website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Diduga Tertekan Masalah Ekonomi, Seorang Ayah di Palangka Raya Ditemukan Tewas Gantung Diri

Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kamar mandi barak di Jalan Pelatuk IV A, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Kamis, 25 Juni 2026. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Warga Jalan Pelatuk IV A, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di kamar mandi barak, Kamis, 25 Juni 2026.

Korban diketahui berinisial SY (36). Ia ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar mandi sekitar pukul 05.30 WIB.

Awalnya anak korban berinisial FZ (14) sedang mencari ayahnya untuk meminta uang membeli roti. Karena tidak menemukan korban, ia kemudian memberitahukan hal tersebut kepada ibunya, TA (35).

Mendapat informasi dari anaknya, TA berusaha mencari keberadaan suaminya hingga ke area kamar mandi. Saat membuka pintu, ia mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan sehelai kain yang terikat pada ventilasi pintu kamar mandi.

Pasang Iklan

Dalam keadaan panik, TA meminta pisau dapur kepada anaknya untuk memotong kain tersebut. Namun setelah korban berhasil diturunkan, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Mendapat laporan dari warga, personel Polresta Palangka Raya bersama Tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal.

Kasatreskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tim Inafis telah melakukan olah TKP dan identifikasi awal. Berdasarkan pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban,” kata Eka.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kain berwarna biru yang digunakan korban serta pisau dapur yang dipakai keluarga saat menurunkan korban.

Pihak kepolisian sempat berencana membawa jenazah ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan visum. Namun keluarga menolak dan telah membuat surat pernyataan resmi di atas materai.

Pasang Iklan

Menurut keterangan awal yang diperoleh petugas, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi. Meski demikian, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.

“Dugaan sementara mengarah pada masalah ekonomi yang dialami korban. Namun kami tetap melakukan pendalaman dan meminta keterangan dari saksi-saksi guna memastikan tidak ada unsur pidana lain dalam kejadian ini,” ujar Eka.

Rencananya, jenazah korban akan dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, untuk dimakamkan.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!