INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Palangka Raya dalam beberapa minggu terakhir, terutama pada BBM jenis Pertalite dan Solar, Kamis 16 April 2026.
Pantauan di SPBU Jalan Seth Adji menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga keluar area SPBU dan memakan bahu jalan. Kondisi serupa juga terlihat di beberapa SPBU lain di kawasan S. Parman dan Imam Bonjol.
Salah satu karyawan SPBU setempat mengungkapkan bahwa lonjakan antrean terjadi pada Pertalite dan Solar, sementara Pertamax justru belum tersedia pada siang hari.
“Dalam beberapa minggu ini yang banyak antre itu Pertalite dan Solar. Untuk Pertamax biasanya baru datang malam karena masih dalam pengiriman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat seluruh pembeli terfokus pada BBM yang tersedia, sehingga antrean pada Pertalite dan Solar menjadi tidak terhindarkan.

Selain itu, diduga terjadi pergeseran perilaku konsumen. Sebagian pengguna Pertamax memilih beralih ke Pertalite ketika stok Pertamax belum tersedia, sehingga meningkatkan jumlah antrean.
Di sisi lain, Pertalite dan Solar memang merupakan BBM bersubsidi dengan jumlah pengguna yang lebih besar dibandingkan Pertamax, sehingga saat kondisi normal pun sudah cenderung ramai.
Ketika pasokan jenis lain belum tersedia, tekanan permintaan terhadap BBM bersubsidi tersebut semakin meningkat dan menyebabkan stok lebih cepat habis.
Faktor psikologis masyarakat juga turut berperan, di mana kekhawatiran kehabisan BBM mendorong sebagian warga untuk segera mengisi bahan bakar meski belum mendesak.
Kondisi ini pun menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terjadi di sejumlah SPBU di Palangka Raya, seiring meningkatnya kebutuhan dan dinamika distribusi BBM di lapangan.
Penulis Redha
Editor Andrian