INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengoptimalkan sistem pemantauan digital serta mempererat sinergi lintas sektor selama musim kemarau.
Penguatan sistem tersebut ditinjau langsung dalam kunjungan Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Zainul Arifin ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPB-PK Kalteng, Kamis, 23 Juli 2026.
Di pusat kendali itu, pemantauan dilakukan melalui data hotspot yang terintegrasi dengan jaringan kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di sejumlah wilayah rawan karhutla. Sistem tersebut memungkinkan petugas memantau kondisi lapangan secara real time sehingga respons terhadap potensi kebakaran bisa dilakukan lebih cepat.
Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, keberadaan sistem pemantauan digital akan lebih efektif jika didukung koordinasi yang kuat antarinstansi.
“Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kolaborasi yang solid antara TNI, BPB-PK Kalteng, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Pangdam.
Ia menilai integrasi data hotspot dan pemantauan CCTV di Pusdalops menjadi salah satu langkah penting dalam mendeteksi titik api sejak dini sebelum kebakaran meluas.
“Melalui pemantauan CCTV dan data terintegrasi di Pusdalops ini, kita bisa mendeteksi titik api lebih cepat dan langsung menerjunkan tim gabungan ke lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan, dukungan TNI semakin memperkuat sistem penanganan karhutla yang selama ini dijalankan BPB-PK.
“Dukungan dan arahan dari Bapak Pangdam menjadi penguat bagi kami di BPB-PK Kalteng,” ucapnya.
Toyib menambahkan, kombinasi antara teknologi pemantauan dan kesiapan personel di lapangan menjadi faktor penting agar penanganan karhutla berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Sinergi antara sistem pemantauan digital yang kami kelola dengan kesiapan personel TNI di lapangan merupakan salah satu kunci utama agar respons terhadap ancaman karhutla berjalan efektif, cepat, dan terukur,” tandasnya.
Saat ini, sistem pemantauan di Pusdalops-PB BPB-PK Kalteng beroperasi selama 24 jam untuk menyuplai data terbaru kepada seluruh Satgas Karhutla di kabupaten dan kota. BPB-PK juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar agar potensi karhutla selama musim kemarau dapat ditekan.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian