut Km 5 guna mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi Kota Sampit.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!