website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Indeks SPBE Kalteng 2025 Naik Jadi 3,41

Tampilan aplikasi Tauval yang menampilkan nilai Indeks SPBE Kalteng Tahun 2025.

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat peningkatan kinerja dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Berdasarkan hasil pemantauan nasional yang dirilis melalui aplikasi Tauval, Rabu, 7 Januari 2026, indeks SPBE Kalteng tahun 2025 mencapai 3,41 dengan kategori baik.

Capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan dalam penyelenggaraan pemerintahan digital di daerah. Dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, skor SPBE Kalteng terus mengalami perbaikan signifikan.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menilai hasil ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital yang berkelanjutan.

“Peningkatan ini menunjukkan keseriusan kami dalam memodernisasi tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas layanan publik,” ujar Agustiar dalam keterangan tertulis.

Pasang Iklan

Ia menyebutkan, capaian tersebut bukan sekadar indikator angka, melainkan mencerminkan perubahan nyata dalam pelayanan kepada masyarakat yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

Meski demikian, Agustiar mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar, terutama dalam menghadapi perubahan kebijakan menuju indeks pemerintah digital yang lebih komprehensif.

Pemerintah daerah, kata dia, diminta terus memperkuat inovasi dan integrasi layanan berbasis teknologi.

Hasil evaluasi SPBE 2025 menunjukkan nilai tertinggi berada pada domain layanan dengan skor 4,01. Capaian ini mengindikasikan semakin optimalnya pelayanan publik berbasis elektronik.

Sementara itu, domain kebijakan memperoleh nilai 3,50. Adapun domain tata kelola dan manajemen masing-masing mencatat skor 2,70 dan 2,73.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kalteng Rangga Lesmana mengatakan peningkatan ini merupakan hasil konsistensi pembangunan ekosistem digital.

Pasang Iklan

“Kami terus memperkuat infrastruktur, regulasi, serta integrasi layanan untuk mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, manfaat digitalisasi kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pengguna layanan.

Kepala Bidang E-Government Diskominfosantik Kalteng Syayuti menyebutkan masih ada sejumlah indikator yang perlu ditingkatkan, terutama terkait audit teknologi informasi dan pembaruan proses bisnis.

Menurut dia, perbaikan tersebut menjadi penting dalam menghadapi penerapan Indeks Pemerintah Digital pada 2026.

Secara historis, indeks SPBE Kalteng mengalami kenaikan bertahap. Pada 2021, skor berada di angka 1,00 dengan kategori kurang, kemudian meningkat menjadi 1,90 pada 2022 dan 2,75 pada 2023.

Tren positif berlanjut pada 2024 dengan skor 2,87, hingga mencapai 3,41 pada 2025.

Tim Koordinasi SPBE Nasional menyatakan ke depan sistem penilaian akan bergeser dari SPBE ke Indeks Pemerintah Digital. Perubahan ini menandai pergeseran fokus dari digitalisasi layanan menuju ekosistem digital yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada pengguna.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menyesuaikan strategi dan memperkuat komitmen dalam mendukung transformasi digital nasional.

Dengan capaian tersebut, Kalimantan Tengah dinilai semakin siap menghadapi tuntutan pelayanan publik berbasis teknologi di masa mendatang.

(Redha/Maulana Kawit)

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran