INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalteng terus berupaya memperkuat sistem informasi pendidikan. Salah satu langkah yang kini dikembangkan adalah platform digital Pena Kalteng sebagai wadah utama satu data pendidikan di daerah.
Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalteng, M. Reza Prabowo, dalam kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Berprestasi yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, beberapa waktu lalu.
Reza menjelaskan, kehadiran aplikasi Pena Kalteng menjadi tonggak penting untuk membenahi tata kelola data pendidikan. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap program pendidikan bisa dimonitor secara transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ketika pertama kali kita tempatkan di Dinas Pendidikan, langkah awal yang kami lakukan adalah membenahi sistem informasi. Alhamdulillah, sekarang sudah ada Pena Kalteng yang bisa dipakai untuk memantau berbagai program, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekolah-sekolah di Kalteng diwajibkan mengunggah data sesuai ketentuan melalui aplikasi ini. Misalnya, operator sekolah harus melaporkan sampel lima menu makanan setiap kali distribusi MBG tiba di sekolah. Data tersebut dapat diakses masyarakat luas, termasuk media.
“Pena Kalteng itu aplikasi terbuka. Masyarakat bisa tahu sekolah mana yang sudah menerima makanan bergizi, bagaimana kualitasnya, semua bisa dipantau. Ini bagian dari kontrol pemerintah provinsi sekaligus bentuk transparansi data pendidikan,” tegasnya.
Selain memantau MBG, aplikasi ini juga mendukung program prioritas nasional Presiden RI Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Arahan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menekankan agar seluruh perangkat daerah mendukung penuh implementasi program tersebut dengan data yang terintegrasi.
Dengan inovasi ini, Disdik Kalteng menegaskan komitmen menghadirkan tata kelola pendidikan yang modern, transparan, dan berbasis teknologi. Terobosan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi emas Kalteng yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Editor: Andrian