INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meminta seluruh kepala desa di wilayahnya aktif mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah pusat yang saat ini tengah dijalankan hingga ke tingkat desa.
Pesan tersebut disampaikan saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Dialog Interaktif Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Kalteng yang diikuti 652 kepala desa dari berbagai kabupaten dan kota di Kalteng yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 10 Juni 2026.
Agustiar menegaskan, desa memiliki peran penting dalam menyukseskan sejumlah program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Cetak Sawah Rakyat, hingga program Cek Kesehatan Gratis.
Menurutnya, keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah desa karena desa menjadi ujung tombak pelayanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Peran kepala desa sangat penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu perlu ada dukungan dan keterlibatan aktif dari seluruh desa,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kondisi anggaran daerah yang mengalami penurunan. APBD Kalteng tahun 2026 tercatat sebesar Rp5,4 triliun, lebih rendah dibanding sebelumnya yang mencapai Rp10,2 triliun.
Meski demikian, gubernur memastikan berbagai program pembangunan tetap berjalan, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera yang difokuskan untuk memperluas akses warga terhadap bantuan dan layanan pemerintah.
“Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Yang dilakukan adalah memastikan setiap anggaran digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi menilai pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi salah satu program untuk memperkuat ekonomi desa. Keberadaan koperasi diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan di pedesaan.
Ia mengatakan desa tidak lagi hanya menjadi wilayah konsumsi, tetapi harus berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Ketua DPD APDESI Kalteng, Seger Satria, menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang bagi kepala desa untuk menyamakan pemahaman terkait berbagai program pemerintah yang akan dijalankan di daerah.
“Harapannya desa-desa di Kalimantan Tengah semakin maju, mandiri, dan mampu menjalankan program pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Editor: Andrian