INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Aksi kriminal jalanan kembali meresahkan warga Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Seorang pemuda menjadi korban dugaan pembegalan saat melintas di kawasan Jalan Cilik Riwut 2, Kamis malam (22/5), tepatnya di jalur sawitan yang dikenal sepi dan minim penerangan.
Korban diserang secara tiba-tiba oleh pelaku yang diduga sudah mengintai di pinggir jalan. Dalam insiden itu, pelaku memukul korban menggunakan kayu hingga menghantam bagian punggung. Benturan keras juga menyebabkan speedometer sepeda motor korban pecah.
Meski dalam kondisi panik, korban tetap berusaha mempertahankan sepeda motornya sambil memacu kendaraan untuk menyelamatkan diri dari kejaran para pelaku.
Edgar, orang tua korban, mengatakan kejadian tersebut berlangsung di sekitar kawasan dekat TK lama penjual es krim di area sawitan. Menurutnya, para pelaku sempat mengejar korban beberapa meter sebelum akhirnya korban berhasil lolos.
“Syukur anak saya masih bisa selamat dan menyelamatkan motornya,” ujar Edgar, Jumat (22/5).
Ia menjelaskan, setelah gagal merampas kendaraan, para pelaku langsung melarikan diri ke arah Sampuraga Baru melalui pertigaan warung pojok.
Warga sekitar menduga aksi tersebut sudah direncanakan. Pelaku disebut berpura-pura berada di tepi jalan untuk mencari sasaran. Salah satu pelaku terlihat berdiri di dekat tumpukan sampah, sementara rekannya menunggu di atas sepeda motor dengan kondisi yang sudah dipreteli.
Kondisi jalan yang gelap dan jarang dilalui pengendara pada malam hari diduga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya tanpa menimbulkan kecurigaan.
Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat. Warga menyebut kawasan Jalan Cilik Riwut arah sawitan memang kerap dianggap rawan tindak kriminal, terutama saat malam hari.
Masyarakat berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli rutin di kawasan tersebut. Selain itu, warga juga meminta adanya penambahan lampu penerangan jalan agar situasi lebih aman dan aksi kriminal serupa tidak kembali terjadi.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian