website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Inflasi Juni 2025 Naik, Pemprov Kalteng Terus Kawal Stabilitas Harga

Sahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Inflasi di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Juni 2025 mengalami peningkatan. Berdasarkan data Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi bulan tersebut tercatat sebesar 0,32 persen secara bulanan (month to month) atau 1,06 persen secara tahunan (year on year). Angka ini naik dibandingkan bulan Mei yang sempat mengalami deflasi.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menyebut peningkatan ini sebagai sinyal bahwa pengawasan harga bahan pokok harus lebih diperketat, terutama menjelang momentum tertentu seperti hari besar atau masa liburan.

Menurut Yuas, inflasi yang naik pada bulan Juni disebabkan oleh beberapa komoditas, di antaranya bawang merah, ikan peda, cabai rawit, angkutan udara, dan rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Namun demikian, kenaikan inflasi tidak lebih tinggi karena masih tertahan oleh turunnya harga beberapa komoditas seperti beras, ikan nila, ikan patin, ikan baung, dan bensin. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi masih dapat dilakukan dengan intervensi yang tepat.

Pasang Iklan

Yuas menekankan pentingnya kerja sama antarinstansi dan TPID kabupaten/kota untuk memantau harga secara rutin. “Kalau semua pihak bergerak bersama, kita bisa antisipasi kenaikan harga sebelum terjadi lonjakan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa walaupun inflasi masih dalam batas terkendali, posisinya berada di luar target nasional. Oleh karena itu, perlu langkah lanjutan agar tidak berdampak buruk bagi perekonomian daerah.

Pemprov Kalteng terus mengawasi harga kebutuhan pokok dan memperkuat koordinasi dengan TPID serta pelaku usaha. Pemerintah juga menyiapkan langkah seperti operasi pasar dan penyediaan bahan pangan murah jika harga mulai tidak terkendali.

Selain itu, penyusunan road map pengendalian inflasi juga menjadi salah satu strategi utama. Melalui peta jalan yang disusun, pemerintah bisa mengambil keputusan berbasis data dan mencegah inflasi sejak dini.

“Kita tidak bisa hanya bersikap reaktif. Harus ada strategi jangka panjang, termasuk memperkuat produksi lokal agar pasokan tetap stabil,” ujar Yuas.

Ia juga mengingatkan bahwa inflasi tidak hanya soal harga bahan makanan, tetapi juga menyangkut transportasi, energi, dan biaya hidup lainnya. Karena itu, pendekatannya harus menyeluruh.

Pasang Iklan

Pemprov berharap masyarakat juga berperan aktif dalam pengendalian inflasi, seperti membeli produk lokal dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Jika kita semua ikut menjaga, inflasi bisa kita kendalikan bersama,” tutup Yuas.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran